Akses Gratis Cuplikan Piala Dunia 2026 untuk Media dan Masyarakat
TVRI, sebagai pemegang hak siar resmi dari FIFA, telah menetapkan kebijakan yang memungkinkan media massa menggunakan cuplikan pertandingan Piala Dunia FIFA 2026 secara gratis. Kebijakan ini berlaku khusus untuk kepentingan pemberitaan dan tidak bersifat komersial. Setiap pertandingan akan disediakan cuplikan berdurasi 90 detik yang dapat digunakan oleh media dalam program berita.
Direktur Pengembangan dan Usaha LPP TVRI, Retno Wulan Kartiko Purbodjati, menjelaskan bahwa TVRI juga membuka peluang bagi masyarakat untuk menyelenggarakan nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 melalui mekanisme lisensi resmi. Ia menyampaikan bahwa UMKM tanpa sponsor serta lembaga negara dapat menggelar nobar secara gratis.
“Kami memberikan akses untuk nobar agar masyarakat di berbagai daerah, termasuk wilayah terpencil, tetap bisa menikmati siaran Piala Dunia,” ujar Wulan dalam konferensi pers di Media Center TVRI, Jakarta, Kamis (7/5/2026).
TVRI membuka pendaftaran lisensi nobar melalui Bola Gembira TVRI. Langkah ini dilakukan agar seluruh masyarakat dapat mengakses acara olahraga besar ini dengan mudah dan merata.
Kategori Nobar yang Perlu Diperhatikan
Wulan menekankan bahwa terdapat dua kategori nobar yang harus diperhatikan masyarakat, yaitu komersial dan nonkomersial. TVRI meminta penyelenggara untuk mengikuti aturan lisensi agar pelaksanaan nobar tetap tertib dan sesuai regulasi FIFA.
Selain itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Trunoyudo Wisnu Andiko, memastikan bahwa Polri siap mendukung pengamanan kegiatan nobar di seluruh Indonesia. Menurutnya, antusiasme masyarakat terhadap Piala Dunia merupakan hal positif yang perlu dijaga bersama.
“Budaya nobar perlu kesadaran bersama. Penyelenggara, tokoh masyarakat, dan Polri berkewajiban melakukan pengamanan,” katanya.
Trunoyudo menilai kehadiran TVRI sebagai pemegang hak siar menjadi simbol hadirnya negara di tengah masyarakat. Selain memberi hiburan, kegiatan nobar juga diyakini mampu menggerakkan ekonomi masyarakat. Polri akan melibatkan jajaran Polda hingga Polres dalam pengamanan kegiatan nobar. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan seperti penipuan penyelenggara, konflik antarsuporter, hingga praktik judi bola.
“Fanatisme jangan sampai merugikan. Kalah-menang hanyalah bagian dari olahraga,” ujarnya.
Persiapan Siaran Piala Dunia 2026
Di sisi lain, Chief Editor Siaran Piala Dunia TVRI, Usman Kansong, mengungkapkan bahwa TVRI tengah mematangkan berbagai persiapan siaran. TVRI akan menayangkan total 104 pertandingan Piala Dunia 2026, dengan 98 pertandingan disiarkan langsung dan enam laga ditayangkan tunda pada 25-28 Juni 2026 karena jadwal bentrok. Penayangan akan dibagi melalui TVRI Nasional dan TVRI Sport.
“Kami menyiapkan pre-match, match, hingga post-match. Semua harus direncanakan dengan matang,” kata Usman.
TVRI juga menggandeng sejumlah komentator dan pundit dari kalangan jurnalis, mantan pemain, hingga mantan pelatih. Nama-nama seperti Kurniawan Dwi Yulianto dan Luciano Leandro disebut akan terlibat dalam siaran.
Ketentuan Penggunaan Cuplikan Pertandingan
Terkait penggunaan cuplikan pertandingan, Usman menegaskan bahwa media hanya diperbolehkan menayangkan cuplikan pertandingan termasuk rekaman proses terjadinya gol durasi maksimal 90 detik untuk setiap pertandingan dan hanya dapat diputar dua kali sesuai ketentuan FIFA.
“Tujuannya untuk pemberitaan, bukan komersial,” ujarnya.
Media yang ingin memperoleh akses cuplikan diwajibkan melakukan pendaftaran terlebih dahulu melalui TVRI. Untuk daerah, koordinasi akan dilakukan melalui 34 stasiun TVRI di seluruh Indonesia.
Usman juga mengingatkan bahwa di luar pemegang hak siar resmi, FIFA melarang penayangan pertandingan baik secara langsung maupun tunda tanpa izin.
Tinggalkan Balasan