Sanksi Berat Diberikan Kepada Klub di BRI Super League dan Pegadaian Championship
Komite Disiplin PSSI memberikan sejumlah sanksi tegas terhadap klub-klub yang berlaga di BRI Super League 2025/2026 dan Pegadaian Championship 2025/2026. Sanksi ini diberikan sebagai bentuk penegakan disiplin, terutama terkait pelanggaran yang dilakukan oleh pemain maupun suporter selama pertandingan.
PSIM Yogyakarta Terkena Denda Besar
Salah satu klub yang menjadi sorotan adalah PSIM Yogyakarta. Tim asal Yogyakarta ini harus membayar total denda sebesar Rp 120.000.000 akibat masalah kedisiplinan pemain dalam dua laga berbeda. Denda tersebut berasal dari dua pertandingan, yaitu saat melawan PSM Makassar pada 10 April dan Persija Jakarta pada 22 April. Dalam kedua laga tersebut, enam pemain PSIM mendapatkan kartu kuning, masing-masing dengan denda sebesar Rp 60.000.000.
Persiku Kudus Dikenai Denda Tertinggi
Dari seluruh sanksi yang diberikan, denda tertinggi jatuh kepada Persiku Kudus. Klub asal Jawa Tengah ini dikenai denda sebesar Rp 125.000.000 karena ulah suporter yang menyalakan flare dan kembang api dalam jumlah besar di area tribun Stadion seusai laga melawan PSIS Semarang pada 11 April lalu. Masalah suporter tamu yang hadir di stadion lawan masih menjadi isu serius yang perlu segera ditangani.
Arema FC Terima Hukuman Berlapis
Arema FC juga tidak luput dari sanksi. Klub yang dikenal dengan julukan Singo Edan ini mendapat hukuman berlapis. Selain denda sebesar Rp 25.000.000 karena kehadiran suporter di laga tandang melawan Persita dan Persib, Arema juga didenda Rp 60.000.000 atas penyalaan flare yang dilempar ke lapangan. Selain itu, mereka juga dikenai denda sebesar Rp 30.000.000 karena yel-yel ujaran kebencian di markas Persib Bandung.
Klub Lain Juga Terkena Denda
Selain Arema FC, beberapa klub lain seperti Persebaya Surabaya, PSIS Semarang, dan Persik Kediri juga menerima denda sebesar Rp 25.000.000 karena kehadiran suporter mereka di laga tandang. Di sisi lain, Panitia Pelaksana (Panpel) Persija Jakarta dan Persib Bandung juga tidak luput dari sanksi. Mereka masing-masing dikenai denda sebesar Rp 25.000.000 karena dianggap gagal mengantisipasi kedatangan suporter lawan.
Insiden Pelemparan dan Gangguan Asap
Di kasta Championship, Persipura Jayapura harus membayar denda sebesar Rp 30.000.000 setelah suporter mereka melakukan pelemparan air minum kemasan sebanyak delapan kali ke arah lapangan dan bangku cadangan Persela Lamongan.
Sementara itu, di BRI Super League, laga Malut United FC vs Persebaya sempat terhenti selama tiga menit akibat kepulan asap dari smoke signal yang dinyalakan suporter di luar stadion. Akibat insiden ini, Malut United dikenai denda sebesar Rp 60.000.000.
Sanksi Unik untuk Bhayangkara Presisi Lampung FC
Bhayangkara Presisi Lampung FC juga mendapat sanksi unik. Pelatih mereka, Paul Munster, kedapatan tidak mengenakan ID Card sepanjang babak kedua saat menghadapi Persijap Jepara. Kelalaian administratif ini membuat klub dijatuhi denda sebesar Rp 50.000.000.
Tujuan Sanksi yang Diberikan
Rentetan sanksi yang diberikan oleh Komite Disiplin PSSI diharapkan menjadi pengingat keras bagi seluruh elemen klub untuk menjaga ketertiban, baik di dalam lapangan maupun di tribun penonton. Hal ini bertujuan agar sepak bola Indonesia bisa lebih profesional dan terhindar dari pelanggaran yang merugikan reputasi olahraga ini.
Kompetisi domestik akan segera berakhir. Tim-tim di BRI Super League sebagian besar hanya tinggal melakoni tiga laga, sementara Pegadaian Championship akan segera menentukan juara akhir pekan ini. Antara PSS Sleman dan Garudayaksa akan saling bersaing untuk memperebutkan gelar juara. Sementara itu, Persipura dan Adhyaksa juga akan berjuang untuk memperebutkan satu tiket promosi ke BRI Super League.
Tinggalkan Balasan