Motor listrik nasional membutuhkan ekosistem yang siap dan kuat



JAKARTA – Rencana pemerintah untuk meluncurkan motor listrik nasional dalam beberapa pekan ke depan mendapat apresiasi dari berbagai pelaku industri. Namun, Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menegaskan bahwa keberhasilan pengembangan kendaraan listrik roda dua tidak hanya bergantung pada peluncuran produk, tetapi juga pada kematangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

Ketua Bidang Komersial AISI Yosef Utama menyampaikan bahwa pihaknya mendukung setiap langkah pemerintah dalam memperkuat industri otomotif nasional. Meski demikian, AISI masih menunggu informasi lebih rinci mengenai konsep dan pengembangan motor listrik nasional tersebut.

“Kami menyambut baik setiap upaya pemerintah untuk memperkuat industri otomotif nasional. Secara garis besar kami masih menunggu lebih lengkapnya informasi terkait motor listrik nasional,” ujar Yosef kepada sumber yang tidak disebutkan nama.

Menurut Yosef, pasar sepeda motor listrik di Indonesia saat ini masih berada dalam tahap perkembangan. Penerimaan masyarakat terhadap kendaraan listrik roda dua terus meningkat seiring dengan meningkatnya kebutuhan mobilitas serta berkembangnya ekosistem kendaraan listrik.

Ia menilai pertumbuhan pasar motor listrik akan berlangsung secara bertahap, didorong oleh meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap aspek keberlanjutan, inovasi teknologi, serta pembangunan infrastruktur pendukung.

“Ke depan, sepeda motor listrik memiliki potensi yang positif sebagai salah satu pilihan mobilitas masyarakat Indonesia,” katanya.

Yosef menambahkan, AISI akan terus mendukung kebijakan pemerintah melalui penyediaan solusi mobilitas yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Kami menghormati setiap kebijakan pemerintah dan akan terus berkontribusi melalui penyediaan solusi mobilitas yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia,” imbuhnya.

Di sisi lain, pengamat otomotif Bebin Djuana menilai peluncuran motor listrik nasional dapat menjadi momentum memperkuat industri otomotif dalam negeri. Namun, ia mengingatkan bahwa pembangunan industri tidak cukup hanya mengandalkan insentif maupun subsidi.

“Untuk mengembangkan sebuah industri bukan hanya diperlukan skema insentif atau subsidi, tetapi juga konsistensi peraturan yang ada,” ujar Bebin.

Menurut Bebin, industri manufaktur kendaraan membutuhkan investasi besar dan waktu panjang untuk membangun kapasitas produksi, memperdalam teknologi, serta mengembangkan jaringan distribusi. Karena itu, kepastian regulasi menjadi faktor penting yang dipertimbangkan investor.

Ia menilai pemerintah perlu menjaga konsistensi kebijakan selama 10 hingga 15 tahun agar pelaku industri memiliki kepastian dalam berinvestasi.

“Kalau konsistensi kebijakan tidak bisa dipertahankan 10-15 tahun, pabrik mana yang mau berinvestasi? Siapa yang mau mengembangkan industri dan melakukan pendalaman teknologi?” katanya.

Selain itu, Bebin menilai pengembangan motor listrik nasional tidak boleh hanya berfokus pada pasar di Pulau Jawa. Menurutnya, jaringan distribusi dan layanan purnajual harus mampu menjangkau seluruh Indonesia, mulai dari Sabang hingga Merauke.

Ia juga mengingatkan pemerintah tidak perlu terburu-buru menguasai seluruh rantai pasok kendaraan listrik. Proses pendalaman teknologi dan peningkatan kandungan lokal, menurutnya, perlu dilakukan secara bertahap melalui kolaborasi dengan produsen global.

Bebin menambahkan, industri otomotif Indonesia yang telah berkembang hampir setengah abad sebenarnya telah memiliki basis manufaktur komponen yang cukup kuat, mulai dari ban, velg, komponen plastik hingga komponen berbahan karet. Kapabilitas tersebut dinilai dapat terus dikembangkan seiring pertumbuhan industri kendaraan listrik.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan Indonesia akan segera memiliki motor listrik nasional hasil karya anak bangsa. Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri Panen Raya TNI dalam Mendukung Program Ketahanan Pangan di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).

“Sebentar lagi kita sudah punya motor nasional. Saya akan launching beberapa minggu ini motor listrik nasional,” ujar Prabowo.

Prabowo berharap kehadiran motor listrik nasional dapat dimanfaatkan masyarakat, termasuk petani, untuk menunjang aktivitas sehari-hari sekaligus mempercepat adopsi kendaraan listrik di dalam negeri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *