NTB Masih Hujan Meski El Nino Meningkat

Prediksi BMKG: Wilayah NTB Masih Berpotensi Diguyur Hujan Meski El Nino Mulai Menguat

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan prediksi terkini mengenai kondisi cuaca di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Menurut laporan tersebut, sebagian besar wilayah NTB masih berpotensi mengalami hujan meskipun fenomena El Nino mulai memperkuat diri menuju tingkat moderat pada akhir bulan Mei 2026.

Prediksi Curah Hujan yang Tinggi

Dalam pernyataannya, prakirawan Stasiun Klimatologi BMKG NTB, Nindya Kirana, menyebutkan bahwa pada periode 21 hingga 31 Mei 2026, terdapat peluang hujan dengan intensitas lebih dari 50 milimeter per dasarian sebesar 50 hingga 80 persen. Prediksi ini berlaku hampir di seluruh wilayah NTB.

Selain itu, ada kemungkinan hujan dengan intensitas lebih dari 100 milimeter per dasarian sebesar 10 hingga 40 persen terjadi di beberapa daerah seperti Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Utara, Lombok Timur, Sumbawa Barat, dan Bima.

Kondisi Iklim Secara Umum

BMKG juga mencatat bahwa Indian Ocean Dipole (IOD) saat ini berada dalam kategori netral dengan indeks -0.099. Diperkirakan IOD akan beralih ke kondisi positif mulai Juli 2026. Sementara itu, ENSO atau El Nino Southern Oscillation saat ini berada dalam kategori lemah dengan indeks anomali suhu muka laut Nino 3.4 sebesar +0,97.

Kondisi ini diperkirakan berkembang menjadi El Nino moderat pada periode Mei-Juni-Juli 2026. Nindya menjelaskan bahwa aliran massa udara di sebagian besar Indonesia didominasi oleh angin timuran. Belokan dan pertemuan angin terlihat di wilayah sekitar garis ekuator.

Kondisi Laut dan Angin Musim

Anomali suhu muka laut di sebagian besar perairan Indonesia dalam kondisi normal hingga hangat. Selain itu, MJO (Madden-Julian Oscillation) berada dalam kondisi aktif di fase 2 (Indian Ocean), dan diprediksi akan berangsur menjadi tidak aktif.

Secara spasial, beberapa gelombang atmosfer diprediksi aktif di wilayah Indonesia mulai pertengahan Mei 2026.

Fase Transisi Musim Hujan dan Kemarau

Meskipun sebagian wilayah NTB mulai memasuki musim kemarau, beberapa daerah lainnya masih berada dalam fase transisi dari musim hujan menuju musim kemarau. Pada pertengahan Mei 2026, curah hujan secara umum berada dalam kategori rendah hingga menengah.

Pos Hujan Lenek Duren di Kabupaten Lombok Timur mencatat curah hujan tertinggi dengan angka mencapai 218 milimeter per dasarian. Sementara itu, hari tanpa hujan berturut-turut secara umum masih berada dalam kategori sangat pendek hingga menengah. Pos Hujan Dongo di Kabupaten Bima mencatat hari tanpa hujan terpanjang selama 19 hari.

Imbauan untuk Masyarakat

Nindya mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan hujan yang masih terjadi guna mengantisipasi kekeringan yang biasanya terjadi pada musim kemarau. Dengan mempersiapkan diri sejak dini, masyarakat dapat mengurangi dampak negatif dari cuaca yang berubah-ubah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *