Jambi, Forumnusantaranews.com-
Kepala Bidang Urusan Agama Islam Urais Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi H. Fatahuddin mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara ASN membangun budaya kerja kolaboratif dan berorientasi pada kontribusi nyata.
Ajakan itu disampaikannya saat memimpin apel rutin di halaman Kanwil Kemenag Provinsi Jambi, Rabu (29/7/2026).
Mengawali arahannya, Kabid Urais menyampaikan selamat kepada 37 ASN yang terpilih sebagai Agen Perubahan.
“Mereka adalah ASN pilihan yang mampu menjadi motor penggerak perubahan di lingkungan Kanwil Kemenag Provinsi Jambi,” ujarnya.
Menurutnya, Agen Perubahan diharapkan menjadi teladan dalam inovasi, integritas, dan pelayanan publik di lingkungan kerja.
Dalam arahannya, H. Fatahuddin juga mengulas perubahan psikologi kinerja ASN berdasarkan perbedaan generasi.
Ia menjelaskan, Generasi X memiliki semangat kompetitif dengan pola pikir _”Kalau orang lain bisa, saya juga harus bisa.”_
Namun, ia menyoroti kecenderungan pada sebagian generasi berikutnya yang justru berpikir _”Kalau orang lain bisa, kenapa harus saya”_ atau _”Kalau orang lain bisa, tolong bawa saya.”_
“Mentalitas seperti ini jangan sampai tumbuh dalam kinerja ASN. Kita harus hadir sebagai pribadi yang proaktif, bukan menunggu untuk dilibatkan,” tegasnya.
Kabid Urais mengingatkan bahwa ASN menghabiskan sebagian besar waktunya di kantor. Karena itu setiap pegawai punya tanggung jawab menciptakan suasana kerja yang nyaman, produktif, dan melayani dengan baik.
Ia juga mengingatkan agar keberhasilan organisasi tidak hanya dinikmati bersama, tetapi harus diperjuangkan bersama.
“Jangan bekerja dengan semangat fardhu kifayah. Merasa cukup karena sudah ada orang lain yang mengerjakan. Setiap ASN harus punya rasa memiliki terhadap organisasi, tanpa membatasi diri pada unit kerja masing-masing,” katanya.
“Jangan hanya berpikir kalau Kanwil berhasil, kita ikut berhasil. Yang lebih penting adalah bagaimana kita ikut berkontribusi dalam proses mencapai keberhasilan itu. Sekecil apa pun sumbangsih pemikiran yang kita berikan, itulah yang terbaik dan dapat berkembang menjadi perubahan yang lebih besar,” pungkas H. Fatahuddin.(*)
Kepala Bidang Urusan Agama Islam Urais Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi H. Fatahuddin mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara ASN membangun budaya kerja kolaboratif dan berorientasi pada kontribusi nyata.
Ajakan itu disampaikannya saat memimpin apel rutin di halaman Kanwil Kemenag Provinsi Jambi, Rabu (29/7/2026).
Mengawali arahannya, Kabid Urais menyampaikan selamat kepada 37 ASN yang terpilih sebagai Agen Perubahan.
“Mereka adalah ASN pilihan yang mampu menjadi motor penggerak perubahan di lingkungan Kanwil Kemenag Provinsi Jambi,” ujarnya.
Menurutnya, Agen Perubahan diharapkan menjadi teladan dalam inovasi, integritas, dan pelayanan publik di lingkungan kerja.
Dalam arahannya, H. Fatahuddin juga mengulas perubahan psikologi kinerja ASN berdasarkan perbedaan generasi.
Ia menjelaskan, Generasi X memiliki semangat kompetitif dengan pola pikir _”Kalau orang lain bisa, saya juga harus bisa.”_
Namun, ia menyoroti kecenderungan pada sebagian generasi berikutnya yang justru berpikir _”Kalau orang lain bisa, kenapa harus saya”_ atau _”Kalau orang lain bisa, tolong bawa saya.”_
“Mentalitas seperti ini jangan sampai tumbuh dalam kinerja ASN. Kita harus hadir sebagai pribadi yang proaktif, bukan menunggu untuk dilibatkan,” tegasnya.
Kabid Urais mengingatkan bahwa ASN menghabiskan sebagian besar waktunya di kantor. Karena itu setiap pegawai punya tanggung jawab menciptakan suasana kerja yang nyaman, produktif, dan melayani dengan baik.
Ia juga mengingatkan agar keberhasilan organisasi tidak hanya dinikmati bersama, tetapi harus diperjuangkan bersama.
“Jangan bekerja dengan semangat fardhu kifayah. Merasa cukup karena sudah ada orang lain yang mengerjakan. Setiap ASN harus punya rasa memiliki terhadap organisasi, tanpa membatasi diri pada unit kerja masing-masing,” katanya.
“Jangan hanya berpikir kalau Kanwil berhasil, kita ikut berhasil. Yang lebih penting adalah bagaimana kita ikut berkontribusi dalam proses mencapai keberhasilan itu. Sekecil apa pun sumbangsih pemikiran yang kita berikan, itulah yang terbaik dan dapat berkembang menjadi perubahan yang lebih besar,” pungkas H. Fatahuddin.(*)
Tinggalkan Balasan