Jambi, Forumnusantaranews.com-
Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., menyerahkan hasil pengadaan barang Program Kampung Bahagia Tahap I Anggaran 2026 se-Kecamatan Pelayangan. Kegiatan dipusatkan di Pendopo Gentala Arasy, Kelurahan Arab Melayu Seberang, Kota Jambi, Kamis pagi (25/6/2026).
Selain menyerahkan hasil pengadaan, Wali Kota Maulana juga memberikan santunan kepada anak yatim di Kecamatan Pelayangan.
Dalam sambutannya, Wali Kota Maulana menyampaikan bahwa konsep pembangunan Kota Jambi melalui Program Kampung Bahagia menganut sistem gotong royong dan kebersamaan. Masyarakat menjadi pelaku utama dalam pembangunan berbasis kewilayahan.
“Hari ini saya berada di Kecamatan Pelayangan dalam rangka serah terima pelaksanaan Program Kampung Bahagia Tahap I. Sebanyak 23 RT telah melaksanakannya,” ujar Maulana.
Ia menjelaskan, Program Kampung Bahagia tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga mendukung kegiatan sosial kemasyarakatan.
“Alhamdulillah, Program Kampung Bahagia Tahap I telah berjalan dan diserahterimakan kepada masyarakat. Cakupannya mulai dari pembangunan infrastruktur, seperti jalan, drainase, lapangan olahraga, dan ruang serba guna, serta kegiatan sosial kemasyarakatan, seperti pengadaan kursi, tenda, dan sound system sesuai kebutuhan masyarakat,” jelas Maulana.
Wali Kota berharap masyarakat dapat memanfaatkan dan menjaga hasil pembangunan dengan baik.
“Hari ini saya menyerahkan hasil-hasil pembangunan. Tolong dimanfaatkan dan dijaga. Ini semua milik bapak/ibu. Yang penting warga bahagia, rukun, dan saling gotong royong, agar Kota Jambi semakin maju, aman, dan bersih,” harapnya.
Pada kesempatan itu, Wali Kota Maulana juga menyerahkan secara simbolis gerobak motor untuk mendukung pelaksanaan OPBM, atau Ongkos Pengangkutan dan Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat.
“Alhamdulillah, dari 2.560 rumah, OPBM telah berjalan dengan sistem pemilahan sampah dari rumah ke rumah. Sebanyak 546 rumah milik saudara kita yang kurang mampu telah kami gratiskan,” katanya.
Maulana berpesan agar praktik baik di Kecamatan Pelayangan terus dilanjutkan. Ia mendorong seluruh kecamatan menerapkan pola yang sama dengan sistem pengolahan sampah tertutup agar memiliki nilai ekonomis, biaya pengangkutan lebih murah, dan efisien.
“Sehingga hasilnya dapat dialihkan untuk program-program lain yang manfaatnya diberikan kepada masyarakat,” pungkas Wali Kota Maulana.
Camat Pelayangan, Gazali, menyampaikan bahwa pelaksanaan Program Kampung Bahagia Tahap I terbagi menjadi dua jenis kegiatan. Pertama, infrastruktur sebanyak 8 titik pembangunan. Kedua, pengadaan kebutuhan sosial seperti kursi, sound system, dan barang lain sesuai hasil musyawarah yang dibutuhkan setiap RT.
“Hari ini, seluruh kegiatan Program Kampung Bahagia Tahap I di Kecamatan Pelayangan kami nyatakan telah selesai. Pelaksanaan OPBM di kecamatan ini juga telah mencapai 100 persen,” ucapnya.
Gazali menambahkan, di Kecamatan Pelayangan sedang berjalan kegiatan pemilahan sampah dari rumah.
“Alhamdulillah, dari 2.560 rumah telah berjalan. Melalui pemilahan sampah, hingga hari ini kami telah menggratiskan 546 rumah bagi warga kota yang kurang mampu,” jelasnya.
Ia berharap, dengan semakin masifnya kegiatan pemilahan sampah, akan semakin banyak masyarakat yang tidak perlu lagi membayar biaya pengangkutan sampah. Hal ini akan meringankan beban masyarakat dalam pelaksanaan OPBM ke depan.
Ketua FKRT Kelurahan Tengah, Husain, yang mewakili FKRT se-Kecamatan Pelayangan, menyatakan dukungan terhadap Program Kampung Bahagia dan OPBM yang sedang berjalan.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Lurah, Camat, OPD terkait, dan khususnya Wali Kota Jambi yang telah banyak membantu masyarakat melalui Program Kampung Bahagia.
Pada kesempatan yang sama, mewakili Rektor Universitas Jambi, Kepala Akademik dan Kemahasiswaan, Guspianto, menyatakan dukungan akademisi terhadap Program Kampung Bahagia Pemkot Jambi.
“Program ini berdampak langsung terhadap penciptaan kesejahteraan masyarakat melalui lingkungan yang sehat, bersih, aman, dan sejahtera. Program ini berdampak langsung bagi masyarakat melalui kegiatan-kegiatan yang berbasis pemberdayaan masyarakat,” ungkapnya.(Tat/Nic
Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., menyerahkan hasil pengadaan barang Program Kampung Bahagia Tahap I Anggaran 2026 se-Kecamatan Pelayangan. Kegiatan dipusatkan di Pendopo Gentala Arasy, Kelurahan Arab Melayu Seberang, Kota Jambi, Kamis pagi (25/6/2026).
Selain menyerahkan hasil pengadaan, Wali Kota Maulana juga memberikan santunan kepada anak yatim di Kecamatan Pelayangan.
Dalam sambutannya, Wali Kota Maulana menyampaikan bahwa konsep pembangunan Kota Jambi melalui Program Kampung Bahagia menganut sistem gotong royong dan kebersamaan. Masyarakat menjadi pelaku utama dalam pembangunan berbasis kewilayahan.
“Hari ini saya berada di Kecamatan Pelayangan dalam rangka serah terima pelaksanaan Program Kampung Bahagia Tahap I. Sebanyak 23 RT telah melaksanakannya,” ujar Maulana.
Ia menjelaskan, Program Kampung Bahagia tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga mendukung kegiatan sosial kemasyarakatan.
“Alhamdulillah, Program Kampung Bahagia Tahap I telah berjalan dan diserahterimakan kepada masyarakat. Cakupannya mulai dari pembangunan infrastruktur, seperti jalan, drainase, lapangan olahraga, dan ruang serba guna, serta kegiatan sosial kemasyarakatan, seperti pengadaan kursi, tenda, dan sound system sesuai kebutuhan masyarakat,” jelas Maulana.
Wali Kota berharap masyarakat dapat memanfaatkan dan menjaga hasil pembangunan dengan baik.
“Hari ini saya menyerahkan hasil-hasil pembangunan. Tolong dimanfaatkan dan dijaga. Ini semua milik bapak/ibu. Yang penting warga bahagia, rukun, dan saling gotong royong, agar Kota Jambi semakin maju, aman, dan bersih,” harapnya.
Pada kesempatan itu, Wali Kota Maulana juga menyerahkan secara simbolis gerobak motor untuk mendukung pelaksanaan OPBM, atau Ongkos Pengangkutan dan Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat.
“Alhamdulillah, dari 2.560 rumah, OPBM telah berjalan dengan sistem pemilahan sampah dari rumah ke rumah. Sebanyak 546 rumah milik saudara kita yang kurang mampu telah kami gratiskan,” katanya.
Maulana berpesan agar praktik baik di Kecamatan Pelayangan terus dilanjutkan. Ia mendorong seluruh kecamatan menerapkan pola yang sama dengan sistem pengolahan sampah tertutup agar memiliki nilai ekonomis, biaya pengangkutan lebih murah, dan efisien.
“Sehingga hasilnya dapat dialihkan untuk program-program lain yang manfaatnya diberikan kepada masyarakat,” pungkas Wali Kota Maulana.
Camat Pelayangan, Gazali, menyampaikan bahwa pelaksanaan Program Kampung Bahagia Tahap I terbagi menjadi dua jenis kegiatan. Pertama, infrastruktur sebanyak 8 titik pembangunan. Kedua, pengadaan kebutuhan sosial seperti kursi, sound system, dan barang lain sesuai hasil musyawarah yang dibutuhkan setiap RT.
“Hari ini, seluruh kegiatan Program Kampung Bahagia Tahap I di Kecamatan Pelayangan kami nyatakan telah selesai. Pelaksanaan OPBM di kecamatan ini juga telah mencapai 100 persen,” ucapnya.
Gazali menambahkan, di Kecamatan Pelayangan sedang berjalan kegiatan pemilahan sampah dari rumah.
“Alhamdulillah, dari 2.560 rumah telah berjalan. Melalui pemilahan sampah, hingga hari ini kami telah menggratiskan 546 rumah bagi warga kota yang kurang mampu,” jelasnya.
Ia berharap, dengan semakin masifnya kegiatan pemilahan sampah, akan semakin banyak masyarakat yang tidak perlu lagi membayar biaya pengangkutan sampah. Hal ini akan meringankan beban masyarakat dalam pelaksanaan OPBM ke depan.
Ketua FKRT Kelurahan Tengah, Husain, yang mewakili FKRT se-Kecamatan Pelayangan, menyatakan dukungan terhadap Program Kampung Bahagia dan OPBM yang sedang berjalan.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Lurah, Camat, OPD terkait, dan khususnya Wali Kota Jambi yang telah banyak membantu masyarakat melalui Program Kampung Bahagia.
Pada kesempatan yang sama, mewakili Rektor Universitas Jambi, Kepala Akademik dan Kemahasiswaan, Guspianto, menyatakan dukungan akademisi terhadap Program Kampung Bahagia Pemkot Jambi.
“Program ini berdampak langsung terhadap penciptaan kesejahteraan masyarakat melalui lingkungan yang sehat, bersih, aman, dan sejahtera. Program ini berdampak langsung bagi masyarakat melalui kegiatan-kegiatan yang berbasis pemberdayaan masyarakat,” ungkapnya.(Tat/Nic
Tinggalkan Balasan