Duka KLM Nurul Salsa Belum Berakhir, Kapal Asal Selayar Tenggelam di Majene

Duka Kembali Menimpa Masyarakat Sulawesi Selatan

Kecelakaan laut kembali menimpa masyarakat Sulawesi Selatan, kali ini dengan tenggelamnya KM Nusantara Laut 21 di perairan Majene, Sulawesi Barat. Kejadian ini terjadi setelah kapal mengalami kebocoran dan akhirnya tenggelam. Beruntung, lima awak kapal berhasil diselamatkan setelah hampir dua jam terombang-ambing di tengah laut.

Peristiwa tersebut terjadi di perairan Desa Tangnga-Tangnga, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar, pada Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 09.00 Wita. Kelima awak kapal yang selamat adalah Ramli (26), Bule (25), Iswandi (26), Albar (16), dan Anto (15). Mereka ditemukan dalam kondisi mengapung sekitar 35 mil dari garis pantai oleh seorang nelayan pencari telur ikan terbang bernama David (32).

“Long time floating, mungkin sekitar dua jam. Baru ada nelayan pencari telur ikan terbang yang melintas dan melihat para korban,” kata Kapolsek Tinambung AKP Ramli, Sabtu (25/7/2026).

Kapal Bocor di Tengah Laut

AKP Ramli menjelaskan bahwa KM Nusantara Laut 21 berangkat dari Kepulauan Selayar beberapa hari sebelumnya untuk melaut. Namun, di tengah perjalanan kapal mengalami kebocoran sehingga air terus masuk ke badan kapal. Kondisi itu membuat mesin kapal akhirnya mati total. Nakhoda kemudian berupaya menyelamatkan kapal dengan mengarahkannya mendekati daratan mengikuti arah angin.

“Untuk kronologi singkat, kapal berlayar dari Selayar beberapa hari lalu. Namun saat dalam perjalanan kapal mengalami kebocoran,” ujarnya.

Karena kapal terus kemasukan air dan tak lagi dapat dikendalikan, seluruh awak akhirnya memutuskan meninggalkan kapal ketika kondisinya hampir tenggelam. Mereka bertahan hidup menggunakan rompi pelampung, jeriken, dan gabus sebagai alat bantu mengapung hingga akhirnya ditemukan nelayan.

Seluruh korban kemudian dievakuasi ke Pantai Babarura, Desa Tangnga-Tangnga, Kecamatan Tinambung. Setelah menjalani pemeriksaan medis, kelima awak kapal dipastikan selamat dan dalam kondisi sehat. Mereka dijadwalkan dipulangkan ke Kabupaten Kepulauan Selayar pada Minggu (26/7/2026).

Duka KLM Nurul Salsa Belum Berakhir

Musibah ini terjadi ketika proses penanganan korban tenggelamnya KLM Nurul Salsa masih menyisakan duka mendalam bagi masyarakat Selayar. KLM Nurul Salsa tenggelam saat berlayar dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Rauf Rahman Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar, Rabu (15/7/2026). Kapal berangkat sekitar pukul 06.00 Wita. Sekitar lima jam kemudian mesin mengalami kerusakan hingga akhirnya mati total sebelum kapal tenggelam di perairan Selayar.

Dari 76 penumpang yang berada di atas kapal, 58 orang berhasil diselamatkan, empat korban ditemukan meninggal dunia, sementara 14 penumpang lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang. Operasi pencarian yang melibatkan Tim SAR Gabungan resmi dihentikan setelah berlangsung selama sepekan.

Korban terakhir yang berhasil ditemukan adalah Hasbi (41). Jenazahnya ditemukan nelayan di perairan Laut Mataalang, Laut Flores, wilayah Desa Sabalana, Kecamatan Liukang Tangngaya, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Kamis (23/7/2026). Jenazah kemudian dievakuasi menggunakan KN SAR Kamajaya ke Makassar dan diidentifikasi Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulsel di RS Bhayangkara Makassar.

Setelah identitasnya dipastikan, jenazah diberangkatkan ke Selayar melalui Pelabuhan Bira dan Pelabuhan Pamatata sebelum dimakamkan di Dusun Palemba, Desa Kalepadang, Kecamatan Bontoharu, Sabtu (25/7/2026). Prosesi pemakaman berlangsung penuh haru dan dihadiri Kapolres Kepulauan Selayar AKBP Didid Imawan bersama jajaran pemerintah daerah dan Polres Kepulauan Selayar.

Meski operasi pencarian telah dihentikan, keluarga korban yang masih hilang belum kehilangan harapan. Mereka berharap jika ada masyarakat atau nelayan yang menemukan korban, baik dalam keadaan selamat maupun meninggal dunia, segera melaporkannya kepada aparat agar proses identifikasi dapat segera dilakukan.

Korban Tenggelam KLM Nurul Salsa

Selamat setelah pencarian:
– Bau Asseng (23 tahun)
– Diskayanti (8 tahun)
– Sitti Amang (47 tahun)
– Andi Samad (53 tahun)
– Sri Ardita (18 tahun)
– Nurmiati (46 tahun)
– Jasmal (24 tahun)

Meninggal Dunia:
– Hasbi (41 tahun)
– Salmawati (34 tahun)
– Hasriati (40 tahun)
– Bau Intang (50 tahun)

Hilang:
– Chelsia Gunawan (19 tahun)
– Sahrul Amin (53 tahun)
– Hasriani (18 tahun)
– Siti Ramadhan (50 tahun)
– Andi Januari (12 tahun)
– Maridaeng (60 tahun)
– Muhammad Umar (80 tahun)
– Naurah (13 tahun)
– Nurhayati (45 tahun)
– Andi Nusrianfi (24 tahun)
– Malida (31 tahun)
– Arfandi (28 tahun)
– Jaenuddin (51 tahun)
– Musliana (22 tahun)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *