UIT Makassar Masuk 500 Perguruan Tinggi Terbaik Di Indonesia


Dr.Andi Maryam, SKM. SST. M.Kes.,      (Rektor UIT Makassar)

Makassar,FNnews.com –
Tampaknya UIT Makassar akan kembali meraih kejayaannya seperti dulu kian hari makin membaik dan selalu meraih prestasi, Salah satu prestasi  yang di  raih lagi yakni,  Universitas Indonesia Timur (UIT) Makassar masuk 500 Perguruan Tinggi terbaik di Indonesia dari 4300 Perguruan Tinggi (PT) di Indonesia dan berada pada urutan 467 dari 547 Perguruan Tinggi (Klaster 1- 4) dan urutan 321 dari 400 PT (Klaster 4), Prestasi yang di raih ini adalah buah dari kerja keras Rektor UIT Dr. Andi Maryam, SKM,SST,M.Kes beserta jajarannya dan patut di apresiasi, Sebelumnya UIT hanya menempati Klaster 5 dan berada pada urutan 1500 dari 1700 Perguruan Tinggi di Indonesia

Rektor UIT Dr. Andi Maryam, S.ST, SKM, M.Kes di konfirmasi Jum’at, 21/8/2020, mengatakan “Syukur alhamdulillah masuknya Universitas Indonesia Timur (UIT) ke dalam 500 Universitas terbaik dari 4300 Perguruan Tinggi (PT) yang ada di Indonesia ini merupakan wujud kinerja yang dilakukan oleh Tingkatan Rektorat dan seluruh Civitas Akademika dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan UIT menuju Universitas yang unggul, Hal ini patut diapresiasi mengingat tahun sebelumnya berada pada Klaster 5 dan berada diurutan 1500-1700 PT se Indonesia.”

Menurut Andi Maryam, Informasi kinerja Perguruan Tinggi Indonesia diidentifikasi berdasarkan empat aspek utama antara lain Sumber Daya Manusia (SDM) dan mahasiswa (Input), Pengelolaan Kelembagaan Perguruan Tinggi (proses), Capaian Kinerja jangka pendek yang dicapai oleh Perguruan Tinggi (Output), dan capaian kinerja jangka panjang Perguruan Tinggi (Outcome).

Pada Klaster tahun 2020 ini, indikator yang digunakan untuk menilai kinerja Perguruan Tinggi pada aspek input antara lain persentase dosen berpendidikan S3, Persentase Dosen dalam jabatan Lektor Kepala dan Guru Besar, Rasio jumlah Dosen terhadap jumlah mahasiswa asing, dan jumlah Dosen bekerja sebagai praktisi di Industri minimum 6 bulan
Pada aspek proses terdapat 9 indikator yang digunakan antara lain Akreditasi Institusi,

Akreditasi Program Studi, Pembelajaran Daring, Kerjasama Perguruan Tinggi, Kelengkapan Laporan PDDIKTI. Jumlah Program Studi bekerja sama dengan DUDI, NGO atau QS Top 100 WCU by Subject, Jumlah Program Studi melaksanakan Program Merdeka Belajar, Jumlah mahasiswa yang mengikuti Program Merdeka Belajar
Pada aspek output, terdapat empat indikator yang digunakan antara lain jumlah artikel ilmiah terinfeksi per dosen, Kinerja Penelitian,

Kinerja Kemahasiswaan jumlah program studi yang memperoleh Akreditasi atau Sertifikasi Internasional, terdapat lima indikator yang digunakan antara lain kinerja inovasi, Jumlah sitasi per dosen, Jumlah patent per dosen, Kinerja Pengabdian Masyarakat, dan persentase lulusan Perguruan Tinggi yang memperoleh pekerjaan dalam waktu 6 bulan.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *