Jambi, Forumnusantaranews.com-
Universitas Jambi UNJA bersama Forum Koordinasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai DAS Provinsi Jambi resmi menjalin kerja sama untuk mengelola Sungai Batanghari secara berkelanjutan.
Penandatanganan Memorandum of Understanding MoU dan Memorandum of Agreement MoA dilakukan, Selasa (7/7/2026).
“Kami berdua memperkuat sinergi antar lembaga guna mendukung pengelolaan daerah aliran sungai secara berkelanjutan di Provinsi Jambi,” kata Rektor UNJA, Prof. Helmi.
Kerja sama ini diarahkan untuk memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Diharapkan kerja sama ini melahirkan berbagai program yang berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan, khususnya kawasan DAS di Provinsi Jambi.
Rektor Helmi menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama tersebut. Menurutnya, UNJA memiliki potensi akademik yang dapat dioptimalkan melalui hasil penelitian untuk memberikan solusi terhadap permasalahan lingkungan daerah.
Dalam sambutannya, Rektor menyoroti kondisi Sungai Batanghari yang mengalami penurunan kualitas dalam beberapa tahun terakhir.
“Namun, Kondisi air Sungai Batanghari saat ini menunjukkan perubahan yang memerlukan perhatian bersama,” kata Prof Helmi.
Ia mengenang sekitar 15 tahun lalu masyarakat masih bisa memanfaatkan sungai sebagai sumber kehidupan, termasuk kawasan perikanan yang melimpah.
Persoalan lingkungan DAS merupakan tanggung jawab bersama. Diperlukan kolaborasi kuat antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat agar upaya pelestarian berjalan berkelanjutan.
Rektor menambahkan, pembangunan dan pemanfaatan sumber daya alam harus seiring dengan upaya menjaga keseimbangan lingkungan.
Dengan demikian, pembangunan tidak hanya memberi manfaat ekonomi, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan ekosistem bagi generasi mendatang.
Ketua Forum Koordinasi Pengelolaan DAS Provinsi Jambi Ir. H. Tagor Mulia Nasution menjelaskan, Forum DAS berperan mengoordinasikan dan mengintegrasikan program para pemangku kepentingan.
Menurutnya, perguruan tinggi adalah mitra strategis karena memiliki kapasitas di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian.
“Kami berharap sinergi ini dapat diwujudkan melalui berbagai program nyata yang melibatkan sivitas akademika dan masyarakat. Pelestarian daerah aliran sungai akan lebih efektif apabila didukung oleh partisipasi seluruh elemen masyarakat,” ungkap Ir. Tagor.
Ia juga menyampaikan, menurunnya kualitas air sungai berdampak pada meningkatnya biaya pengolahan air bersih. Ini menjadi alasan penting memperkuat kesadaran masyarakat dan mendorong lahirnya komunitas yang aktif menjaga DAS.
Melalui MoU dan MoA ini, UNJA dan Forum DAS Jambi berkomitmen membangun kolaborasi berkelanjutan. Sinergi ini diharapkan tidak hanya administratif, tetapi juga melahirkan inovasi, penelitian, dan aksi nyata untuk lingkungan dan masyarakat Jambi.(Tat/Nic)
Universitas Jambi UNJA bersama Forum Koordinasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai DAS Provinsi Jambi resmi menjalin kerja sama untuk mengelola Sungai Batanghari secara berkelanjutan.
Penandatanganan Memorandum of Understanding MoU dan Memorandum of Agreement MoA dilakukan, Selasa (7/7/2026).
“Kami berdua memperkuat sinergi antar lembaga guna mendukung pengelolaan daerah aliran sungai secara berkelanjutan di Provinsi Jambi,” kata Rektor UNJA, Prof. Helmi.
Kerja sama ini diarahkan untuk memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Diharapkan kerja sama ini melahirkan berbagai program yang berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan, khususnya kawasan DAS di Provinsi Jambi.
Rektor Helmi menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama tersebut. Menurutnya, UNJA memiliki potensi akademik yang dapat dioptimalkan melalui hasil penelitian untuk memberikan solusi terhadap permasalahan lingkungan daerah.
Dalam sambutannya, Rektor menyoroti kondisi Sungai Batanghari yang mengalami penurunan kualitas dalam beberapa tahun terakhir.
“Namun, Kondisi air Sungai Batanghari saat ini menunjukkan perubahan yang memerlukan perhatian bersama,” kata Prof Helmi.
Ia mengenang sekitar 15 tahun lalu masyarakat masih bisa memanfaatkan sungai sebagai sumber kehidupan, termasuk kawasan perikanan yang melimpah.
Persoalan lingkungan DAS merupakan tanggung jawab bersama. Diperlukan kolaborasi kuat antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat agar upaya pelestarian berjalan berkelanjutan.
Rektor menambahkan, pembangunan dan pemanfaatan sumber daya alam harus seiring dengan upaya menjaga keseimbangan lingkungan.
Dengan demikian, pembangunan tidak hanya memberi manfaat ekonomi, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan ekosistem bagi generasi mendatang.
Ketua Forum Koordinasi Pengelolaan DAS Provinsi Jambi Ir. H. Tagor Mulia Nasution menjelaskan, Forum DAS berperan mengoordinasikan dan mengintegrasikan program para pemangku kepentingan.
Menurutnya, perguruan tinggi adalah mitra strategis karena memiliki kapasitas di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian.
“Kami berharap sinergi ini dapat diwujudkan melalui berbagai program nyata yang melibatkan sivitas akademika dan masyarakat. Pelestarian daerah aliran sungai akan lebih efektif apabila didukung oleh partisipasi seluruh elemen masyarakat,” ungkap Ir. Tagor.
Ia juga menyampaikan, menurunnya kualitas air sungai berdampak pada meningkatnya biaya pengolahan air bersih. Ini menjadi alasan penting memperkuat kesadaran masyarakat dan mendorong lahirnya komunitas yang aktif menjaga DAS.
Melalui MoU dan MoA ini, UNJA dan Forum DAS Jambi berkomitmen membangun kolaborasi berkelanjutan. Sinergi ini diharapkan tidak hanya administratif, tetapi juga melahirkan inovasi, penelitian, dan aksi nyata untuk lingkungan dan masyarakat Jambi.(Tat/Nic)
Tinggalkan Balasan