MAKASSAR – forumnusantaranews.com
Tim Asesor LAM-PTKes resmi menutup rangkaian Asesmen Lapangan Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat (M.Kes) Pascasarjana Universitas Indonesia Timur (UIT) dengan menyerahkan Berita Acara kepada Ketua Program Studi M.Kes UIT, Dr. H. M. Basri, SKM., M.Kes, di Ruang Rapat Pascasarjana Kampus IV UIT, Jalan Rappocini Raya Nomor 171–173 Makassar, Kamis (19/6/2026).
Berita acara diserahkan oleh Asesor I, Prof. Dr. Drs. Susanto Priyo Hastono, M.Kes didampingi Asesor II, Prof. Dr. dr. S.A. Nugraheni, M.Kes, setelah pelaksanaan asesmen lapangan yang berlangsung selama empat hari, sejak 16 hingga 19 Juni 2026.
Prosesi penyerahan berita acara disaksikan Rektor UIT, Dr. Abdul Rahman, S.Pt., S.E., M.M., M.Kes, Wakil Rektor I Drs. Hanafi A. Kadir, SKM., M.Kes, Wakil Rektor II Dr. Arjang, ST., MT., MM, Badan Pengawas H. Ambo Asse, Wakil Ketua Yayasan Aminuddin, SH., MH., Direktur Pascasarjana Prof. Dr. H. Abd. Wahid Wahab, M.Sc., Asisten Direktur II Pascasarjana Prof. Dr. H. Rusdin Nawi, M.Si., tim borang, dosen, serta tenaga kependidikan.
Dalam sambutannya, Prof. Susanto Priyo Hastono menyampaikan rasa syukur atas selesainya seluruh rangkaian asesmen lapangan serta memberikan sejumlah catatan dan rekomendasi bagi pengembangan Program Studi M.Kes UIT.
“Alhamdulillah hari ini asesmen lapangan telah selesai dilaksanakan. Ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian berdasarkan hasil pengamatan, verifikasi, dan validasi yang telah dilakukan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, rekomendasi pertama berkaitan dengan visi dan misi program studi yang dinilai telah memiliki arah yang jelas, namun masih memerlukan penajaman terhadap keunggulan spesifik yang ingin dikembangkan, khususnya dalam bidang kesehatan masyarakat di Kota Makassar dengan dukungan teknologi informasi.
Rekomendasi kedua menyangkut penguatan kurikulum yang harus relevan dengan keunggulan program studi. Menurutnya, diperlukan sekitar 8 hingga 12 SKS mata kuliah pendukung yang mampu memperkuat karakteristik unggulan tersebut, didukung oleh sumber daya manusia dosen yang kompeten sesuai bidang keahlian.
Ketiga, program studi perlu memiliki laboratorium atau wahana praktik yang sejalan dengan keunggulan yang dikembangkan pada jenjang Magister Kesehatan Masyarakat.
Keempat, luaran akademik berupa tesis dan publikasi ilmiah mahasiswa diharapkan selaras dengan visi serta keunggulan program studi.
Kelima, sarana dan prasarana pembelajaran dinilai masih perlu ditingkatkan. Beberapa fasilitas dinilai memerlukan perbaikan dan pemeliharaan agar mampu menunjang proses pembelajaran secara optimal.
Prof. Susanto juga menyampaikan apresiasi kepada Universitas Indonesia Timur atas dukungan dan pelayanan yang diberikan selama proses asesmen berlangsung.
“Kami mengucapkan terima kasih karena telah difasilitasi dengan baik selama empat hari berada di Universitas Indonesia Timur,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Asesor II, Prof. Dr. dr. S.A. Nugraheni, M.Kes menyampaikan apresiasi atas sambutan dan fasilitas yang diberikan selama pelaksanaan asesmen.
“Kami mengucapkan terima kasih atas segala fasilitas yang luar biasa. Kami juga memohon maaf apabila selama berinteraksi terdapat tutur kata atau sikap yang kurang berkenan,” katanya.
Sementara itu, Rektor UIT, Dr. Abdul Rahman, S.Pt., S.E., M.M., M.Kes menegaskan bahwa berbagai masukan, saran, dan rekomendasi yang diberikan oleh tim asesor akan menjadi perhatian serius bagi pimpinan universitas dan yayasan.
![]()
“Hari ini merupakan penutupan asesmen lapangan. Apa yang menjadi masukan, saran, serta rekomendasi dari tim asesor akan kami laksanakan dan jalankan sebagai komitmen bersama antara yayasan dan rektorat. Yang paling penting adalah komitmen kita untuk terus melakukan perbaikan,” ujarnya.
Rektor UIT juga menyampaikan apresiasi kepada kedua asesor atas terselenggaranya asesmen lapangan yang berjalan dengan baik serta menyampaikan permohonan maaf apabila selama proses asesmen terdapat kekurangan.
Wakil Ketua Yayasan Indonesia Timur, Aminuddin, SH., MH., turut menyampaikan rasa terima kasih kepada kedua asesor dan berharap ucapan tersebut dapat diteruskan kepada manajemen LAM-PTKes.
Ia menegaskan komitmen Yayasan Indonesia Timur untuk terus mendukung pengembangan Universitas Indonesia Timur meskipun sebagai perguruan tinggi swasta masih memiliki berbagai keterbatasan.
“Berbicara tentang komitmen, kami dari Yayasan Indonesia Timur akan terus berupaya mengembangkan Universitas Indonesia Timur agar semakin maju dan mampu bersaing dengan perguruan tinggi terbaik di Indonesia,” katanya.
Ketua Program Studi M.Kes UIT, Dr. H. M. Basri, SKM., M.Kes menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada tim asesor atas pelaksanaan asesmen lapangan yang telah berjalan lancar.
“Semoga hasil asesmen ini memperoleh nilai yang sesuai dengan harapan kita bersama. Apabila selama pelaksanaan asesmen terdapat kesalahan, baik tutur kata maupun perilaku kami, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya,” ujarnya.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada pimpinan universitas, yayasan, tim borang, dosen, serta tenaga kependidikan atas kerja sama dan dukungan sehingga seluruh rangkaian asesmen lapangan Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat UIT dapat terlaksana dengan baik dan sukses.
Tinggalkan Balasan