Polda Jambi Musnahkan 20 Kg Sabu, 20 Ribu Butir Ekstasi, dan Ribuan Mililiter Etomidate

Jambi, Forumnusantaranews.com– Polda Jambi kembali menunjukan komitmennya dalam mendukung program asta Citra Presiden Republik Indonesia terkait pemberantasan narkoba pengungkapan kasus jaringan lintas provinsi kamis (21/5/2026).
Pemusnahkan barang bukti narkotika berupa 20 kilogram sabu-sabu, 20.000 butir pil ekstasi, dan ribuan mililiter etomidate. Barang bukti tersebut merupakan hasil pengungkapan jaringan narkoba lintas provinsi.
Pemusnahan berlangsung di halaman Mapolda Jambi, Kamis, dipimpin Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar bersama Gubernur Jambi Al Haris.
Kegiatan ini juga dihadiri unsur Forkopimda, Kejaksaan Tinggi, TNI, BNN Provinsi Jambi, serta berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, akademisi, LSM, hingga perwakilan mahasiswa.
Langkah tersebut menegaskan komitmen Polda Jambi dalam mendukung Program Asta Cita Presiden RI terkait pemberantasan narkoba.
Selain pemusnahan, acara dirangkaikan dengan deklarasi Gerakan Jambi Anti-Narkoba yang ditandai penandatanganan kesepakatan bersama oleh seluruh elemen yang hadir.
Seluruh barang bukti berasal dari tiga laporan polisi dengan enam orang tersangka. Rinciannya:
– 20.378,169 gram atau sekitar 20 kg sabu-sabu
– 20.237 butir atau sekitar 9,1 kg ekstasi
– 1.970 cartridge etomidate seberat 4.332,5 mililiter
Sebelum dimusnahkan, tim Biddokkes Polda Jambi menguji keaslian barang bukti secara acak di hadapan gubernur, Forkopimda, LSM, dan perwakilan media. Seluruh barang bukti sebelumnya telah dinyatakan asli melalui uji laboratorium oleh Tim Labfor Polri Polda Sumatra Selatan.
Proses pemusnahan menggunakan insinerator tertutup yang aman dan ramah lingkungan agar tidak berdampak buruk bagi lingkungan sekitar. Pemusnahan diawali secara simbolis oleh Gubernur Jambi, Kapolda Jambi, dan unsur Forkopimda sebagai bentuk transparansi.
Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar menegaskan, pemusnahan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan simbol nyata perjuangan melawan ancaman narkotika yang merusak generasi bangsa.
“Di balik setiap gram sabu dan butir ekstasi yang dimusnahkan hari ini, terdapat potensi kerusakan besar terhadap masa depan anak bangsa, kehancuran keluarga, hingga hilangnya harapan generasi muda,” ujarnya.

Krisno menambahkan, peredaran gelap narkoba merupakan ancaman serius yang terhubung dengan jaringan kejahatan terorganisasi lintas negara, sehingga membutuhkan penanganan berkelanjutan.
“Polda Jambi tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan, Forkopimda, tokoh masyarakat, akademisi, media, hingga masyarakat luas,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Jambi Al Haris mengapresiasi dedikasi jajaran Ditresnarkoba Polda Jambi yang konsisten mengungkap jaringan narkotika di wilayahnya.
“Pemberantasan narkoba harus menjadi perhatian bersama. Penegakan hukum penting, tetapi pencegahan, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat juga harus diperkuat agar generasi muda Jambi terlindungi,” kata Al Haris.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan Provinsi Jambi yang bersih dari narkoba, salah satunya melalui program preventif seperti pembentukan Desa Bersinar atau Bersih Narkoba.(Nic)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *