Rob di Kendal diprediksi meluas, Pemkab sebut giant sea wall akan dibangun 2027

Prediksi Rob yang Meluas di Kendal dan Upaya Mitigasi

Tokoh Pelestari Lingkungan Kendal, Wasito, memprediksi bahwa rob akan meluas hingga ke Alun-alun Kendal pada tahun 2030-an. Prediksi ini didasarkan atas hilangnya garis pantai di hampir seluruh pesisir Kendal yang terus berkurang setiap tahun. Selain itu, penurunan permukaan tanah akibat penyedotan air tanah secara berlebihan serta perkembangan aktivitas industri juga turut memperparah kondisi tersebut.

Wasito menyatakan bahwa jika prediksi tersebut benar, maka Alun-alun Kendal akan menjadi wilayah yang terkena dampak rob. Prediksi ini diperkuat oleh hasil penelitian yang dilakukan oleh B. Fadhlurrohman, Yoga Prasetyo, dan Nurhadi Bashit dari Universitas Diponegoro pada 2020. Dalam penelitian dengan judul “Studi Penurunan Muka Tanah di Kawasan Industri Kendal dengan Metode Permanent Scatterer Interferometric Synthetic Aperature Radar (PS InSAR) menggunakan Citra Satelit Sentinel 1-A Tahun 2014-2019,” disebutkan bahwa wilayah pesisir utara Kabupaten Kendal mengalami penurunan permukaan tanah dengan laju rata-rata antara 2,8 hingga 3 cm per tahun.

Penelitian lain yang dilakukan oleh Lutfiyatul Kamilan tentang Analisis Proyeksi Penurunan Muka Tanah dan Sebaran Banjir Rob di Kabupaten Kendal Jawa Tengah tahun 2025 menunjukkan bahwa penurunan muka tanah memiliki laju yang bervariasi, mulai dari 0,79 cm hingga 5,53 cm per tahun. Rata-rata laju penurunan muka tanah adalah 2,87 cm per tahun. Wilayah yang mengalami penurunan muka tanah dengan laju tertinggi adalah area pemukiman dan industri, yang menunjukkan bahwa beban bangunan dapat mempercepat proses penurunan tanah.

Berdasarkan proyeksi penurunan muka tanah dan kenaikan muka air laut, kedalaman banjir rob pada tahun 2030 diprediksi mencapai 138,23 cm dan akan menggenangi 10,68 persen dari wilayah Kabupaten Kendal. Untuk mengurangi dampak rob, Wasito menyarankan pembangunan giant sea wall sebagai langkah strategis. Meskipun demikian, ia juga menyatakan bahwa pembangunan ini akan memiliki dampak positif dan negatif.

Dampak positif dari pembangunan giant sea wall adalah pengurangan dampak rob, namun dampak negatifnya adalah kemungkinan rob akan bergeser ke daerah yang lebih rendah. Oleh karena itu, diperlukan juga kolam retensi dan pompa untuk mengatasi masalah air.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan pesisir, Wasito terus melakukan penanaman mangrove sejak tahun 2006 dengan jumlah lebih dari 248 ribu tanaman di pesisir pantai utara Jawa. Ia mengajak masyarakat sekitar, pelajar, mahasiswa, dan pecinta alam untuk ikut serta dalam kegiatan penanaman mangrove di sabuk pantai. Ia menjelaskan bahwa tidak ada paksaan dalam kegiatan ini, hanya ajakan kepada siapa pun yang ingin berkontribusi.

Wasito yang tinggal di Desa Kartikajaya merasa prihatin dengan kondisi garis pantai yang semakin mundur. Ia juga merasakan kampungnya sering tergenang air rob. Menurutnya, konservasi pesisir harus dilakukan secara berkelanjutan melalui penanaman mangrove, pembangunan sabuk pantai, serta pengaturan kawasan pesisir yang lebih ramah lingkungan.

Pembangunan Giant Sea Wall di Kendal

Adapun Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kendal, Hudi Sambodo, menjelaskan bahwa wilayah Kendal kini masuk dalam skema pembangunan tanggul raksasa oleh pemerintah untuk mengatasi rob tak berkesudahan di wilayah pesisir Pantura. Namun, ia belum menyampaikan spesifik kapan proyek dan titik awal pembangunan itu akan dimulai.

Hudi menambahkan bahwa pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat pesisir terkait tata ruang pembangunan sebagai langkah awal perlindungan kawasan daratan dan warga dari ancaman rob. Sementara itu, Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, menyatakan bahwa rencana pembangunan Giant Sea Wall akan dimulai pada tahun 2027.

Dalam petanya, bupati yang akrab disapa Tika menyebut Kendal masuk dalam prioritas pembangunan giant sea wall bersama wilayah Semarang dan Demak untuk mengatasi persoalan rob di Pantura. Tika menjelaskan bahwa pembangunan Giant Sea Wall akan dilakukan oleh pemerintah pusat, karena anggaran yang dibutuhkan sangat besar, sekitar Rp 1 triliun. Oleh karena itu, ia meminta warga untuk bersabar sambil menunggu realisasi pembangunan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *