Kasus Pengeroyokan yang Menewaskan Seorang Warga di Bali
Sebuah kejadian tragis kembali terjadi di wilayah Tabanan, Bali. KD, seorang warga asal Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, Buleleng, meninggal dunia setelah menjadi sasaran kemarahan warga di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti. Kejadian ini berawal dari dugaan pencurian seekor ayam aduan pada Jumat (24/7/2026) dini hari.
Korban meninggalkan tiga orang anak, yang masing-masing memiliki kondisi yang berbeda. Anak pertama sudah menikah, anak kedua masih duduk di kelas 1 SMA, dan anak bungsu baru saja masuk kelas 1 SD. Kepergian KD menyisakan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkannya.
Tangis Haru Keluarga dan Respons Perbekel Sidetapa
Perbekel Desa Sidetapa, I Made Sutama, mengungkapkan rasa terkejut dan kesedihannya saat ikut menjemput jenazah korban. Momen ketika anak-anak korban meratapi kepergian sang ayah menjadi hal yang paling memukul perasaannya.
“Saya sedih melihat anak-anaknya menangis kehilangan ayahnya,” ujar Sutama, Sabtu (25/7/2026). Ia menegaskan bahwa tindakan main hakim sendiri hingga menewaskan seseorang tidak dapat dibenarkan dari sudut pandang mana pun. Menurutnya, setiap dugaan tindak pidana seharusnya diselesaikan melalui jalur hukum yang berlaku.
“Kesalahan orang pasti ada, tetapi janganlah gara-gara hanya mencuri ayam sampai menghilangkan nyawa orang,” katanya. Ia mengimbau masyarakat luas untuk menahan diri dan menyerahkan terduga pelaku kejahatan kepada aparat kepolisian, alih-alih melakukan aksi kekerasan.
Sutama mengaku memaklumi kekesalan warga Baturiti yang belakangan ini marak kehilangan hewan ternak, khususnya ayam aduan. Meski begitu, keresahan tersebut bukanlah pembenaran untuk mencabut nyawa seseorang.
“Kalau semua orang mempunyai pemikiran seperti itu, tentu akan banyak orang meninggal hanya karena persoalan pencurian. Negara kita adalah negara hukum,” ujarnya.
Pihak Keluarga Memilih Mengikhlaskan
Di tengah duka yang mendalam, keluarga korban menyatakan sikap untuk mengikhlaskan kepergian KD. Hingga saat ini, pihak keluarga belum melayangkan laporan resmi ke kepolisian terkait dugaan pengeroyokan tersebut.
“Orangnya sudah meninggal. Saya sampaikan kepada keluarga agar mengikhlaskan kepergiannya. Soal yang terjadi, biarlah menjadi urusan hukum dan Tuhan yang memberikan jalan terbaik,” kata Sutama.
Polisi Usut Kronologi dan Pengeroyokan di Tabanan
Pihak kepolisian saat ini tengah mendalami dua fokus penyelidikan sekaligus, yakni dugaan kasus pencurian ayam aduan serta tindak pidana pengeroyokan yang mengakibatkan korban jiwa.
Berdasarkan informasi awal, KD tertangkap tangan warga sekitar pukul 01.30 WITA. Massa yang tersulut emosi kemudian mengeroyok korban hingga tewas di tempat dan membakar sepeda motor yang diduga digunakan oleh korban.
Kasi Humas Polres Tabanan, Iptu Ni Luh Putu Wiwik Endrayani, menjelaskan bahwa Polsek Baturiti menerima laporan warga sekitar pukul 02.00 WITA. Saat petugas tiba di tempat kejadian perkara (TKP), korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa.
Saat ini, penyidik terus mengumpulkan keterangan dari para saksi guna mengurai kronologi kejadian secara utuh sekaligus mengidentifikasi oknum warga yang terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut.
Tinggalkan Balasan