Gerakan Qurban Peduli Negeri Berupaya Mengatasi Ketimpangan Distribusi Makanan
Ketimpangan dalam distribusi daging kurban antara kota besar dan wilayah yang sedang menghadapi krisis kembali menjadi perhatian utama. Di tengah kelebihan pasokan di perkotaan, jutaan warga di daerah konflik dan pelosok masih kesulitan mendapatkan akses terhadap pangan bergizi. Laporan dari Food and Agriculture Organization (FAO) dan World Food Programme (WFP) menunjukkan bahwa akses terhadap protein hewani masih menjadi kemewahan yang sulit diraih oleh masyarakat di zona konflik dan daerah terdampak bencana.
Dari situasi ini, sebuah gerakan kurban dengan pendekatan baru lahir, yang bertujuan untuk memberikan manfaat sosial hingga ke tingkat global. Dalam acara Qurban Peduli Negeri (QPN) 2026, Direktur Utama Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) DT Peduli, Jajang Nurjaman, menyampaikan bahwa tahun ini akan berbeda. Yang sebelumnya bersifat lokal, kini akan bergerak ke skala internasional.
Dia menjelaskan bahwa lembaganya kini memposisikan diri sebagai jembatan yang menghubungkan kekuatan umat Muslim di Indonesia dengan mereka yang membutuhkan di seluruh dunia. “Lokal kita akan kuatkan, nasional kita akan luaskan, dan internasional, kita juga akan masuk ke level tersebut. Ini adalah upaya penguatan peradaban,” tambah Jajang Nurjaman.
Keberanian DT Peduli untuk meluaskan sayap pada 2026 ini memiliki dasar yang kuat. Dalam QPN 2025, sebanyak 184.844 jiwa telah merasakan manfaat dari 577 ekor sapi, 3.290 ekor domba, dan 60 ekor unta. Jejak kebaikan tersebut tersebar di 1.439 titik tebar yang mencakup 34 provinsi di Indonesia, bumi Gaza di Palestina, hingga kamp pengungsian di Yordania. Angka tersebut menjadi pijakan untuk melangkah lebih jauh demi dampak dan keberkahan yang lebih luas.
Tahun ini, target sebaran manfaat melonjak drastis. Di dalam negeri, daging kurban dipastikan akan menyapa masyarakat di seluruh penjuru Nusantara, tepatnya di 38 provinsi. Sementara di kancah internasional, jangkauan diperluas hingga lebih dari 30 negara di kawasan Asia, Afrika, Timur Tengah, hingga Amerika dan Eropa.
Negara-negara yang tengah dirundung duka dan kemiskinan seperti Yaman, Suriah, Somalia, Uganda, dan Sudan menjadi prioritas. Selain itu, syiar qurban juga akan menyentuh komunitas Muslim di Thailand, Kamboja, Laos, Myanmar, Vietnam, Filipina, Timor Leste, Korea Selatan, China, Sri Lanka, India, Bangladesh, Afghanistan, Suriah, Lebanon, Turki, Jerman, Spanyol, Prancis, Australia, Selandia Baru, Papua Nugini, Tiongkok, Rusia, hingga Amerika Serikat.
Ketua Pelaksana Qurban Impact Iwan Firmansyah menjelaskan bahwa filosofi Impact yang dibawa tahun ini memiliki makna jangkauan kebermanfaatan yang lebih masif. Aksi ini dirancang agar setiap amanah dipastikan sampai kepada mereka yang paling membutuhkan. “Qurban Impact ini bukan hanya sekadar pendistribusian, tapi ini bisa memberikan manfaat secara luas, secara global, kemudian kebermanfaatannya lebih luas lagi. Awalnya hanya cabang saja ditambah Indonesia timur, namun tahun ini pasti 38 provinsi dan 30 negara. Kita jaga keikhlasan dari awal hingga akhir,” jelas Iwan.
Iwan menambahkan bahwa akan menjangkau kelompok-kelompok rentan, mulai dari warga di pelosok yang jarang tersentuh bantuan, para mualaf yang sedang menguatkan iman, hingga saudara-saudara yang tertindas di wilayah konflik. Ini adalah momen untuk terhubung (connect), peduli (care), dan berbagi (share) tanpa sekat batas negara.
Tinggalkan Balasan