Sekda Merangin Pimpin Rakor GDPK. Peta Jalan Kependudukan 2025-2045 Jadi Acuan Pembangunan

Merangin, Forumnusantaranews,com-
Langkah strategis diambil Sekretaris Daerah Kabupaten Merangin, Zulhifni. Ia memimpin diskusi terarah mengenai rancangan akhir Grand Design Pembangunan Kependudukan GDPK di wilayahnya untuk dua dekade ke depan.
Forum yang digelar di Aula Bappeda, Senin (6/7/2026), dihadiri para pejabat daerah, Kepala OPD, dan perwakilan Badan Pusat Statistik.
Membacakan pesan tertulis Bupati Merangin M. Syukur, Sekda Zulhifni menegaskan bahwa laju pertumbuhan penduduk memiliki pengaruh besar terhadap keberhasilan pembangunan di Merangin.
Ia mengingatkan seluruh instansi agar tidak mengabaikan fluktuasi data di lapangan saat merancang kebijakan.
“Penduduk merupakan manusia, sedangkan dinamikanya merupakan segala hal yang berkaitan dengan penduduk. Pada hakikatnya, segala macam aspek perencanaan pembangunan harus mengacu berdasarkan pada situasi kependudukan yang sedang terjadi,” ujar Zulhifni.
Di tengah forum, Zulhifni meminta komitmen nyata dari jajaran Kepala OPD dan BPS untuk memperkuat integrasi data sektoral.
Menurutnya, pergeseran jumlah penduduk, struktur umur, hingga mobilitas warga akan berdampak langsung pada stabilitas pangan, ekonomi, ketahanan sosial, hingga iklim keamanan daerah.
“Tanpa data yang valid dan terintegrasi, program pembangunan bisa melenceng dari sasaran,” tegasnya.
Penyusunan naskah Grand Design Pembangunan Kependudukan GDPK 5 Pilar ini ditargetkan menjadi acuan bersama dalam mengantisipasi tantangan kependudukan hingga 20 tahun ke depan.
Dokumen ini sekaligus menjadi fondasi lokal dalam menyambut visi besar nasional menuju Indonesia Emas 2045.
“Dokumen GDPK diharapkan dapat menyediakan arahan kebijakan untuk perencanaan dan implementasi pembangunan, serta memetakan arah kebijakan kependudukan di dua dekade mendatang, dari tahun 2025 hingga 2045,” tambahnya.
Sebelum menutup arahannya, Sekda mendorong seluruh lapisan masyarakat agar ikut andil dalam memecahkan persoalan sosial kedaerahan. Pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendiri.
Acara perumusan kebijakan ini resmi dibuka dengan pantun dari Sekda:
“Pohon kelapa tumbuh di taman, Daunnya lebat tertiup angin. Mari kita buka pertemuan, Semoga berkah rahmat-Mu di Kabupaten Merangin,” tutup Zulhifni.(Tat/Nic)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *