Sarolangun, Forumnusantaranews.com-
Pemerintah Kabupaten Sarolangun kembali mendorong kemandirian ekonomi daerah melalui penguatan sumber daya manusia. Komitmen itu diwujudkan dengan dibukanya Pelatihan dan Pembinaan Kelompok Wirausaha Pemuda KWP Tahun 2026, Selasa (28/7/2026) di Aula Junjung Pseko Bappeda Kabupaten Sarolangun.
Mengusung tema _”Pengembangan Wirausaha Pemuda Berbasis Potensi Lokal untuk Mendukung Kemandirian Ekonomi Daerah Kabupaten Sarolangun”_, kegiatan ini resmi dibuka Bupati Sarolangun H. Hurmin.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Disparpora Kabupaten Sarolangun Suryadi, S.Pt., dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan implementasi Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kewirausahaan Pemuda.
Sekaligus mendukung visi dan misi Bupati Sarolangun dalam membentuk generasi muda yang mandiri melalui usaha berbasis potensi lokal.
Menurut Suryadi, Sarolangun memiliki kekayaan potensi yang besar namun belum sepenuhnya digarap anak muda. Mulai dari pariwisata, kuliner, ekonomi kreatif, hingga produk khas daerah masih terbuka lebar peluangnya.
“Selama ini masih banyak anak muda yang malu memulai usaha. Padahal peluang usaha sangat terbuka. Jangan gengsi memulai dari hal kecil, karena usaha besar lahir dari keberanian untuk memulai,” ujar Suryadi.
Ia juga mendorong peserta memanfaatkan teknologi digital. Menjadi _content creator_ untuk mempromosikan wisata, budaya, dan produk UMKM Sarolangun disebutnya sebagai salah satu peluang ekonomi baru.
“Disparpora akan memperkuat kolaborasi lintas sektor bersama Dinas Koperindag, pelaku UMKM, perbankan hingga komunitas ekonomi kreatif. Kita tidak bisa lagi bekerja secara sektoral. Kolaborasi menjadi kunci agar anak-anak muda Sarolangun mampu menciptakan lapangan kerja sendiri,” tegasnya.
Bupati Sarolangun H. Hurmin dalam sambutannya menyebut daerah ini memiliki potensi unggulan di sektor pertanian, perkebunan, kuliner, kerajinan, hingga pariwisata yang bisa menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.
“Seluruh potensi tersebut membutuhkan sentuhan kreativitas generasi muda agar mampu bersaing di era digital sekaligus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Hurmin.
Pemkab Sarolangun, lanjutnya, berkomitmen membangun ekosistem kewirausahaan melalui pelatihan, pendampingan, peningkatan kapasitas SDM, membuka akses permodalan dan pemasaran, serta memperkuat kemitraan dengan dunia usaha dan lembaga keuangan.
Namun Bupati menekankan, keberhasilan wirausaha tidak hanya di tangan pemerintah.
“Hilangkan rasa gengsi untuk memulai usaha. Jangan takut memulai dari usaha kecil. Yang penting memiliki niat yang kuat, tekun, rajin, dan terus bersyukur atas setiap proses yang dijalani. Kesuksesan tidak datang secara instan, tetapi melalui kerja keras dan konsistensi,” pesannya.
Ia juga mengingatkan peserta agar aktif memanfaatkan fasilitas perbankan dan program pemerintah.
“Jangan malu bertanya dan terus belajar. Semua usaha besar berawal dari langkah kecil. Yang penting adalah keberanian untuk memulai,” ujarnya.
Pembukaan pelatihan dihadiri Kepala Bappeda Ali Umar, S.Pd., M.Si., Plt. Kepala Dinas Koperindag Bustra Desmaji, S.E., M.M., perwakilan DPMPTSP Suryani, S.E., perwakilan Disnakertrans, Manager Bisnis Mikro BRI Didin Nadamudin, Pimpinan Bank Jambi Cabang Sarolangun Ardian Setiawan, Ketua KONI Arsadt Abdullah, S.H., M.Kn., narasumber UMKM Rendi dari Sarolangun Oleh-Oleh, Karang Taruna, pelaku UMKM, serta peserta dari 11 kecamatan, insan pers, seta tamu undangan lainnya.
Pemerintah berharap melalui pelatihan ini akan lahir kelompok wirausaha muda yang mampu mengolah potensi lokal menjadi produk unggulan, membuka lapangan kerja baru, dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
Mengakhiri sambutan, Bupati secara resmi membuka pelatihan.
“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Pelatihan dan Pembinaan Kelompok Wirausaha Pemuda Tahun 2026 secara resmi saya nyatakan dibuka,” ucap Hurmin, disambut tepuk tangan peserta.
Acara dilanjutkan dengan pengalungan tanda peserta kepada perwakilan dari 11 kecamatan.
Pelatihan KWP 2026 ini menjadi langkah strategis Pemkab Sarolangun dalam menyiapkan generasi muda yang kreatif, inovatif, adaptif terhadap teknologi, dan berdaya saing untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.(*)
Pemerintah Kabupaten Sarolangun kembali mendorong kemandirian ekonomi daerah melalui penguatan sumber daya manusia. Komitmen itu diwujudkan dengan dibukanya Pelatihan dan Pembinaan Kelompok Wirausaha Pemuda KWP Tahun 2026, Selasa (28/7/2026) di Aula Junjung Pseko Bappeda Kabupaten Sarolangun.
Mengusung tema _”Pengembangan Wirausaha Pemuda Berbasis Potensi Lokal untuk Mendukung Kemandirian Ekonomi Daerah Kabupaten Sarolangun”_, kegiatan ini resmi dibuka Bupati Sarolangun H. Hurmin.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Disparpora Kabupaten Sarolangun Suryadi, S.Pt., dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan implementasi Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kewirausahaan Pemuda.
Sekaligus mendukung visi dan misi Bupati Sarolangun dalam membentuk generasi muda yang mandiri melalui usaha berbasis potensi lokal.
Menurut Suryadi, Sarolangun memiliki kekayaan potensi yang besar namun belum sepenuhnya digarap anak muda. Mulai dari pariwisata, kuliner, ekonomi kreatif, hingga produk khas daerah masih terbuka lebar peluangnya.
“Selama ini masih banyak anak muda yang malu memulai usaha. Padahal peluang usaha sangat terbuka. Jangan gengsi memulai dari hal kecil, karena usaha besar lahir dari keberanian untuk memulai,” ujar Suryadi.
Ia juga mendorong peserta memanfaatkan teknologi digital. Menjadi _content creator_ untuk mempromosikan wisata, budaya, dan produk UMKM Sarolangun disebutnya sebagai salah satu peluang ekonomi baru.
“Disparpora akan memperkuat kolaborasi lintas sektor bersama Dinas Koperindag, pelaku UMKM, perbankan hingga komunitas ekonomi kreatif. Kita tidak bisa lagi bekerja secara sektoral. Kolaborasi menjadi kunci agar anak-anak muda Sarolangun mampu menciptakan lapangan kerja sendiri,” tegasnya.
Bupati Sarolangun H. Hurmin dalam sambutannya menyebut daerah ini memiliki potensi unggulan di sektor pertanian, perkebunan, kuliner, kerajinan, hingga pariwisata yang bisa menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.
“Seluruh potensi tersebut membutuhkan sentuhan kreativitas generasi muda agar mampu bersaing di era digital sekaligus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Hurmin.
Pemkab Sarolangun, lanjutnya, berkomitmen membangun ekosistem kewirausahaan melalui pelatihan, pendampingan, peningkatan kapasitas SDM, membuka akses permodalan dan pemasaran, serta memperkuat kemitraan dengan dunia usaha dan lembaga keuangan.
Namun Bupati menekankan, keberhasilan wirausaha tidak hanya di tangan pemerintah.
“Hilangkan rasa gengsi untuk memulai usaha. Jangan takut memulai dari usaha kecil. Yang penting memiliki niat yang kuat, tekun, rajin, dan terus bersyukur atas setiap proses yang dijalani. Kesuksesan tidak datang secara instan, tetapi melalui kerja keras dan konsistensi,” pesannya.
Ia juga mengingatkan peserta agar aktif memanfaatkan fasilitas perbankan dan program pemerintah.
“Jangan malu bertanya dan terus belajar. Semua usaha besar berawal dari langkah kecil. Yang penting adalah keberanian untuk memulai,” ujarnya.
Pembukaan pelatihan dihadiri Kepala Bappeda Ali Umar, S.Pd., M.Si., Plt. Kepala Dinas Koperindag Bustra Desmaji, S.E., M.M., perwakilan DPMPTSP Suryani, S.E., perwakilan Disnakertrans, Manager Bisnis Mikro BRI Didin Nadamudin, Pimpinan Bank Jambi Cabang Sarolangun Ardian Setiawan, Ketua KONI Arsadt Abdullah, S.H., M.Kn., narasumber UMKM Rendi dari Sarolangun Oleh-Oleh, Karang Taruna, pelaku UMKM, serta peserta dari 11 kecamatan, insan pers, seta tamu undangan lainnya.
Pemerintah berharap melalui pelatihan ini akan lahir kelompok wirausaha muda yang mampu mengolah potensi lokal menjadi produk unggulan, membuka lapangan kerja baru, dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
Mengakhiri sambutan, Bupati secara resmi membuka pelatihan.
“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Pelatihan dan Pembinaan Kelompok Wirausaha Pemuda Tahun 2026 secara resmi saya nyatakan dibuka,” ucap Hurmin, disambut tepuk tangan peserta.
Acara dilanjutkan dengan pengalungan tanda peserta kepada perwakilan dari 11 kecamatan.
Pelatihan KWP 2026 ini menjadi langkah strategis Pemkab Sarolangun dalam menyiapkan generasi muda yang kreatif, inovatif, adaptif terhadap teknologi, dan berdaya saing untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.(*)
Tinggalkan Balasan