Hasan Nasbi Kembali ke Lingkaran Istana Sebagai Penasihat Khusus
Hasan Nasbi resmi kembali ke lingkaran Istana setelah dilantik sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Media oleh Presiden RI Prabowo Subianto dalam reshuffle kabinet Merah Putih. Pelantikan ini berlangsung pada Senin (27/4/2026), yang menandai kembalinya Hasan ke posisi strategis di bawah pemerintahan saat ini.
Dalam kesempatan tersebut, Hasan mengaku telah bertemu dengan para pejabat lain yang juga dilantik. Ia menyampaikan bahwa dirinya bersama lima orang lainnya telah menjalani prosesi pelantikan oleh Presiden. “Ketemu lagi dengan teman-teman di Istana. Barusan kami berenam baru saja selesai menjalani pelantikan oleh Bapak Presiden,” ujarnya.
Ia juga memperjelas bahwa posisi yang ia emban adalah penasihat khusus, bukan utusan khusus seperti yang sempat beredar. “Tadi teman media nanya kan utusan khusus apa bukan? Saya bilang mungkin khusus-khusus, tapi bukan utusan, tapi jadi penasihat khusus,” katanya.
Perkuat Strategi Komunikasi Pemerintah
Dalam perannya sebagai Penasihat Khusus, Hasan akan fokus pada penguatan strategi komunikasi pemerintah agar pesan-pesan kebijakan dapat lebih efektif disampaikan kepada publik. Ia menekankan pentingnya koordinasi lintas lembaga untuk menciptakan sinergi yang optimal.
“Sebagai pembantu Presiden saya akan kerja sama yang erat dengan abang Kabakom yang baru Bang Qodari, mungkin juga dengan Bu Menkomdigi dan Wamenkomdigi untuk memperkuat bidang komunikasi,” ujarnya.
Hasan menilai bahwa penguatan komunikasi menjadi sangat penting di tengah dinamika informasi publik yang semakin kompleks. “Supaya pesan-pesan yang ingin diketahui publik bisa jauh lebih baik lagi, bisa lebih sampai dan bisa dipahami masyarakat,” katanya.
Selain itu, ia menegaskan bahwa pemerintah juga harus aktif dalam meluruskan informasi yang salah atau tidak akurat di tengah masyarakat. “Termasuk juga nanti dari pemerintah harus juga meluruskan hal-hal, berita-berita pemahaman atau info yang tidak benar terhadap pemerintah,” ujarnya.
Fokus pada Strategi dan Substansi
Hasan menjelaskan bahwa perannya lebih menitikberatkan pada aspek strategis dan substansi komunikasi, sementara fungsi operasional tetap berada di lembaga terkait. “Kalau ototnya ada di Bakom, ada di Menkomdigi, kita mungkin akan bantu pemerintah dalam soal strategi, soal yang sifatnya mungkin ke substansi,” katanya.
Siap Jika Diminta Jadi Jubir Istana
Terkait kemungkinan kembali menjadi juru bicara pemerintah, Hasan menyatakan kesiapan jika mendapat penugasan langsung dari Presiden. “Yang jadi jubir kan ada Pak Mensesneg, ada Ka Bakom itu yang setahu saya jadi jubir. Tapi kalau diperintahkan Presiden untuk maju lagi saya siap,” ujarnya.
Lebih lanjut, dia juga membuka kemungkinan untuk kembali aktif berinteraksi dengan media jika diminta oleh pimpinan lembaga terkait. “Kalau diperintahkan Ka Bakom lagi maju lagi ketemu teman media, insyaallah saya siap,” kata Hasan.
Tinggalkan Balasan