Letda Inf Muhammad Akbar Abdurachman, Anak Satu-satunya KSP Dudung yang Ikuti Jejak Ayahnya

Profil Letda Inf Muhammad Akbar Abdurachman, Anak Kepala KSP yang Mengikuti Jejak Ayahnya

Letda Inf Muhammad Akbar Abdurachman adalah salah satu tokoh yang kini menjadi perhatian publik. Ia adalah putra dari Dudung Abdurachman, yang baru saja dilantik sebagai Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) oleh Presiden Prabowo Subianto. Selain menjabat posisi tersebut, Dudung juga masih menjalani tugas sebagai Penasihat Khusus Presiden di bidang Pertahanan Nasional.

Akbar lahir dari pernikahan Dudung dengan Rahma Setyaningsih. Dari pernikahan ini, mereka memiliki tiga orang anak, yaitu Nadine Aqmarina Setyaningsih, Nina Bonita, dan Letda Inf Muhammad Akbar Abdurachman. Dari ketiganya, hanya Akbar yang mengikuti jejak karier ayahnya sebagai anggota TNI. Sementara dua saudaranya, Nadine dan Nina, memilih jalur medis sebagai profesinya masing-masing.

Latar Belakang Karier Militer Akbar

Letda Inf Muhammad Akbar Abdurachman merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 2025. Ia kini berpangkat Letnan Dua atau Letda dan bergabung dalam kecabangan Infanteri, yang merupakan pasukan utama TNI Angkatan Darat. Tugas utamanya meliputi pertempuran jarak dekat, serangan, pertahanan, serta pembersihan area.

Tinggi badan Akbar mencapai 178 cm. Informasi ini disampaikan langsung oleh Dudung saat mengunjungi Markas Besar TNI AD pada Juli 2025 silam. Ia juga menyampaikan pesan kepemimpinan kepada anaknya untuk selalu mencintai bawahan, memahami tugas pokok, dan berani mengambil keputusan.

Dudung juga menyatakan bahwa Akbar sedang dalam proses pendaftaran untuk masuk ke komando khusus seperti Kopassus. “Insya Allah,” ujarnya.

Perasaan dan Harapan Akbar

Akbar merasa bangga telah dilantik sebagai perwira oleh Presiden Prabowo Subianto. Ia menyatakan tekad untuk menjadi pemimpin yang baik dan berkontribusi bagi bangsa. “Cita-cita saya yang penting bisa berbakti kepada orang tua. Untuk masalah jabatan, itu nanti menyesuaikan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan pesan yang ia pegang dari ayahnya: “Apabila kamu menjadi seorang pemimpin, beranilah untuk mengambil keputusan. Karena berani mengambil keputusan masih lebih baik daripada tidak mengambil keputusan sama sekali.”

Rekam Jejak Dudung Abdurachman

Sebelum menjabat sebagai Kepala KSP, Dudung Abdurachman pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) dari tahun 2021 hingga 2023. Ia pensiun dari TNI pada tahun 2023 dan kemudian diangkat sebagai Penasihat Khusus Presiden di bidang Pertahanan Nasional.

Rekam jejak Dudung dalam dunia militer sangat mengesankan. Ia pernah menjabat berbagai posisi strategis seperti Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad), Gubernur Akademi Militer (Akmil), dan Pangdam Jayakarta.

Selain itu, ia juga pernah menjadi sorotan masyarakat saat menegaskan instruksi untuk mencopot spanduk dan baliho eks pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab. Saat itu, ia masih menjabat sebagai Pangdam Jayakarta.

Awal Karier Dudung

Dudung Abdurachman lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 19 November 1965. Ia lulus dari Akademi Militer (Akmil) pada tahun 1988. Sejak awal kariernya, ia tercatat dalam berbagai jabatan penting di TNI AD.

Beberapa posisi yang pernah ia duduki antara lain Danton III Kompi B Yonif 744/Satya Yudha Bakti (1988), Danton II Kompi B Yonif 744/Satya Yudha Bakti (1992–1993), Danton I Kompi B Yonif 744/Satya Yudha Bakti (1993–1994), Kasi 2 Yonif 741/Satya Bhakti Wirottama (1994–1995), dan Dankipan A Yonif 741/Satya Bhakti Wirottama (1995).

Setelah itu, ia terus berkembang dalam karier militer, termasuk menjabat sebagai Wadanyonif 410/Alugoro (1998–1999), Wadanyonif 401/Banteng Raider (1999–2000), Kasdim 0733/BS Semarang (2000–2002), Pabandyaops Kodam II/Sriwijaya (2002), Danyonif 143/Tri Wira Eka Jaya (2002–2004), Dandim 0406/Musi Rawas (2004–2006), dan Dandim 0418/Palembang (2006–2008).

Jabatan-Jabatan Penting dalam Karier Dudung

Pada masa karier lanjutnya, Dudung pernah menjabat sebagai Pabandya 2/Lurjahril Mabesad (2008–2009), Pabandya 3/Diaga Mabesad (2009–2010), Aspers Kasdam VII/Wirabuana (2010–2011), Danrindam II/Sriwijaya (2011–2012), Paban I/Ren Spersad (2012–2013), Paban I/Ren Spers TNI (2013–2014), Pamen Denma Mabes TNI (2014–2015), dan Dandenma Mabes TNI (2015).

Karier Dudung semakin moncer setelah ia diangkat sebagai Wakil Gubernur Akademi Militer pada tahun 2015. Pada tahun 2016, ia menjadi Staf Khusus Kasad, dan pada 2017 diangkat sebagai Waaster Kasad. Tahun 2018, ia menjabat sebagai Gubernur Akmil. Dua tahun kemudian, ia ditunjuk sebagai Pangdam Jayakarta. Pada 2021, ia diangkat sebagai Pangkostrad, dan akhirnya menjadi KSAD hingga pensiun pada November 2021.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *