Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni menegaskan kepada masyarakat Kabupaten Ponorogo, untuk tidak sembrono dan tetap menaati protokol kesehatan

Silahkan bisa Share di :

 

Ponorogo – Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni menegaskan kepada masyarakat Kabupaten Ponorogo, untuk tidak sembrono dan tetap menaati protokol kesehatan walaupun di Ponorogo tidak ada tambahan kasus Covid-19.

“Jangan sembrono! Tetaplah beraktivitas dan produktif dengan disiplin protokol kesehatan. Hari ini 4 pasien sembuh dan tidak ada tambahan kasus positif,” ungkapnya, Senin (10/8/2020) sore.

Mereka adalah :
– Pasien No. 191 (Ronowijayan, Siman)
– Pasien No. 194 (Kupuk, Bungkal)
– Pasien No. 195 (Singosaren, Jenangan)
– Pasien No. 196 (Munggung, Pulung)

“Warga Ponorogo yang saya cintai, saat ini kita sedang melaksanakan adaptasi kebiasaan baru, dimana kita mulai kembali melakukan aktivitas yang produktif namun tetap aman dari Covid-19, dengan cara merubah perilaku, gaya hidup, dan kebiasaan menjadi lebih memperhatikan protokol kesehatan,” sampai Ipong.

Menurut Ipong, protokol kesehatan menjadi hal yang sangat mendasar yang harus dipahami dan mampu dilaksanakan oleh masyarakat Ponorogo.

“Memang untuk melaksanakan adaptasi kebiasaan baru bukanlah hal yang mudah dan sederhana, namun harus dimulai dengan kesadaran dari diri kita sendiri. Jangan sembrono! Dengan kita disiplin terhadap diri kita sendiri, kita akan menyelamatkan diri kita dan juga orang lain,” tegasnya.

Warga yang terpaksa tetap harus bekerja atau melakukan kegiatan diluar rumah disarankan untuk tidak bersentuhan dengan anggota keluarga sebelum mandi saat kembali ke rumah.

Mencuci pakaian dan masker dengan deterjen. Jangan menggantung pakaian dan masker yang telah dipakai di luar rumah. Serta bersihkan handphone, tas, benda lain yang di bawa dari luar dengan cairan disinfektan.

Hingga Senin (10/8/2020) tercatat, data kasus Covid-19 di Ponorogo total terdapat 2019 kasus, dengan rincian 183 sembuh, 5 meninggal dan 31 pasien masih menjalani perawatan.

Dari total 2019 kasus tersebut dibagi menjadi kelompok kasus, yaitu Gontor Dua 86 pasien (86 sembuh), Riwayat Surabaya 23 (18 sembuh), Temboro 13 (13 sembuh), Ronowijayan Satu 14 (13 sembuh), Ronowijayan Dua 7 (2 sembuh), PPIH Sukolilo 8 (8 sembuh), Panjeng 4 (3 sembuh) dan lainya 65 (40 sembuh).(cici/ex)

Silahkan bisa Share di :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *