Dinas PUCKPP Banyuwangi mengenjot pembangunan infrastruktur pasca banjir dengan alokasi anggaran sebesarRp 2,9 miliar.

Forumnusantaranews. com Banyuwangi – Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Perumahan dan Permukiman (DPU CKPP) Banyuwangi, upaya terus mengenjot pembangunan infrastruktur pasca bencana

“Yaitu pembagunan jembatan sungai lembu di kecamatan pesanggaran akibat terjangan banjir terjadi amblasnya jembatan, Rabu (20/5/2026)

Untuk proses Pengerjaan masih menunggu sistem minicom (sistem pengadaan barang dan jasa) dengan alokasi anggaran sebesarRp 2,9 miliar.untuk kontrak saat ini masih belum. Ujarnya Kepala Dinas PU CKPP Banyuwangi, Cahyanto Hendri Wahyudi.

Cahyanto Menjelaskan, “dengan perkembangan pemenang lelang, di akui adanya sedikit penyesuaian. Sedianya, pemenang tender dijadwalkan minggu ini. Namun, dinamika ekonomi nasional memaksa tim teknis untuk melakukan kalkulasi ulang.

“Akibat kenaikan tersebut, pihak Dinas PU CKPP Banyuwangi harus menyesuaikan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan dokumen pendukung lainnya agar sinkron dengan Standar Satuan Harga (SSH) yang baru.

“Tetapi Alhamdulillah, minggu ini sudah selesai dan sudah kita proses kembali dalam sistem pengadaan barang jasa. Harapannya, minggu depan sudah ada pemenangnya,” Terangnya cahyanto.

Pemaparan Cahyanto Jembatan Sungai Lembu yang baru ini nantinya akan dibangun dengan spesifikasi yang jauh lebih kokoh dengan dimensi lebar 6 meter dengan bentangan sekitar 14 meter. Konstruksinya menggunakan pondasi tiang pancang dengan lantai (abutment) menggunakan beton.

Mengingat pentingnya fungsi jembatan ini, Pemkab Banyuwangi memasukkannya ke dalam daftar Proyek Strategis Daerah (PSD). Status ini membuat seluruh prosesnya wajib melewati tahapan review atau audit ketat dari Inspektorat terlebih dahulu guna memastikan kesesuaian prosedur dan transparansi.

Selain itu, seluruh proses pengadaan dilakukan secara ketat dan mengikuti rekomendasi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menjamin kualitas serta integritas proyek agar terhindar dari praktik penyimpangan.

Sebagai informasi, Jembatan Sungai Lembu ambles total akibat terjangan banjir bandang yang melanda kawasan tersebut pada 15 Juli 2025 lalu. Putusnya jembatan ini sempat mengancam mobilitas warga di tiga desa sekitar.

“Merespons cepat keluhan warga, Pemkab Banyuwangi langsung bergerak membangun jembatan darurat pada 18 Juli 2025, khusus kendaraan roda dua agar aktivitas ekonomi tidak lumpuh total. Disusul kemudian, pembangunan jembatan baja sistem knock down untuk roda empat pun dikerjakan sembari menunggu pembangunan jembatan permanen, ” Pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *