Dr. Devie Rahmawati, M, Hum Diskusi Di Kampus Universitas Indonesia, “Angkat Tema Literasi Tangkal Infodemic, Gerakan Mencari Solusi Di Tengah Pandemik

Silahkan bisa Share di :

Dr. Devie Rahmawati, M, Hum Diskusi Di Kampus Universitas Indonesia, “Angkat Tema Literasi Tangkal Infodemic, Gerakan Mencari Solusi Di Tengah Pandemik

Dr. Devie Rahmawati, M, Hum di acara kegiatan Ditmawa dan Program Vokasi Universitas Indonesia Depok Jawa Barat, Jumat 14 Agustus 2020

JAKARTA – Forum Nusantara “Ditmawa dan Program Vokasi Universitas Indonesia (UI) menyelenggarakan kegiatan diskusi bersama Dr.Devie Rahmawati, M, Hum, acara berlangsung Jumat 14 Agustus 2020 Pukul 13.30 Wib, bertempat di gedung pusat kegiatan Mahasiswa UI (Puswiga) Kampus Universitas Indonesia (UI) Depok Jawa Barat, (14/08/2020)

Diskusi yang mengangkat tema, “Literasi Tangkal Infodemic”. Gerakan Mencari Solusi di Tengah Pandemik” ini, menerapkan protokol kesehatan semua peserta yang hadirpun wajib mencuci tangan di tempat yang sudah disediakan, memakai masker dan menjaga jarak duduk antara satu peserta dengan peserta lainnya.
(14/08/2020)

Saat diskusi berlangsung Dr. Devie Rahmawati, M, Hum yang merupakan seorang Dosen di Universitas Indonesia (UI) di Program Vokasi ini, “menyampaikan bahwa, “virus infodemic” bisa menurunkan kepercayaan pada otoritas kesehatan dan juga membuat masyarakat menjadi terlalu sangat percaya diri. “Untuk menangkal ‘virus infodemik’ bisa dilakukan dengan menguatkan literasi kepada masyarakat. Paparnya Devie

 

Para peserta Diskusi Literasi Tangkal Infodemic Gerakan Mencari Solusi Di Tengah Pandemik.

Paparnya lagi di tengah-tengah pandemi COVID-19 ada tantangan “virus” lain yaitu infodemik, yaitu penyebaran berita-berita bohong, yang dapat mendorong masyarakat berperilaku berisiko. Katanya Devie

Katanya lagi sebagai perbandingan, studi di Amerika Serikat (AS) misalnya menemukan bahwa sekitar 13 persen masyarakat AS yang percaya bahwa COVID-19 itu “hoaks” dan 49 persen itu rekayasa manusia, “fakta obyektif ini menunjukkan bahwa “virus infodemik” ini juga menjangkiti masyarakat di negara maju,” kata Devie

Devi menambahkan sebagai contoh lain lagi di AS, “di mana ada seorang penulis intelektual ternama, dari lulusan universitas ternama, mempercayai bahwa COVID-19 adalah “hoaks”, artinya “virus infodemik” ini dapat menerpa siapapun.

Studi di barat tentang respon masyarakat di tengah – tengah krisis, seperti bencana alam, kesehatan dan lainnya menunjukkan bahwa biasanya terbentuk empat pola masyarakat yaitu patuh, pengikut, petualangan dan pemberontak.

Jumlah masyarakat yang masuk dalam kategori pemberontak, yang tidak mau mematuhi atau menolak upaya-upaya menuju perbaikan dari krisis sekitar 10-20 persen paling tinggi. Jumlah ini tentu saja tidak dapat dipandang biasa.

Mengapa infodemik dapat menyebar dengan luas, menurut dia, dari rangkuman studi-studi yang dilakukan ada beberapa faktor yang menyebabkan hal tersebut bila diasumsikan terdapat 10 persen saja dari 270 juta masyarakat Indonesia yang tidak taat pada protokol kesehatan, maka berpotensi ada sekitar 27 juta orang yang akan dengan percaya diri melakukan aktivitas berisiko di tengah pandemi ini. Ungkap Devie

Ungkapnya lagi masyarakat yang masuk dalam kategori “pemberontak” ini, kata dia, dapat berasal dari individu dengan latar belakang suku, ras, agama, pendidikan dan ekonomi yang beragam. Paparnya Dr. Devie Rahmawati. M. Hum

 

Dr. Devie Rahmawati, M, Hum, bersama Eunike Amy (PIC Acara) saat acara diskusi bertema Literasi Tangkal Infodemic, Gerakan mencari solusi ditengah pandemik, di kampus Universitas Indonesia Depok Jawa Barat Jumat 14 Agustus 2020. Foto Dok Guntur Media Forum Nusantara Jakarta. (14/08/2020)

Acara berlangsung hangat, berjalan sukses dan lancar, dan diakhir acara “Eunike Amy, selaku PIC acara mengajak kepada seluruh peserta untuk semua berdiri dan serentak meneriakan yel – yel, “Mari Kita Cegah Penyebaran Virus Corona… Utamakan Protokol Kesehatan, sambil memegang bendara merah putih.

Eunike Amy, menyampaikan kepada awak media Forum Nusantara, sesaat setelah acara berakhir, bahwa dirinya sangat berharap kepada semua rekan-rekan jurnalis untuk ikut mensosialisasikan istilah baru yaitu : VDJ (Ventilasi Durasi Jarak) dalam beraktivitas di dalam ruangan, dan juga semakin giat menulis berita tentang info-info pencegahan, penyebaran COVID-19 berdasarkan anjuran pemerintah dan para pakar kesehatan yang jelas dan terpercaya dan yang bisa dipertanggung jawabkan. Pungkas Eunike Amy

GUNTUR

Untuk informasi lebih lanjut terkait Timur Jaya Promo Pabrik Jam Dinding silahkan klik link berikut dibawah ini :

http://www.pabrikjamdinding.com

 


Silahkan bisa Share di :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *