Foto dari google: Saepul Bahri Binzein Bupati Purwakarta
Forumnusantaranews.com- Permintaan maaf yang disampaikan Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, terkait lagu berjudul Lalaki Langit Lalanang Bejad belum mampu meredam sorotan publik. Justru setelah video permintaan maaf itu diunggah ke akun Instagram pribadinya @omzein_bupatiaing, gelombang komentar dari netizen terus bermunculan.
Salah satu komentar yang ramai diperbincangkan datang dari akun @lapertime1 yang menilai permintaan maaf tersebut terlambat. “Sudah viral baru minta maaf,” tulis akun tersebut, mewakili kekecewaan sebagian warganet yang menilai polemik ini seharusnya dapat dicegah sejak awal.
Komentar kekecewaan juga datang dari akun @cut_via0 yang menuliskan”harus ingat pak punya anak perempuan dan ibu perempuan kami juga sebagai wanita merasa di rendahkan”.
Dalam video berdurasi 1 menit 31 detik itu, Bupati Purwakarta menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila lagu yang berjudul Lalaki Langit Lalanang Bejad dianggap telah mendiskreditkan atau merendahkan pihak tertentu. Ia juga menyatakan akan menurunkan (take down) lagu tersebut dari media sosial sebagai bentuk tanggung jawab atas polemik yang terjadi.
Meski demikian, langkah tersebut masih menuai beragam respons. Sebagian masyarakat mengapresiasi sikap terbuka dan permintaan maaf yang disampaikan, namun tidak sedikit pula yang mempertanyakan mengapa klarifikasi baru dilakukan setelah lagu tersebut menjadi viral dan memicu kontroversi di ruang publik.
Polemik ini menjadi pelajaran bahwa setiap konten yang disampaikan oleh seorang pejabat publik akan selalu mendapat perhatian luas dan harus mempertimbangkan dampak sosial yang dapat ditimbulkan.
Sebab, masyarakat menaruh harapan agar setiap bentuk komunikasi publik dilakukan secara bijak, menghormati semua pihak, dan tidak menimbulkan persepsi yang berpotensi memecah belah.
Hingga berita ini ditulis, unggahan video permintaan maaf tersebut masih menjadi perhatian publik dengan berbagai komentar yang terus berdatangan dari netizen.
Tinggalkan Balasan