Jambi, Forumnusantaranews.com-
Kompetisi kepemimpinan Partai Demokrat Provinsi Jambi resmi dimulai. Muhammad Zen menjadi salah satu kandidat yang telah memastikan maju pada Musyawarah Daerah (Musda) V DPD Partai Demokrat Provinsi Jambi periode 2026–2031, setelah menyerahkan berkas pendaftaran Jumat sore (3/7/2026).
Muhammad Zen hadir didampingi kekuatan basis dari daerah. Sejumlah Ketua DPC Partai Demokrat kabupaten/kota serta pengurus organisasi sayap partai tampak mendampingi. Mereka di antaranya Ketua DPC Demokrat Muaro Jambi Asnawi Rivai, Ketua DPC Demokrat Tanjung Jabung Timur Saipudin, Ketua DPC Demokrat Batanghari Junaidi Nazaruddin.
Hadir juga Ketua DPC Demokrat Sarolangun Aang Purnama, Ketua DPC Demokrat Kerinci Lisnurbani, serta Ketua DPD Perempuan Demokrat Republik Indonesia (PDRI) Provinsi Jambi, Arniwati.
Usai menyerahkan berkas, Muhammad Zen bersyukur dokumen pendaftarannya diterima Steering Committee (SC) dan dinyatakan lengkap.
“Alhamdulillah, pendaftaran tadi diterima dengan baik oleh SC. Setelah diteliti, berkas pendaftaran dinyatakan lengkap,” ujarnya.
Ia menegaskan, kehadiran para Ketua DPC menjadi dukungan moril yang menunjukkan kesiapan memimpin dan membesarkan Partai Demokrat di Jambi.
“Sayo mohon doa restu dari seluruh kader Partai Demokrat dan masyarakat Provinsi Jambi agar pelaksanaan Musda dan perjuangan ini berjalan lancar,” katanya.
Anggota SC Musda Demokrat Provinsi Jambi, Jhon Harles, menyebut hingga penutupan Jumat (3/7/2026) terdapat dua kandidat yang resmi mendaftar.
“Hari ini merupakan hari terakhir pendaftaran. Sejauh ini hanya ada dua kandidat yang mendaftar,” ujarnya.
SC akan memverifikasi administrasi dan dukungan masing-masing kandidat. Hasilnya dibahas dalam rapat pleno sebelum ditetapkan pada Musda 12 Juli 2026.
“Nanti kita akan rapat pleno, kemudian penetapannya dilakukan pada saat Musda. Sepertinya semua kandidat memenuhi syarat karena masing-masing telah mengantongi lebih dari tiga dukungan,” jelasnya.
Anggota SC lainnya, Anggun Gunawan, menyebut Musda bukan formalitas, melainkan momentum konsolidasi, rekonsiliasi, dan harmonisasi internal.
“Sehingga hasil Musda nanti menjadi kekuatan dan energi dalam menyambut konstelasi politik menuju Pemilu 2029,”
“Musda ini hanya proses internal. Pertarungan yang sesungguhnya adalah pada Pemilu 2029. Kita ingin memastikan Partai Demokrat menjadi salah satu pemenang,” pungkasnya.(Nic/Tat)
Kompetisi kepemimpinan Partai Demokrat Provinsi Jambi resmi dimulai. Muhammad Zen menjadi salah satu kandidat yang telah memastikan maju pada Musyawarah Daerah (Musda) V DPD Partai Demokrat Provinsi Jambi periode 2026–2031, setelah menyerahkan berkas pendaftaran Jumat sore (3/7/2026).
Muhammad Zen hadir didampingi kekuatan basis dari daerah. Sejumlah Ketua DPC Partai Demokrat kabupaten/kota serta pengurus organisasi sayap partai tampak mendampingi. Mereka di antaranya Ketua DPC Demokrat Muaro Jambi Asnawi Rivai, Ketua DPC Demokrat Tanjung Jabung Timur Saipudin, Ketua DPC Demokrat Batanghari Junaidi Nazaruddin.
Hadir juga Ketua DPC Demokrat Sarolangun Aang Purnama, Ketua DPC Demokrat Kerinci Lisnurbani, serta Ketua DPD Perempuan Demokrat Republik Indonesia (PDRI) Provinsi Jambi, Arniwati.
Usai menyerahkan berkas, Muhammad Zen bersyukur dokumen pendaftarannya diterima Steering Committee (SC) dan dinyatakan lengkap.
“Alhamdulillah, pendaftaran tadi diterima dengan baik oleh SC. Setelah diteliti, berkas pendaftaran dinyatakan lengkap,” ujarnya.
Ia menegaskan, kehadiran para Ketua DPC menjadi dukungan moril yang menunjukkan kesiapan memimpin dan membesarkan Partai Demokrat di Jambi.
“Sayo mohon doa restu dari seluruh kader Partai Demokrat dan masyarakat Provinsi Jambi agar pelaksanaan Musda dan perjuangan ini berjalan lancar,” katanya.
Anggota SC Musda Demokrat Provinsi Jambi, Jhon Harles, menyebut hingga penutupan Jumat (3/7/2026) terdapat dua kandidat yang resmi mendaftar.
“Hari ini merupakan hari terakhir pendaftaran. Sejauh ini hanya ada dua kandidat yang mendaftar,” ujarnya.
SC akan memverifikasi administrasi dan dukungan masing-masing kandidat. Hasilnya dibahas dalam rapat pleno sebelum ditetapkan pada Musda 12 Juli 2026.
“Nanti kita akan rapat pleno, kemudian penetapannya dilakukan pada saat Musda. Sepertinya semua kandidat memenuhi syarat karena masing-masing telah mengantongi lebih dari tiga dukungan,” jelasnya.
Anggota SC lainnya, Anggun Gunawan, menyebut Musda bukan formalitas, melainkan momentum konsolidasi, rekonsiliasi, dan harmonisasi internal.
“Sehingga hasil Musda nanti menjadi kekuatan dan energi dalam menyambut konstelasi politik menuju Pemilu 2029,”
“Musda ini hanya proses internal. Pertarungan yang sesungguhnya adalah pada Pemilu 2029. Kita ingin memastikan Partai Demokrat menjadi salah satu pemenang,” pungkasnya.(Nic/Tat)
Tinggalkan Balasan