Sungai Padang Meluap, Ratusan Rumah Tebingtinggi Terendam Banjir

Banjir Melanda Wilayah Tebingtinggi Akibat Jebolnya Tanggul Sungai Padang

Sejak Minggu malam, hujan deras mengguyur kawasan hulu Sungai Padang. Kejadian ini berdampak pada jebolnya tanggul dan pintu klep di bantaran Sungai Padang, Lingkungan III, Kelurahan Bandar Utama, Kecamatan Tebingtinggi Kota. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (11/5) pagi, yang menyebabkan ratusan rumah warga di sejumlah kelurahan terendam banjir. Tinggi air semakin meningkat sejak dini hari, membuat situasi semakin memprihatinkan.

Berdasarkan pantauan di lokasi kejadian, wilayah yang terdampak banjir mencakup beberapa kelurahan seperti Bandarsakti, Bandar Utama, Badakbejuang, Tebingtinggi Lama, Sripadang, Tanjungmarulak Hilir, hingga Karyajaya. Genangan air juga merendam akses jalan serta fasilitas umum yang berada di sekitar bantaran sungai.

Kelurahan Bandar Utama disebut menjadi kawasan paling parah terdampak banjir. Jebolnya tanggul dan pintu klep menyebabkan air sungai meluap deras dan masuk ke permukiman warga di Lingkungan I dan Lingkungan III.

Kepala Lingkungan (Kepling) III, Tengku M Riswan, menjelaskan bahwa sedikitnya 150 rumah terdampak banjir dengan jumlah warga sekitar 450 jiwa. Air mulai memasuki rumah warga sekitar pukul 05.00 WIB dan terus meningkat akibat tanggul yang jebol.

“Air masuk cukup deras dari arah tanggul yang jebol. Sebelumnya, tanggul itu juga pernah rusak dan jebol pada tahun lalu,” ujar Riswan saat ditemui di lokasi. Menurutnya, kondisi semakin parah setelah pintu klep drainase ikut rusak, sehingga arus air dengan cepat menggenangi kawasan pemukiman padat penduduk tersebut.

Selain Lingkungan III, kawasan Lingkungan I Kelurahan Bandar Utama juga terdampak cukup serius. Wilayah yang berada di tepian Sungai Padang memang kerap menjadi langganan banjir ketika debit air sungai meningkat akibat hujan deras di daerah hulu.

Banjir juga mengganggu sejumlah fasilitas publik di Kota Tebingtinggi. Beberapa tempat seperti kawasan sekitar Rumah Sakit (RS) Sri Pamela, SD Negeri Inpres di Jalan Sudirman, serta Pasar Inpres turut digenangi air. Hal ini menyebabkan gangguan dalam aktivitas masyarakat sehari-hari.

Sementara itu, debit air Sungai Bahilang yang melintasi pusat Kota Tebing Tinggi dilaporkan masih dalam kondisi normal. Oleh karena itu, banjir hanya terjadi di wilayah yang berada di sepanjang aliran Sungai Padang. Situasi ini menunjukkan pentingnya pengelolaan dan pemeliharaan infrastruktur penanggulangan banjir agar tidak terulang kembali di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *