Antre 7 Jam, Sopir Tega Tikam Rekan di SPBU

Insiden Penikaman di SPBU Makassar Akibat Perselisihan Antrean Solar Subsidi

Sebuah insiden penikaman terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Kejadian ini berawal dari perselisihan antara dua sopir kendaraan niaga yang berkaitan dengan antrean solar bersubsidi. Insiden tersebut terjadi di SPBU 74.902.88, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Biringkanaya, pada Minggu (19/7/2026) sekitar pukul 09.44 Wita.

SPBU yang berada di samping Kampus Universitas Cokroaminoto Makassar itu sering dipadati oleh truk dan bus antardaerah yang mengantre untuk mendapatkan solar bersubsidi. Dalam kejadian ini, korban diketahui bernama AW (30), seorang sopir mobil boks asal Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros. Sementara pelaku adalah MH alias Dg Se’re (31), sopir truk asal Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa.

Menurut Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) Polsek Tamalanrea, Iptu Muhammad Ismail, MH telah mengantre solar sejak pukul 02.30 Wita. Setelah menunggu sekitar tujuh jam, truk yang dikemudikannya akhirnya mendapat giliran mengisi BBM. Namun, saat hendak memasuki jalur pengisian, mobil boks yang dikendarai AW tiba-tiba datang dari arah depan.

“Pada saat tiba giliran pelaku (MH) mengisi bahan bakar, kemudian tiba-tiba datang korban (AW) dari arah depan menempati tempat yang seharusnya ditempati oleh pelaku,” kata Muhammad Ismail dalam keterangan tertulis.

Polisi menyebut AW masuk ke jalur tersebut karena ingin mengisi bahan bakar jenis Dex. MH kemudian meminta AW memindahkan kendaraannya, dan permintaan tersebut sempat dipenuhi. Namun, situasi kembali memanas setelah AW kembali memajukan kendaraannya ke jalur pengisian truk.

“Kemudian pada saat pelaku kembali ke mobilnya, korban justru langsung memajukan mobilnya ke depan jalur pengisian truk besar, sehingga pelaku tersulut emosi dan kembali mendatangi korban,” ujar Ismail.

Perselisihan verbal kembali terjadi ketika MH menegur AW untuk kedua kalinya. Menurut keterangan polisi, korban kemudian melontarkan ucapan yang memicu emosi pelaku. “Korban tidak terima kemudian berkata kasar, ‘Kenapai, dex, dex, dex, erokko?’ (Kenapa, Dex, Dex, Dex, kamu mau?),” kata Ismail.

Polisi menduga MH kehilangan kendali dan mengambil badik yang diselipkan di pinggangnya. “Pelaku tersulit emosi dan langsung mencabut sebilah badik serta menikam korban sebanyak dua kali ke arah badan korban,” ungkap Ismail.

Salah satu tikaman mengenai dada kanan bagian bawah korban, sedangkan tikaman lainnya berhasil ditepis menggunakan tangan. Usai kejadian, korban segera dievakuasi ke RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo Makassar untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara itu, personel Polsek Tamalanrea langsung mengamankan terduga pelaku beserta barang bukti berupa sebilah badik yang diduga digunakan dalam kejadian tersebut.

“Korban langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis, sedangkan pelaku diamankan di Polsek Tamalanrea untuk proses hukum lebih lanjut,” ujar Ismail.

Hingga kini, kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh Polsek Tamalanrea guna mengungkap seluruh rangkaian peristiwa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *