Ketua Umum GANMN Dorong Penguatan Kaderisasi pada Darul Arqam Madya dan Pelatihan Instruktur Dasar Nasional PC IMM Kota Bandar Lampung

ForumNusantaranews.com Bandar Lampung, 29 Juli 2026 – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kota Bandar Lampung resmi membuka kegiatan Darul Arqam Madya (DAM) dan Pelatihan Instruktur Dasar (PID) Nasional Tahun 2026 pada Rabu (29/7/2026) di Asrama Haji Kota Bandar Lampung. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda kaderisasi nasional yang bertujuan memperkuat kapasitas kepemimpinan, keilmuan, dan kemampuan instruktur kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).

Pembukaan kegiatan berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah tokoh dari berbagai unsur pemerintahan, organisasi, dan legislatif. Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Umum GANMN, DR. Hj. Anita Putri, M.Pd, Asisten II Pemerintah Kota Bandar Lampung, Perwakilan Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung, Niki Saputra, serta Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandar Lampung. Kehadiran para tamu undangan menunjukkan dukungan terhadap upaya pengembangan kualitas sumber daya manusia melalui proses kaderisasi mahasiswa.

Kegiatan Darul Arqam Madya (DAM) dan Pelatihan Instruktur Dasar (PID) Nasional diikuti oleh 44 peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Para peserta merupakan kader terbaik IMM yang telah melalui proses seleksi di masing-masing wilayah untuk mengikuti jenjang kaderisasi tingkat nasional.

Adapun peserta berasal dari enam provinsi, yaitu Sumatera Utara, Banten, Sumatera Selatan, Bengkulu, Jawa Tengah, dan Lampung. Keberagaman asal daerah peserta menjadi cerminan semangat persatuan dan kolaborasi antar kader IMM dalam memperkuat peran organisasi sebagai gerakan mahasiswa Islam yang berlandaskan nilai-nilai keilmuan, keagamaan, dan kemasyarakatan.

Ketua PC IMM Kota Bandar Lampung, Arif, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Darul Arqam Madya dan Pelatihan Instruktur Dasar merupakan bagian penting dari proses pembentukan karakter kader yang memiliki kapasitas intelektual, spiritual, dan kepemimpinan. Menurutnya, kaderisasi bukan hanya menjadi agenda rutin organisasi, tetapi merupakan investasi jangka panjang dalam mencetak generasi pemimpin yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Arif berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperluas wawasan, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, memperkuat nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan, serta membangun jejaring antarkader dari berbagai daerah di Indonesia.

“Melalui kegiatan Darul Arqam Madya dan Pelatihan Instruktur Dasar Nasional ini, kami berharap output yang dihasilkan adalah meningkatnya keilmuan para peserta. Mereka tidak hanya menjadi kader yang memiliki pemahaman organisasi yang baik, tetapi juga memiliki kemampuan analisis, kepemimpinan, dan komunikasi yang dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Arif.

Ia menambahkan bahwa kader IMM di masa mendatang diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan. Peran tersebut diwujudkan melalui penyampaian gagasan, kritik yang konstruktif, serta saran yang solutif terhadap berbagai kebijakan publik demi kepentingan masyarakat luas.

“Mahasiswa memiliki tanggung jawab moral sebagai agen perubahan. Oleh karena itu, kami berharap para peserta setelah mengikuti DAM dan PID Nasional mampu menjadi mitra strategis pemerintah yang tidak hanya memberikan kritik, tetapi juga menawarkan solusi dan rekomendasi yang membangun bagi kemajuan daerah maupun bangsa,” lanjutnya.

Selama pelaksanaan kegiatan, para peserta akan mengikuti berbagai materi yang dirancang untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan, kemampuan instruksional, wawasan kebangsaan, ideologi Muhammadiyah, manajemen organisasi, komunikasi publik, hingga penguatan nilai-nilai keislaman. Selain sesi kelas, peserta juga akan mengikuti diskusi kelompok, studi kasus, simulasi pelatihan, dan praktik penyampaian materi sebagai bekal menjadi instruktur kader di daerah masing-masing.

Darul Arqam Madya merupakan jenjang kaderisasi yang bertujuan membentuk kader IMM yang memiliki kedalaman pemahaman ideologi, kemampuan berpikir ilmiah, serta kesiapan menjadi pemimpin organisasi. Sementara itu, Pelatihan Instruktur Dasar difokuskan pada pengembangan kompetensi peserta dalam merancang, mengelola, dan menyampaikan proses pelatihan kader secara sistematis dan efektif.

Melalui kombinasi kedua kegiatan tersebut, peserta diharapkan tidak hanya memiliki kapasitas sebagai kader intelektual, tetapi juga mampu menjadi fasilitator dan instruktur yang akan melahirkan kader-kader berkualitas di berbagai daerah.

Kehadiran peserta dari berbagai provinsi juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan memperluas kolaborasi antarwilayah. Pertukaran pengalaman organisasi, budaya, dan gagasan diharapkan mampu memperkaya perspektif peserta dalam menghadapi tantangan bangsa yang semakin kompleks.

Selain menjadi forum kaderisasi, kegiatan ini juga menjadi ruang dialog antara mahasiswa dengan berbagai pemangku kepentingan. Kehadiran unsur pemerintah, legislatif, penyelenggara pemilu, dan organisasi masyarakat diharapkan mampu membangun sinergi dalam menciptakan generasi muda yang aktif, kritis, inovatif, dan bertanggung jawab terhadap pembangunan nasional.

PC IMM Kota Bandar Lampung berharap pelaksanaan Darul Arqam Madya dan Pelatihan Instruktur Dasar Nasional Tahun 2026 dapat menjadi momentum lahirnya kader-kader unggul yang mampu mengintegrasikan nilai keislaman, keilmuan, dan kemanusiaan dalam setiap pengabdian kepada masyarakat. Dengan bekal pengetahuan, keterampilan, dan jejaring yang diperoleh selama kegiatan, para peserta diharapkan dapat menjadi penggerak perubahan di lingkungan masing-masing sekaligus berkontribusi dalam mewujudkan pembangunan yang partisipatif dan berkeadilan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *