Baru Sebulan Digunakan, Pemilik BYD Sealion 7 Keluhkan Shockbreaker Patah

Pengalaman Buruk Pengguna BYD Sealion 7 dengan Kerusakan Shockbreaker

Seorang pemilik mobil listrik BYD Sealion 7 bernama Louise Daniella mengungkapkan pengalamannya yang tidak menyenangkan setelah menggunakan kendaraan tersebut selama sekitar satu tahun. Louise, yang merupakan makeup artist dan hair stylist asal Jakarta, membagikan cerita ini melalui akun Instagram pribadinya.

Louise membeli mobil tersebut secara tunai dengan nilai sekitar Rp 650 juta. Selama digunakan, mobil ini menjadi pendukung aktivitas kerjanya yang sangat padat, terutama dalam perjalanan antar kota seperti Bekasi, Jakarta, hingga Tangerang. Ia menjelaskan bahwa penggunaan mobil dilakukan secara normal tanpa kebiasaan ekstrem atau berkendara terlalu cepat.

Masalah muncul ketika Louise sedang menuju lokasi shooting. Saat itu, ia berhenti untuk membeli bubur dan ingin memarkirkan mobil. Tiba-tiba, mobil mengeluarkan suara keras yang membuatnya panik. Suara tersebut masih terdengar meski mobil hanya digerakkan sedikit untuk meluruskan posisi parkir.

Karena khawatir terjadi kerusakan lebih serius, Louise memutuskan untuk menghentikan penggunaan kendaraan. Ia memesan transportasi online agar tetap bisa tiba di lokasi shooting tepat waktu, sementara adiknya menunggu mobil dan menghubungi layanan servis BYD. Mobil kemudian dievakuasi ke bengkel resmi untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Berdasarkan informasi dari hasil pengecekan, ditemukan bahwa shockbreaker mengalami kerusakan (patah). Louise merasa terkejut karena komponen tersebut rusak saat usia kendaraan baru sekitar satu tahun. Ia juga menyebutkan bahwa ia sempat meminta foto bagian yang patah, namun tidak diperbolehkan oleh pihak bengkel.

Louise mengungkapkan kekecewaannya karena selama penggunaan, ia selalu menggunakan mobil dengan hati-hati. Ia juga mengingatkan bahwa beberapa kali sejak awal penggunaan, ia merasakan bunyi pada area dashboard seperti ada komponen yang renggang. Keluhan ini sudah disampaikan saat melakukan servis berkala, namun tidak dianggap berkaitan dengan kerusakan suspensi.

Setelah kejadian tersebut, Louise mengaku merasa trauma dan khawatir jika insiden serupa terjadi saat kendaraan melaju di jalan tol atau dalam perjalanan jarak jauh. Ia merasa cemas akan keselamatan dirinya dan penumpang lain.

Pihak dealer disebut telah mengganti shockbreaker sesuai ketentuan garansi. Namun, Louise mengatakan bahwa rasa aman dan nyaman saat berkendara belum sepenuhnya kembali. Ia juga menyebutkan bahwa bunyi di dashboard mobilnya masih ada setelah service pergantian shockbreaker.

Louise menegaskan bahwa postingan ini tidak bertujuan menjatuhkan pihak mana pun, melainkan sebagai bentuk berbagi pengalaman pribadi sekaligus masukan agar aspek kenyamanan dan keamanan pengguna dapat terus ditingkatkan. Ia menyarankan untuk merujuk kronologi lengkap yang telah ia unggah di akun pribadinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *