Pengalaman Buruk Pemilik BYD Sealion 7 dengan Shockbreaker yang Patah
Seorang pemilik mobil listrik BYD Sealion 7 bernama Louise Daniella mengungkapkan pengalaman tidak menyenangkan yang dialaminya. Ia mengeluhkan bahwa shockbreaker mobilnya mengalami kerusakan atau patah hanya dalam waktu satu tahun penggunaan. Pengalaman ini membuatnya merasa kecewa dan khawatir terhadap kualitas kendaraan yang ia gunakan.
Louise, seorang makeup artist dan hair stylist asal Jakarta, membeli BYD Sealion 7 secara tunai dengan harga sekitar Rp 650 juta. Mobil tersebut digunakan untuk mendukung aktivitas kerjanya yang cukup padat, seperti perjalanan dari Bekasi, Jakarta hingga Tangerang. Menurutnya, penggunaan mobil dilakukan secara normal tanpa melakukan aksi ekstrem atau berkendara dengan kecepatan tinggi.
Masalah muncul ketika Louise sedang menuju lokasi shooting. Saat itu, ia berhenti sejenak untuk membeli bubur dan ingin memarkirkan mobil. Namun, saat mencoba memarkirkan kendaraan, mobil mengeluarkan suara yang sangat keras, yaitu bunyi kretek-kretek. Suara tersebut terdengar jelas meskipun mobil hanya digerakkan sedikit untuk meluruskan posisi parkir.
Karena khawatir akan kerusakan yang lebih parah, Louise memutuskan untuk tidak menggunakan mobil tersebut lagi. Ia memesan transportasi online agar tetap bisa sampai di lokasi shooting tepat waktu, sementara adiknya menunggu mobil dan menghubungi layanan servis BYD.
Mobil kemudian dievakuasi ke bengkel resmi untuk pemeriksaan lebih lanjut. Hasil pengecekan menunjukkan bahwa shockbreaker mobil mengalami kerusakan atau patah. Louise mengungkapkan rasa kaget dan kecewanya karena komponen tersebut rusak hanya dalam waktu setahun penggunaan. Ia juga menyebut bahwa dirinya sempat meminta foto bagian yang patah, namun tidak diperbolehkan oleh pihak bengkel.
Selain itu, Louise mengungkapkan bahwa sejak awal penggunaan, ia beberapa kali merasakan bunyi pada area dashboard, seperti ada komponen yang renggang. Keluhan ini sudah disampaikan saat melakukan servis berkala, namun tidak dianggap berkaitan dengan kerusakan suspensi.
Setelah kejadian ini, Louise mengaku merasa trauma dan khawatir jika insiden serupa terjadi saat kendaraan melaju di jalan tol atau dalam perjalanan jarak jauh. Ia merasa rasa aman dan nyaman saat berkendara belum sepenuhnya kembali.
Pihak dealer dikabarkan telah mengganti shockbreaker sesuai ketentuan garansi. Meski demikian, Louise masih merasa kurang nyaman dan rasa tenang saat berkendara. Bunyi di dashboard mobilnya masih terdengar setelah service pergantian shockbreaker.
Louise menegaskan bahwa unggahan tersebut bukan bertujuan menjatuhkan pihak mana pun, melainkan sebagai bentuk berbagi pengalaman pribadi sekaligus masukan agar aspek kenyamanan dan keamanan pengguna dapat terus ditingkatkan. Ia menyarankan untuk merujuk kronologi lengkap yang telah ia unggah di akun pribadinya.
Tinggalkan Balasan