JMS di SMAN 1 Purwakarta, Kolaborasi Nyata Cetak Generasi “Jawara Kasomeah”

Foto : Rieyse Kepala KCD Wilayah IV (kiri) Saepul Bahri Binzein, Bupati Purwakarta (tengah) Apsari Dewi, Kajari Purwakarta (kanan)

Forumnusantaranews.com- Upaya membangun kesadaran hukum sejak dini terus diperkuat oleh Kejaksaan Negeri Purwakarta melalui program Jaksa Masuk Sekolah (JMS). Kali ini, kegiatan tersebut digelar di SMA Negeri 1 Purwakarta, Kamis (30/4/2026), dengan menghadirkan langsung Kepala Kejaksaan Negeri Purwakarta, Apsari Dewi, serta Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein.

Kehadiran unsur pimpinan daerah dalam kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan simbol kuat sinergi antara aparat penegak hukum dan pemerintah daerah dalam membangun karakter generasi muda. Program JMS menjadi wadah strategis untuk menanamkan nilai-nilai hukum, etika, dan tanggung jawab sosial kepada para pelajar sejak dini.

Dalam sambutannya, Kajari Purwakarta menegaskan bahwa JMS bukan hanya penyuluhan hukum biasa, melainkan bagian dari investasi jangka panjang dalam mencetak generasi unggul. Melalui tagline “Jawara Kasomeah”, Kejari Purwakarta mendorong lahirnya generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga menjunjung tinggi adab dan etika dalam kehidupan sehari-hari.

“Anak-anak kita harus menjadi juara, namun tetap santun dan berakhlak. Inilah fondasi menuju generasi emas 2045,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Purwakarta Om Zein menekankan bahwa peran utama dalam pendidikan sejatinya berada di tangan orang tua. Ia mengingatkan bahwa sekolah dan pemerintah hanya menjadi pendukung, sedangkan pembentukan karakter dimulai dari lingkungan keluarga.

“Orang tua adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Pendidikan bukan hanya soal akademik, tapi juga tentang nilai, sikap, dan tanggung jawab,” ujar Om Zein.

Menariknya, kegiatan JMS ini tidak hanya melibatkan siswa, tetapi juga mengundang orang tua/wali murid serta para guru. Hal ini menjadi langkah konkret untuk membangun pengawasan kolektif antara keluarga, sekolah, pemerintah, dan aparat penegak hukum dalam menjaga generasi muda dari berbagai ancaman seperti tawuran, penyalahgunaan narkoba, hingga cyberbullying.

Selain itu, keterlibatan KCD Wilayah IV Dinas Pendidikan Jawa Barat dan Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta menunjukkan adanya upaya integrasi program secara menyeluruh, mulai dari jenjang SMP hingga SMA. Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan kesinambungan edukasi hukum yang sistematis dan berkelanjutan.

Dengan pendekatan kolaboratif ini, program Jaksa Masuk Sekolah diyakini tidak hanya menjadi agenda rutin, tetapi juga gerakan bersama dalam membentuk karakter pelajar Purwakarta yang cerdas, berintegritas, dan berbudaya.

Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa pencegahan kenakalan remaja tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus melibatkan semua pihak dalam satu visi mencetak generasi masa depan yang “Jawara Kasomeah” dan siap membawa Indonesia menuju kejayaan di tahun 2045.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *