Deklarasikan Rumah Ibadah Ramah Lingkungan, Pemkot Probolinggo Apresiasi Inisiatif FKUB

     

Probolinggo,forumnusantaranews.com- Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Probolinggo menggelar Sosialisasi Ecoharmony dan Deklarasi Rumah Ibadah Ramah Lingkungan bertema “Merawat Lingkungan, Merajut Kerukunan”, Jumat (19/6) siang di Aula Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat.

Kegiatan tersebut menjadi momentum penguatan peran umat beragama dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui rumah ibadah sebagai pusat edukasi dan gerakan bersama. Deklarasi ditandai dengan penandatanganan komitmen oleh Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin, Kepala DLH Agus Dwiwantoro, Kepala Kantor Kementerian Agama Didik Kurniawan, Ketua FKUB Ahmad Hudri, serta perwakilan masjid, gereja Katolik, gereja Kristen, Klenteng Tri Dharma, dan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI).

Deklarasi tersebut memuat sepuluh komitmen, dukungan, dan ajakan untuk bersama-sama menjaga bumi sebagai rumah seluruh umat manusia dengan semangat “Rumah Ibadah Bersih dan Hijau, Umat Beragama Bersatu, Lingkungan Lestari, Indonesia Maju.”

Dalam laporannya, Wakil Ketua FKUB Kota Probolinggo Muhammad Dawam Ichsan menegaskan bahwa menjaga kelestarian alam merupakan tanggung jawab bersama lintas agama. Menurutnya, seluruh ajaran agama memiliki nilai moral yang mengajarkan pentingnya merawat bumi demi kesejahteraan manusia.

“Melalui gerakan ini, rumah ibadah diharapkan menjadi pionir dalam penanaman pohon dan pemanfaatan lahan guna meningkatkan produksi oksigen serta menekan dampak pemanasan global. Meskipun terlihat sederhana, langkah kecil yang dilakukan hari ini merupakan bentuk pengabdian spiritual sekaligus investasi bagi kesehatan ekosistem di masa depan,” ujarnya.

Ia menambahkan, program Ecoharmony bertujuan menjadikan para tokoh agama sebagai teladan dalam membangun harmoni antara manusia dan alam, sekaligus memperkuat semangat kerukunan di Kota Probolinggo.

Sementara itu, sambutan Wali Kota Dokter Aminuddin yang dibacakan Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Rachmadeta Antariksa, menyampaikan apresiasi kepada FKUB atas inisiatif kolaboratif yang memadukan nilai keagamaan dengan kepedulian terhadap lingkungan.

Menurutnya, rumah ibadah memiliki posisi strategis dalam mengedukasi masyarakat terkait pengelolaan sampah, konservasi air, serta efisiensi energi. Deklarasi yang dilakukan bukan sekadar seremonial, melainkan komitmen moral nyata seluruh tokoh lintas agama untuk mewujudkan Kota Probolinggo yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan.

“Menjaga lingkungan sejatinya merupakan bagian dari tanggung jawab iman dan bentuk pengabdian kepada Tuhan. Semoga gerakan ini mampu memperkuat harmoni sosial sekaligus menjamin kualitas hidup generasi mendatang,” demikian pesan wali kota.

Sebagai tanda diluncurkannya gerakan Rumah Ibadah Ramah Lingkungan, peserta menyaksikan pemutaran video deklarasi. Pada kesempatan tersebut, FKUB juga menyerahkan bantuan masing-masing dua bibit pohon mangga varietas Arumanis dan Manalagi kepada rumah-rumah ibadah serta organisasi masyarakat yang peduli terhadap pengelolaan sampah. (dy/fa/sin)

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *