Kunjungan Studi Banding dari Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan ke Universitas Harkat Negeri
Universitas Harkat Negeri baru-baru ini menerima kunjungan studi banding dari Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ) Tegal. Kegiatan ini berlangsung pada hari Selasa, 21 Juli 2026, di Café Harkat Negeri. Tujuan utama dari kunjungan ini adalah untuk berbagi pengalaman terkait pengelolaan Teaching Factory (TEFA) dan pemanfaatan mesin Computer Numerical Control (CNC) dalam Program Studi D3 dan S1 Teknik Mesin.
Kunjungan tersebut menjadi ajang diskusi yang bermanfaat sekaligus memperkuat hubungan kerja sama antara kedua perguruan tinggi. Kedua institusi berkomitmen untuk mengembangkan pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan dunia industri.
Ketua Program Studi S1 Teknik Mesin Universitas Harkat Negeri, Firman Lukman Sanjaya, menyampaikan apresiasinya atas kunjungan yang dilakukan oleh rombongan PKTJ. Menurutnya, pertemuan ini memberikan kesempatan yang baik untuk saling bertukar pengalaman mengenai pengelolaan program studi maupun pengembangan pembelajaran berbasis industri.
“Terima kasih atas kunjungan dari Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ). Pada momen ini kita dapat saling berbagi pengalaman mengenai kedua kampus masing-masing sekaligus melihat potensi kerja sama yang cukup besar untuk dikembangkan bersama,” ujar Firman.
Sementara itu, Ketua Program Studi D3 Teknik Mesin M. Khumaidi Usman menjelaskan bahwa Teaching Factory di lingkungan program studinya telah didukung berbagai fasilitas produksi. Salah satunya adalah mesin CNC yang dimanfaatkan untuk menghasilkan berbagai komponen ringan sesuai kebutuhan industri.
Ia menjelaskan bahwa TEFA juga didukung oleh peralatan seperti laser cutting yang digunakan untuk memproduksi plakat, spare part sepeda motor, serta berbagai produk lainnya. Melalui konsep tersebut, mahasiswa memperoleh pengalaman nyata dalam menjalankan proses produksi sebagaimana yang diterapkan di dunia kerja.
“Tujuan Teaching Factory adalah memberdayakan mahasiswa agar lebih dekat dengan dunia industri. Ketika ada proyek yang dapat dikerjakan melalui TEFA, kolaborasi antara dosen dan mahasiswa menjadi sangat penting. Dosen memberikan arahan dan pendampingan, sedangkan mahasiswa terlibat langsung dalam proses produksi,” jelas Khumaidi.
Model pembelajaran ini tidak hanya meningkatkan kompetensi teknis mahasiswa, tetapi juga membangun kemampuan bekerja dalam tim, memahami standar industri, serta menyelesaikan pekerjaan berdasarkan kebutuhan pelanggan.
Perwakilan Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan, Arief Novianto, yang merupakan Dosen Program Studi Teknologi Otomotif, menyampaikan kunjungan tersebut bertujuan untuk mempelajari secara langsung strategi pengelolaan Teaching Factory yang telah diterapkan di Universitas Harkat Negeri.
“Terima kasih atas sambutan yang sangat baik dari Universitas Harkat Negeri. Kami ingin belajar bagaimana proses pelaksanaan Teaching Factory di Program Studi Teknik Mesin, mulai dari sistem pengelolaannya, apakah sepenuhnya dijalankan oleh mahasiswa atau melalui kolaborasi dengan pengelola TEFA, hingga strategi yang diterapkan agar Teaching Factory dapat terus berkembang,” ungkap Arief.
Melalui studi banding ini, kedua institusi berharap dapat saling bertukar praktik terbaik dalam pengelolaan Teaching Factory, meningkatkan kualitas pembelajaran vokasi, serta membuka peluang kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Sinergi tersebut diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi tinggi, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan siap menghadapi tantangan dunia industri.
Tinggalkan Balasan