Waktu Budiman Sudjatmiko Dihina sebagai Pengkhianat dalam Perdebatan UGM: Nyaman Jadi Menteri Prabowo?

Diskusi di UGM Berakhir Ricuh, Budiman Sudjatmiko Dihujat sebagai Pengkhianat

Diskusi yang berlangsung di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Senin (15/6/2026) berakhir dengan keributan yang menimbulkan banyak perhatian. Acara tersebut dihadiri tiga pejabat pemerintah, termasuk Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko. Namun, acara ini tidak berjalan lancar karena adanya protes dari ratusan mahasiswa.

Budiman Sudjatmiko, yang sebelumnya dikenal sebagai aktivis reformasi 1998, mendapat kritik keras dari peserta diskusi. Ia disebut sebagai pengkhianat karena bergabung dengan pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Hal ini membuat beberapa mahasiswa merasa kecewa dan menyampaikan keluhan mereka secara langsung.

Dalam sesi diskusi, Budiman menceritakan bagaimana dirinya menghadapi seruan dari peserta yang menilai ia telah melupakan idealisme lama. Salah satu peserta berkata, “Saya mengidolakan Anda dari dulu, tapi Anda mengkhianati kami. Anda hidup enak-enak.” Pertanyaan itu juga diiringi dengan frasa seperti, “Piye, penak po dadi menteri Prabowo? Lali karo rakyat?” (Bagaimana, apakah enak jadi menteri Prabowo? Lupa kepada rakyat?).

Budiman menjawab dengan tegas bahwa dirinya tetap sama seperti dulu. Ia menegaskan bahwa ia tidak berubah dan masih memperjuangkan hak-hak rakyat. “Saya jawab, ‘Aku masih seperti Budiman yang dulu. Saya enggak berubah’. Saya enggak pernah mencari kekayaan dari jabatan saya,” ujarnya.

Tidak hanya dalam diskusi UGM, Budiman juga pernah mendapat tudingan serupa saat hadir dalam Forum Dialog Kritis Organisasi Ekstra Kampus yang digelar Kafka Forum di Kota Semarang, Jumat (12/6/2026). Ketua Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Semarang, Ramanda Bima Prayuda, memberikan kritik terhadap latar belakang Budiman sebagai aktivis 1998 yang kini menjadi bagian dari pemerintahan.

Bima menyoroti konsistensi dan idealisme Budiman. Ia bertanya apakah Budiman masuk ke dalam kekuasaan untuk menjinakkan kekuasaan dari dalam, atau justru kekuasaan yang telah berhasil menjinakkan Budiman. Meski demikian, Bima mengaku belum mendapatkan pertanyaan langsung dari Budiman selama acara berlangsung.

Selain itu, diskusi di UGM juga berakhir ricuh setelah ratusan mahasiswa menggeruduk panggung. Beberapa dari mereka naik ke atas panggung sambil membawa spanduk yang berisi kritikan terhadap para pejabat. Situasi semakin memanas hingga tiga pejabat harus dievakuasi untuk menghindari kericuhan lebih lanjut.

Proses evakuasi sempat dihalangi oleh mahasiswa, sehingga diskusi harus dilanjutkan. Dalam sesi diskusi yang berlanjut, mahasiswa bertanya tentang alih fungsi lahan di Papua kepada Nusron Wahid, Menteri ATR/BPN. Mereka meminta Nusron bertanggung jawab atas hal tersebut. Namun, jawaban Nusron dinilai tidak memuaskan.

Nusron dan Sudaryono kemudian berusaha meninggalkan lokasi diskusi, namun dihalangi menggunakan water barrier. Terjadi momen kejar-kejaran sebelum akhirnya keduanya berhasil dievakuasi dengan mobil patwal. Sementara itu, Budiman mengatakan dirinya dievakuasi ke tempat lain, sehingga terpisah dari Nusron dan Sudaryono.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *