VinFast Memasuki Pasar Motor Listrik Indonesia
VinFast resmi memasuki pasar motor listrik Indonesia dengan meluncurkan tiga model sekaligus, yakni VinFast Evo, VinFast Feliz II, dan VinFast Viper. Peluncuran dilakukan dalam ajang VinFast E-Motorcycle Experience Day di Tribeca, Central Park, Jakarta Barat, Sabtu (18/7/2026). Dengan peluncuran ini, VinFast ingin menghadirkan pilihan mobilitas yang lebih ramah lingkungan, praktis, dan mudah diakses oleh masyarakat.
Strategi Komprehensif untuk Ekosistem Kendaraan Listrik
Melalui peluncuran ketiga model tersebut, VinFast ingin membangun ekosistem kendaraan listrik yang mencakup jaringan battery swapping, layanan purnajual, serta berbagai program kepemilikan yang dirancang untuk memberikan pengalaman berkendara yang lebih nyaman. Bersamaan dengan peluncuran tersebut, VinFast juga mengumumkan pembukaan 20 dealer resmi e-motorcycle yang akan beroperasi secara bertahap pada 19–25 Juli 2026.
Jaringan dealer tersebut tersebar di berbagai kota seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Medan, Palembang, Makassar, serta sejumlah kota besar lainnya untuk mendekatkan layanan penjualan dan purnajual kepada konsumen.
Tiga Pilar Utama Strategi VinFast di Indonesia
Managing Director of VinFast E-Motorcycle Overseas Market, Vo Thi Cam Tu mengatakan Indonesia menjadi salah satu pasar strategis dalam pengembangan kendaraan listrik VinFast di kawasan Asia Tenggara. “Beberapa minggu terakhir kami sangat terdorong oleh respons masyarakat terhadap program pre-order VinFast e-motorcycle. Dengan ribuan pemesanan yang telah kami terima, kami semakin yakin bahwa Indonesia siap menyambut era mobilitas yang lebih cerdas dan ramah lingkungan,” ujarnya.
Menurut Vo Thi Cam Tu, strategi VinFast di Indonesia dibangun di atas tiga pilar utama, yakni menghadirkan produk yang kompetitif, memberikan pengalaman kepemilikan yang mudah melalui jaringan battery swapping dan solusi pengisian daya, serta memperluas jaringan penjualan dan layanan purnajual.
Potensi Besar untuk Pengembangan Kendaraan Listrik
Sementara itu, CEO VinFast E-Motorcycle Indonesia Yordan Satriadi menilai Indonesia memiliki peluang besar dalam pengembangan kendaraan listrik. Hal tersebut sejalan dengan target pemerintah yang menargetkan populasi motor listrik mencapai 13 juta unit pada 2030. “Indonesia memiliki peluang yang sangat besar. Karena itu kami hadir dengan strategi yang didukung produk, pemasaran, dan jaringan manufaktur yang kuat. Saat ini VinFast juga didukung fasilitas produksi di Vietnam, India, dan Indonesia,” ujar Yordan.
Ia menambahkan, pengalaman VinFast sebagai brand otomotif multinasional dengan pertumbuhan pesat di Vietnam menjadi modal penting untuk menghadirkan solusi mobilitas listrik yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.
Model yang Menyasar Segmen Berbeda
Ketiga model yang diperkenalkan juga menyasar segmen pengguna yang berbeda. VinFast Viper hadir dengan desain sporty bagi pengendara muda yang mengutamakan teknologi, sementara VinFast Feliz II dan VinFast Evo merupakan penyempurnaan dari model yang telah lebih dulu dipasarkan di Vietnam dengan berbagai penyesuaian agar semakin sesuai dengan kebutuhan konsumen Indonesia.
Menjajal Respons VinFast Viper
Usai peluncuran, Tribunnews berkesempatan menjajal langsung VinFast Viper di lintasan uji yang disiapkan di area Tribeca, Central Park. Meski tidak panjang, lintasan tersebut dirancang menyerupai kondisi jalan perkotaan dengan kombinasi jalur lurus, beberapa tikungan, serta speed bump guna melihat karakter suspensinya.
Begitu tuas gas diputar, Viper langsung menunjukkan karakter e-motorcycle yang responsif. Tenaga tersalur secara instan namun tetap halus sehingga akselerasi dari posisi diam terasa ringan dan mudah dikendalikan. Saat memasuki rangkaian tikungan, handling motor terasa lincah. Perpindahan arah berlangsung natural dengan bobot kemudi yang ringan sehingga pengendara lebih percaya diri saat bermanuver.
Pengujian kemudian berlanjut melewati beberapa speed bump. Di bagian ini, suspensi mampu meredam guncangan dengan baik sehingga hentakan yang dirasakan pengendara tidak berlebihan. Karakter tersebut membuat Viper tetap nyaman dikendarai untuk mobilitas sehari-hari di kawasan perkotaan yang memiliki beragam kondisi jalan.
Secara keseluruhan, kombinasi akselerasi yang responsif, handling yang lincah, serta suspensi yang nyaman menjadi kesan pertama yang ditawarkan VinFast Viper sebagai e-motorcycle untuk penggunaan harian.
Spesifikasi Teknis dan Kapasitas Baterai
Ketiga model VinFast dibekali motor BLDC in-wheel berdaya 5.200 watt. VinFast Viper dan VinFast Feliz II memiliki kecepatan maksimum hingga 90 km/jam, sedangkan VinFast Evo mampu melaju hingga 80 km/jam. Seluruh model menggunakan dua slot baterai LFP berkapasitas 1,5 kWh yang memungkinkan jarak tempuh hingga 150 kilometer untuk Evo dan 145 kilometer untuk Viper maupun Feliz II dalam kondisi baterai penuh.

Harga Kompetitif dan Program Kepemilikan yang Menarik
Pada peluncuran ini, VinFast memperkenalkan tiga model e-motorcycle dengan harga OTR Jakarta menggunakan skema Battery Subscription, yakni:
- VinFast Evo: Rp17,5 juta
- VinFast Feliz II: Rp18,5 juta
- VinFast Viper: Rp22 juta
Selain menawarkan harga yang kompetitif, VinFast juga menghadirkan berbagai program kepemilikan untuk memberikan nilai tambah bagi konsumen. Selama periode peluncuran, pemilik VinFast e-motorcycle berhak menikmati layanan battery swapping gratis selama satu tahun di jaringan publik V-GREEN dengan kuota hingga 20 kali penukaran baterai per bulan untuk setiap kendaraan.
Seluruh model juga didukung garansi hingga 4+2 tahun atau 60.000+12.000 kilometer (mana yang tercapai lebih dahulu), sehingga membantu menekan biaya kepemilikan sekaligus memberikan rasa tenang selama menggunakan kendaraan.
Efisiensi Biaya Sebagai Daya Tarik
VinFast juga mengklaim biaya operasional e-motorcycle VinFast lebih hemat dibandingkan skutik berbahan bakar bensin. Berdasarkan simulasi perusahaan dengan asumsi penggunaan 150 kilometer per hari selama 26 hari kerja, biaya operasional motor bensin diperkirakan mencapai sekitar Rp1 juta per bulan, termasuk konsumsi bahan bakar dan perawatan rutin.
Sementara itu, pengguna VinFast dengan skema battery swapping diperkirakan hanya mengeluarkan biaya sekitar Rp650.000-Rp700.000 per bulan, termasuk biaya penukaran baterai, langganan dua baterai, serta perawatan. Jika pengisian daya lebih banyak dilakukan di rumah, biaya operasional bahkan diklaim dapat ditekan hingga kisaran Rp370.000-Rp400.000 per bulan. Dengan skema tersebut, VinFast memperkirakan pengguna dapat menghemat sekitar 30-35 persen atau setara sekitar Rp4 juta per tahun dibandingkan penggunaan skutik bensin.
Komitmen Jangka Panjang untuk Mobilitas Hijau
Melalui peluncuran tiga model sekaligus, pembukaan 20 dealer resmi, serta pengembangan jaringan battery swapping dan layanan purnajual, VinFast menegaskan komitmen jangka panjangnya untuk membangun ekosistem mobilitas hijau yang semakin mudah diakses masyarakat Indonesia.
Bagi Anda yang ingin mengetahui spesifikasi lebih lengkap, melihat langsung jajaran VinFast e-motorcycle, atau mengikuti sesi test ride dapat mengunjungi dealer resmi VinFast maupun situs resmi VinFast Indonesia.
Tinggalkan Balasan