Jambi, Forumnusantaranews.com-
Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi mengikuti Workshop Tata Kelola Keuangan Pemerintah Daerah melalui Creative Financing terhadap Pengaruh Efisiensi Tahun 2026, Jumat (3/7/2026). Kegiatan digelar di Rumah Dinas Wali Kota Jambi.
Workshop diikuti langsung Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A, serta kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemkot Jambi. Hadir sebagai narasumber Wakil Menteri Dalam Negeri (WAMENDAGRI) Dr. Akmad Wiyagus, S.I.K., M.Si., M.M., dan Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (WAMENPORA) Taufik Hidayat.
Wali Kota Maulana menyambut baik terselenggaranya workshop bersama Wakil Menteri Kabinet Merah Putih.
“Sejak awal kami dilantik bersama Pak Wakil Wali Kota, fokus kami bagaiman memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk memikirkan pembangunan. Yang masih banyak belum terkelola secara baik, khususnya dari aspek pajak, seperti pajak restoran, perhotelan, BPHTB, hingga PBB,” ujarnya.
“Berkaitan dengan itu kami juga banyak mengalami kebijakan seperti pada BPHTB yang alhamdulilah berdampak positif dan mengalami pendapatan,” lanjutnya.
Maulana menyebut tata kelola keuangan yang baik berdampak pada peningkatan PAD Kota Jambi secara signifikan.
“Sepanjang sejarah Kota Jambi tidak pernah APBD secara total melebihi 2 triliun, alhamdulilah di tahun 2025 tercapai dan itu tercapai melalui PAD,” sebutnya.
Ia menyampaikan Pemkot Jambi telah melakukan study tiru ke berbagai daerah.
“Kami juga sedang belajar dengan Pemerintah Pekanbaru agar bagaimana pajak-pajak dari sektor hak milik jalan yang berasal dari tiang-tiang jaringan telekomunikasi. Mudah-mudahan terus mengalami peningkatan,” ucap Maulana.
Wali Kota juga menyoroti potensi pajak melalui sport tourism. Ia meminta dukungan Wamenpora untuk infrastruktur olahraga.
“Mumpung ada pak Wamenpora kami meminta dukungan infrastruktur, seperti fasilitas Gedung Olahraga (GOR) yang memadai. Karena selama ini GOR yang dipakai milik Pemerintah Provinsi,” pungkas Wali Kota Maulana.
WAMENDAGRI Dr. Akmad Wijayagus menegaskan Pusat dan Daerah harus bersinergi melalui Creative Financing.
“Jadi melalui Creative Finacing ini agar bagaimana kita bisa memberikan kemakmuran bagi rakyat dengan partisipasi aktif bersama masyarakat yang menjadi tugas dan fungsi utama,” tekannya.
“Ditengah efisiensi, Kepala Daerah emang dituntut harus bisa mengimplementasikan bagaimana adaptif leadership, dengan memanfaatkan program-program yang sejalan dengan Pemerintah Pusat,” singkatnya.(Nic/Tat)
Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi mengikuti Workshop Tata Kelola Keuangan Pemerintah Daerah melalui Creative Financing terhadap Pengaruh Efisiensi Tahun 2026, Jumat (3/7/2026). Kegiatan digelar di Rumah Dinas Wali Kota Jambi.
Workshop diikuti langsung Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A, serta kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemkot Jambi. Hadir sebagai narasumber Wakil Menteri Dalam Negeri (WAMENDAGRI) Dr. Akmad Wiyagus, S.I.K., M.Si., M.M., dan Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (WAMENPORA) Taufik Hidayat.
Wali Kota Maulana menyambut baik terselenggaranya workshop bersama Wakil Menteri Kabinet Merah Putih.
“Sejak awal kami dilantik bersama Pak Wakil Wali Kota, fokus kami bagaiman memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk memikirkan pembangunan. Yang masih banyak belum terkelola secara baik, khususnya dari aspek pajak, seperti pajak restoran, perhotelan, BPHTB, hingga PBB,” ujarnya.
“Berkaitan dengan itu kami juga banyak mengalami kebijakan seperti pada BPHTB yang alhamdulilah berdampak positif dan mengalami pendapatan,” lanjutnya.
Maulana menyebut tata kelola keuangan yang baik berdampak pada peningkatan PAD Kota Jambi secara signifikan.
“Sepanjang sejarah Kota Jambi tidak pernah APBD secara total melebihi 2 triliun, alhamdulilah di tahun 2025 tercapai dan itu tercapai melalui PAD,” sebutnya.
Ia menyampaikan Pemkot Jambi telah melakukan study tiru ke berbagai daerah.
“Kami juga sedang belajar dengan Pemerintah Pekanbaru agar bagaimana pajak-pajak dari sektor hak milik jalan yang berasal dari tiang-tiang jaringan telekomunikasi. Mudah-mudahan terus mengalami peningkatan,” ucap Maulana.
Wali Kota juga menyoroti potensi pajak melalui sport tourism. Ia meminta dukungan Wamenpora untuk infrastruktur olahraga.
“Mumpung ada pak Wamenpora kami meminta dukungan infrastruktur, seperti fasilitas Gedung Olahraga (GOR) yang memadai. Karena selama ini GOR yang dipakai milik Pemerintah Provinsi,” pungkas Wali Kota Maulana.
WAMENDAGRI Dr. Akmad Wijayagus menegaskan Pusat dan Daerah harus bersinergi melalui Creative Financing.
“Jadi melalui Creative Finacing ini agar bagaimana kita bisa memberikan kemakmuran bagi rakyat dengan partisipasi aktif bersama masyarakat yang menjadi tugas dan fungsi utama,” tekannya.
“Ditengah efisiensi, Kepala Daerah emang dituntut harus bisa mengimplementasikan bagaimana adaptif leadership, dengan memanfaatkan program-program yang sejalan dengan Pemerintah Pusat,” singkatnya.(Nic/Tat)
Tinggalkan Balasan