Profil Mayjen Trenggono, Wakil Kepala BGN Lulusan Akmil 1993

Penunjukan Wakil Kepala BGN yang Baru

Presiden Prabowo Subianto telah menunjuk Mayor Jenderal TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru. Pengangkatan ini dilakukan dalam rangka perombakan jajaran pimpinan lembaga tersebut, dengan harapan dapat memperkuat pelaksanaan program-program strategis di bidang gizi nasional.

Mayjen Trenggono saat ini juga menjabat sebagai Wakil Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara. Dalam perannya tersebut, ia terlibat dalam pengawalan sejumlah program prioritas pemerintah, termasuk pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Karier militernya dimulai dari Akademi Militer pada tahun 1993 setelah lulus dari Infanteri Kopassus. Selama kariernya, ia banyak menghabiskan waktu di berbagai posisi strategis di lingkungan TNI Angkatan Darat.

Sebelumnya, Trenggono menjabat sebagai Direktur Pengkajian dan Pengembangan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) selama periode 2024-2025. Sebelumnya, ia juga pernah menjabat sebagai Direktur Umum Akademi Militer dari tahun 2023 hingga 2024. Ia juga pernah menjadi Staf Khusus Panglima TNI pada tahun 2025. Berbagai jabatan yang pernah diemban membuatnya memiliki pengalaman luas dalam manajemen organisasi, pengembangan sumber daya manusia, serta perencanaan strategis.

Penunjukan Trenggono merupakan bagian dari perubahan besar di tubuh BGN. Selain mengganti Wakil Kepala BGN, Presiden juga menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN yang baru, menggantikan Dadan Hindayana. Sementara itu, posisi Wakil Kepala BGN lainnya kini ditempati Agustina Arumsari, yang menggantikan Lodewijk Pusung.

Dengan penunjukan ini, susunan pimpinan BGN mengalami penyegaran menyeluruh setelah sekitar satu setengah tahun menjalankan tugasnya. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa pergantian pimpinan dilakukan setelah Presiden melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kinerja BGN. Evaluasi tersebut didasarkan pada pelaksanaan program di lapangan, masukan dari kementerian terkait, serta tanggapan masyarakat dan penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Prasetyo menegaskan bahwa BGN memiliki peran strategis dalam mendukung agenda pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Oleh karena itu, lembaga tersebut membutuhkan tata kelola yang kuat, koordinasi lintas sektor yang efektif, serta kepemimpinan yang mampu memastikan seluruh program berjalan tepat sasaran, tepat waktu, dan sesuai prinsip akuntabilitas.

Peran dan Tanggung Jawab BGN

Badan Gizi Nasional (BGN) memiliki tanggung jawab utama dalam merancang, melaksanakan, dan mengawasi kebijakan serta program di bidang gizi nasional. Dengan adanya perubahan kepemimpinan, BGN diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam menjalankan program-program yang bertujuan meningkatkan kesehatan masyarakat.

Program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu fokus utama BGN. Program ini dirancang untuk memberikan akses layanan gizi yang lebih baik kepada masyarakat, terutama anak-anak dan kelompok rentan lainnya. Dengan adanya kepemimpinan baru, diharapkan program ini bisa lebih optimal dalam mencapai tujuannya.

Selain itu, BGN juga bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk kementerian, lembaga swadaya masyarakat, dan sektor swasta, untuk memastikan program-program yang dijalankan dapat berjalan secara sinergis dan saling mendukung. Kolaborasi ini sangat penting dalam menghadapi tantangan gizi yang semakin kompleks.

Harapan untuk Masa Depan BGN

Dengan penunjukan para pemimpin baru, BGN diharapkan mampu menjalankan tugasnya dengan lebih baik. Keberhasilan lembaga ini akan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, terutama dalam hal kualitas gizi dan kesehatan. Dengan visi yang jelas dan komitmen yang kuat, BGN diharapkan dapat menjadi motor penggerak utama dalam upaya pemerintah untuk menciptakan masyarakat yang sehat dan berkualitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *