Pengembangan Fasilitas Kesehatan di RSUD Aceh Singkil
RSUD Aceh Singkil kini semakin memperkuat posisinya sebagai pusat layanan kesehatan yang mumpuni. Salah satu langkah penting dalam pengembangan ini adalah penerimaan hibah alat kesehatan Cathlab senilai Rp18 miliar dari Kementerian Kesehatan. Alat ini akan menjadi salah satu fasilitas medis berbasis teknologi tinggi yang dimiliki rumah sakit tersebut.
Fasilitas Cathlab dan Manfaatnya
Cathlab, atau Catheterization Laboratory, merupakan ruang khusus yang dilengkapi dengan mesin angiografi. Mesin ini menggunakan sinar-X untuk membantu diagnosis dan tindakan minimal invasif pada pasien dengan penyakit jantung serta gangguan pembuluh darah. Saat ini, proses pemasangan alat sedang berlangsung dan diharapkan mulai beroperasi pada tahun 2027.
Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon, menyampaikan bahwa kehadiran Cathlab akan menjadikan RSUD Aceh Singkil sebagai salah satu rumah sakit di Provinsi Aceh yang memiliki fasilitas medis berteknologi tinggi. Ia menekankan bahwa peralatan ini akan sangat bermanfaat dalam meningkatkan akurasi diagnosis dan efisiensi penanganan penyakit jantung.
Peninjauan oleh Bupati dan Pihak Terkait
Safriadi melakukan peninjauan terhadap kesiapan ruang Cathlab, Endoskopi, dan layanan Hemodialisa. Dalam peninjauan tersebut, ia didampingi oleh Asisten I Setdakab Aceh Singkil Junaidi, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Kabupaten (BPKK) Aceh Singkil Hendra Sunarno, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Aceh Singkil Mursal, serta Direktur RSUD Aceh Singkil dr. Mardiana.
Selain Cathlab, pemerintah daerah juga sedang memperjuangkan bantuan CT Scan melalui Program KJSU-KIA KB Kementerian Kesehatan. Alat ini diperkirakan bernilai antara Rp15 miliar hingga Rp30 miliar, tergantung spesifikasi dan tipe yang digunakan. CT Scan akan memberikan pencitraan tiga dimensi secara cepat dan akurat, membantu mendeteksi berbagai penyakit seperti kanker, infeksi, dan cedera akibat kecelakaan.
Pengembangan Layanan Lainnya
Setelah meninjau Cathlab, rombongan melanjutkan peninjauan ke ruang Endoskopi. Ruang ini akan difungsikan untuk pemeriksaan organ dalam menggunakan endoskop. Layanan Endoskopi ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2026 karena tenaga dokter spesialis telah tersedia.
Selain itu, Bupati bersama rombongan juga meninjau ruang persiapan layanan Hemodialisa (cuci darah). Layanan ini tengah dipersiapkan guna memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat Aceh Singkil.
Komitmen Pemerintah Daerah
Safriadi menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Upaya ini dilakukan melalui dukungan pemerintah pusat, baik dalam bentuk pembangunan fasilitas, pengadaan alat kesehatan, maupun penambahan tenaga medis.
“Peningkatan pelayanan kesehatan menjadi prioritas kami. Alhamdulillah, bantuan hibah dari Kementerian Kesehatan mulai direalisasikan,” katanya.
Dengan adanya berbagai pengembangan fasilitas kesehatan, masyarakat Aceh Singkil diharapkan dapat lebih mudah mengakses layanan kesehatan berkualitas tanpa harus berobat ke luar daerah. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk menciptakan sistem kesehatan yang lebih baik dan merata.

Tinggalkan Balasan