Bangko, Forumnusantaranews.com-
Tim evaluator UNESCO Global Geopark dibuat takjub oleh kekayaan geologi Geopark Merangin saat menyusuri Desa Air Batu, Kecamatan Renah Pembarap, Selasa (11/8/2026).
Menggunakan perahu karet dari Air Batu menuju objek wisata Mengkarang, dua evaluator dunia itu melihat langsung jejak bumi berusia ratusan juta tahun yang terbentang di sepanjang Sungai Merangin.
Prof. Dr. Yongmun Jeon dari (Jeju Island UNESCO Global Geopark, Korea Selatan) dan Mr. Nicolas Klee dari (Monts D’Ardèche UNESCO Global Geopark, Prancis) disuguhkan panorama geologi langka.
Di tebing sungai, mereka menemukan fosil batang pohon membatu (Araucarioxylon) dan fosil pakis purba (Pecopteris) yang tertanam tegak akibat erupsi gunung berapi purba.
Di Formasi Mengkarang, keduanya juga melihat fosil fauna laut seperti kerang, brakiopoda, dan krinoid.
“Kekayaan alam ini harus dilestarikan dengan baik. Sayangnya tak banyak informasi yang tersedia,” kata Prof. Yongmun Jeon melalui penerjemah Lukman dari Balai Bahasa Provinsi Jambi.
Prof. Yongmun menilai situs bumi Merangin memiliki nilai warisan dunia yang luar biasa. Namun ia menyayangkan masih minimnya informasi edukatif yang ramah bagi generasi muda dan wisatawan awam.
Ia mendorong Pemerintah Kabupaten Merangin mengemas sejarah geologi tersebut ke dalam bahasa yang lebih mudah dicerna.
“Pemerintah bisa membuat buku cerita bergambar untuk anak-anak dengan bahasa yang mudah dimengerti. Jadi, saat ada kunjungan anak-anak, buku itu bisa menjadi media pembelajaran sekaligus memicu minat baca. Anak-anak dan masyarakat umum jadi paham bagaimana proses terbentuknya kekayaan geologi ini,” lanjutnya.
Senada dengan Yongmun, Nicolas Klee menegaskan potensi Geopark Merangin jangan hanya berhenti sebagai objek wisata pemandangan semata.
“Kekayaan geologi ini adalah sumber ilmu pengetahuan yang luar biasa. Sayangnya, belum banyak masyarakat umum yang menyadarinya. Kebanyakan berkunjung hanya karena keindahan alam, bukan karena nilai sejarah geologinya. Pemkab Merangin harus mengambil langkah-langkah edukatif bagi masyarakat luas,” tegas Nicolas.
Kedua evaluator berharap, dengan pendekatan edukasi yang kreatif, Geopark Merangin tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga menjadi laboratorium alam terbuka yang membanggakan dan mendidik.(*)


Tinggalkan Balasan