Tahun Baru Islam 1448 H: Kepala MTsN I Kota Probolinggo Ajak Siswa Muhasabah dan Berhijrah Menuju Pribadi Lebih Baik

 

Sambutan kepala MTSN 1 kota Probolinggo dalam memperingati tahun baru islam 1448H.kamis,18/06/2026

Probolinggo ,forumnusantaranews.com- Memaknai peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, MTs Negeri Kota Probolinggo menggelar kegiatan pembinaan yang mengajak seluruh siswa menjadikan momen ini sebagai titik balik untuk memperbaiki kualitas diri, baik dalam aspek keimanan, akhlak, maupun kedisiplinan.

Kepala MTs Negeri I Kota Probolinggo, Abd, Manaf. S.Pd.I. yang bertindak sebagai pemateri menegaskan bahwa hijrah bukan sekadar pergantian angka tahun dalam kalender Islam, melainkan perubahan nyata dari segala hal yang kurang baik menuju yang lebih baik. “Hijrah hakikatnya adalah perpindahan: dari malas menjadi rajin, dari kurang taat menjadi lebih taat, dan dari akhlak buruk menjadi terpuji,” tegasnya di hadapan siswa kelas VII dan VIII.

Ia mengutip nasihat Imam Ali bin Abi Thalib: “Orang yang beruntung adalah yang hari ini lebih baik dari kemarin. Jika hari ini sama saja, maka ia termasuk orang yang merugi. Jika lebih buruk, maka ia termasuk orang yang celaka.” Pesan ini menjadi landasan ajakan agar siswa tidak hanya diam, tetapi terus berusaha maju.

Untuk mewujudkan hijrah yang hakiki, ia memaparkan tiga langkah strategis yang dapat diterapkan:
✅ Pertama: Muhasabah Diri
Mengacu pada Surah Al-Hasyr ayat 18, ia mengingatkan bahwa setiap muslim wajib mengevaluasi perbuatannya. “Lihatlah apa yang masih kurang dalam ibadah, sikap, dan kedisiplinan. Tingkatkan yang sudah baik, perbaiki yang masih keliru,” ujarnya.
✅ Kedua: Berani Berhijrah
Meninggalkan kebiasaan buruk dan menggantinya dengan perilaku mulia: lebih taat kepada Allah, menghormati orang tua dan guru, serta disiplin dalam belajar dan beraktivitas.
✅ Ketiga: Istiqamah
Konsistensi menjadi kunci utama. “Memulai kebaikan itu mudah, tetapi mempertahankannya butuh keteguhan. Istiqamah akan melahirkan ketenangan hati dan keberkahan hidup,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa kehidupan dunia hanyalah persinggahan, sehingga setiap amal perbuatan harus dipersiapkan sebagai bekal menuju akhirat. Pihak madrasah berharap peringatan ini tidak sekadar seremonial, melainkan benar-benar membangkitkan kesadaran siswa untuk terus tumbuh menjadi generasi yang beriman, berilmu, dan berkarakter mulia, baik di sekolah maupun di tengah masyarakat. (Sin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *