Jambi, Forumnusantaranews.com-
Hari Keluarga Nasional Harganas ke-33 Tahun 2026 jadi momen kepedulian Kepala Kejaksaan Tinggi Kejati Jambi, Sugeng Hariadi. Ia melunasi tunggakan biaya sekolah dan biaya pengambilan ijazah dua siswa Madrasah Ibtidaiyah MI Nurul Hikmah.
Bantuan itu diserahkan langsung saat Kajati Sugeng mengunjungi MI Nurul Hikmah, Selasa (30/6/2026). Dana yang digunakan murni dari kantong pribadi Kajati.
Tujuannya satu, memastikan dua siswa tersebut tetap mendapat hak pendidikan tanpa terkendala urusan administrasi dan ekonomi.
Kajati Sugeng mengaku tersentuh setelah tahu masih ada anak yang ijazahnya tertahan gara-gara biaya.
“Saya sangat tersentuh dengan kondisi dua siswa tersebut. Saya ingin membantu agar mereka tetap memiliki kesempatan meraih masa depan yang lebih baik karena pendidikan adalah hak setiap anak,” ucapnya.
Sebelum bantu, Kajati lebih dulu berkoordinasi dengan pihak MI Nurul Hikmah. Ia ingin memastikan informasi yang diterima memang benar.
Setelah mendengar langsung penjelasan kepala sekolah soal tunggakan dua siswa itu, Kajati Sugeng langsung melunasinya.
“Saya membantu secara pribadi agar hak anak-anak untuk memperoleh pendidikan tetap terpenuhi dan tidak terhambat oleh masalah administrasi,” tegasnya.
Menurutnya, bantuan ini bentuk kepedulian terhadap generasi muda. Jangan sampai ada anak putus kesempatan belajar hanya karena masalah ekonomi keluarga.
Usai menyerahkan bantuan, Kajati Sugeng tidak berhenti di situ. Ia meminta pemerintah setempat dan unsur terkait ikut memberi perhatian pada keluarga dua siswa tersebut.
Ia juga berdiskusi langsung dengan Lurah Simpang IV Sipin, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas.(Nic/Tat)
Hari Keluarga Nasional Harganas ke-33 Tahun 2026 jadi momen kepedulian Kepala Kejaksaan Tinggi Kejati Jambi, Sugeng Hariadi. Ia melunasi tunggakan biaya sekolah dan biaya pengambilan ijazah dua siswa Madrasah Ibtidaiyah MI Nurul Hikmah.
Bantuan itu diserahkan langsung saat Kajati Sugeng mengunjungi MI Nurul Hikmah, Selasa (30/6/2026). Dana yang digunakan murni dari kantong pribadi Kajati.
Tujuannya satu, memastikan dua siswa tersebut tetap mendapat hak pendidikan tanpa terkendala urusan administrasi dan ekonomi.
Kajati Sugeng mengaku tersentuh setelah tahu masih ada anak yang ijazahnya tertahan gara-gara biaya.
“Saya sangat tersentuh dengan kondisi dua siswa tersebut. Saya ingin membantu agar mereka tetap memiliki kesempatan meraih masa depan yang lebih baik karena pendidikan adalah hak setiap anak,” ucapnya.
Sebelum bantu, Kajati lebih dulu berkoordinasi dengan pihak MI Nurul Hikmah. Ia ingin memastikan informasi yang diterima memang benar.
Setelah mendengar langsung penjelasan kepala sekolah soal tunggakan dua siswa itu, Kajati Sugeng langsung melunasinya.
“Saya membantu secara pribadi agar hak anak-anak untuk memperoleh pendidikan tetap terpenuhi dan tidak terhambat oleh masalah administrasi,” tegasnya.
Menurutnya, bantuan ini bentuk kepedulian terhadap generasi muda. Jangan sampai ada anak putus kesempatan belajar hanya karena masalah ekonomi keluarga.
Usai menyerahkan bantuan, Kajati Sugeng tidak berhenti di situ. Ia meminta pemerintah setempat dan unsur terkait ikut memberi perhatian pada keluarga dua siswa tersebut.
Ia juga berdiskusi langsung dengan Lurah Simpang IV Sipin, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas.(Nic/Tat)
Tinggalkan Balasan