Program BERDAYA: Pelatihan Penggerak Olahraga Disabilitas untuk Membangun Ekosistem yang Inklusif
Program BERDAYA, yang merupakan pelatihan Training of Trainers (ToT) Penggerak Olahraga Disabilitas, telah diresmikan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku olahraga disabilitas di berbagai daerah agar mampu membina potensi atlet muda. Program ini dilaksanakan selama tiga hari, mulai dari Minggu (10/5/2026) hingga Selasa (12/5/2026), dengan lokasi di Pusat Pelatihan Paralimpiade Indonesia (PPPI) Delingan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, serta Hotel Solia Zigna, Solo.
Peserta Terpilih dari 29 Provinsi
Sebanyak 200 peserta yang terdiri dari pelaku olahraga disabilitas dari 29 provinsi mengikuti program ini. Para peserta ini dipilih karena memiliki potensi besar dalam bidang olahraga. Selama tiga hari pelatihan, mereka diberikan berbagai materi yang relevan dengan pengembangan kepelatihan olahraga disabilitas. Setelah selesai, peserta juga diberikan akses ke sistem pembelajaran digital (Learning Management System) untuk memperdalam ilmu yang telah didapat atau melakukan pembaruan pengetahuan.
Peran Penting NPC Indonesia
Ketua Umum National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, Senny Marbun, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Kemenpora dalam meluncurkan program ini. Menurutnya, olahraga disabilitas di Indonesia masih memiliki potensi besar untuk berkembang. Meskipun saat ini sudah banyak prestasi yang diraih, tantangan utama tetap terletak pada pembangunan kesadaran akan akses dan kesempatan yang merata bagi penyandang disabilitas.
Senny menekankan bahwa program ini sangat strategis bagi NPC Indonesia. Ia menilai bahwa perhatian pemerintah terhadap olahraga disabilitas semakin meningkat, sehingga memberikan peluang bagi atlet berprestasi untuk memiliki kehidupan yang lebih baik. Ia juga mengajak para peserta ToT untuk bekerja keras dan aktif di daerah masing-masing, karena masih banyak anak-anak disabilitas yang memiliki potensi besar namun belum mendapatkan pembinaan yang tepat.
Program Berkelanjutan dan Dukungan Teknologi
Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Erick Thohir, menjelaskan bahwa program ToT Penggerak Olahraga Disabilitas tidak hanya sekali dilakukan, tetapi akan dilanjutkan secara berkelanjutan. Tujuannya adalah untuk menciptakan banyak atlet yang dapat dibina dengan bantuan pelatih yang memahami cara melahirkan atlet berprestasi. Ia juga menyebutkan bahwa jumlah pelatih akan terus ditingkatkan setiap tahun, karena semakin banyak pelatih maka semakin besar peluang untuk menghasilkan atlet yang lebih banyak.
Erick Thohir juga menyampaikan bahwa jumlah penduduk disabilitas di Indonesia mencapai 22,9 juta jiwa, dengan sekitar 11 persen di antaranya gemar berolahraga. Oleh karena itu, program ini menjadi bagian penting dalam upaya mengembangkan olahraga disabilitas bersama NPC Indonesia.
Dukungan Aplikasi JAGAIN
Untuk mempermudah proses pencarian dan pengembangan atlet, NPC Indonesia bekerja sama dengan Kemenpora RI menggunakan aplikasi bernama JAGAIN. Aplikasi ini dirancang untuk mendata atlet yang aktif maupun pensiun di seluruh Indonesia. Selain itu, aplikasi ini juga memungkinkan pengawasan terhadap program-program dari kepengurusan provinsi NPC Indonesia.
JAGAIN pertama kali diperkenalkan oleh Reda Manthovani, Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejaksaan Agung RI, saat acara rapat kerja nasional NPC Indonesia. Dalam acara ToT Penggerak Olahraga Disabilitas, ia menjelaskan bahwa sistem database ini akan memudahkan pemantauan perkembangan atlet di berbagai daerah. Selain itu, metode pelatihan jarak jauh juga tersedia, sehingga pelatihan di daerah bisa terhubung langsung dengan NPC Indonesia. Hal ini memungkinkan pelatih dan ketua umum untuk memantau perkembangan atlet disabilitas secara real-time.
Tinggalkan Balasan