Hadapi El Nino, Ida Nurul Farida Minta Pemprov Jateng Identifikasi Wilayah Rentan Kekeringan

Peran Penting Mitigasi Bencana dalam Menghadapi El Nino

Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah, Ida Nurul Farida, M.Pd., mengingatkan pentingnya tindakan mitigasi dini untuk menghadapi fenomena iklim El Nino. Fenomena ini berpotensi memicu kekeringan ekstrem dan meningkatkan risiko kebakaran hutan serta lahan di wilayah yang rentan. Hal ini disampaikan oleh Ida saat menjadi narasumber dalam kegiatan “Identifikasi dan Sosialisasi Daerah Rawan Bencana Provinsi Jawa Tengah” di Aula Zaenal Mahmud Centre, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang.

Kegiatan ini digelar dengan kerja sama antara Komisi E DPRD Jateng dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah. Dalam kesempatan tersebut, Ida menekankan bahwa antisipasi tidak boleh terlambat, terutama dalam melindungi sektor pertanian dan menjaga ketersediaan air bersih bagi masyarakat. Berdasarkan data BMKG, El Nino sering kali menyebabkan penurunan curah hujan di bawah normal, yang dapat mengganggu ketahanan pangan akibat gagal panen dan krisis air bersih di daerah pedesaan.

Fokus pada Antisipasi Kekeringan dan Kebakaran

Ida menegaskan bahwa mitigasi bencana El Nino harus fokus pada antisipasi kekeringan dan kebakaran. Daerah yang rentan kekeringan perlu dipetakan sejak awal agar intervensi bisa dilakukan lebih cepat. Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat kesiapan armada dan logistik distribusi air bersih, sehingga bantuan bisa langsung turun ke wilayah yang mengalami krisis.

Selain itu, Ida menyoroti pentingnya mengaktifkan peran Desa Tangguh Bencana (Destana). Program Destana yang telah dibentuk di berbagai desa dan kelurahan di Jawa Tengah seharusnya menjadi garda terdepan dalam sistem peringatan dini dan penanganan pertama di tingkat lapangan. Edukasi berkala dari BPBD dan pemerintah setempat harus terus digulirkan agar kesiapsiagaan menjadi budaya dan semangat gotong royong warga kembali hidup.

Sinergi Pemerintah dan BPBD

Sekretaris BPBD Provinsi Jawa Tengah, Heribertus Slamet Widodo, ATD., M.M., menyampaikan bahwa BPBD Jateng terus menggenjot program edukasi dini mengenai mitigasi bencana kepada masyarakat. Pihaknya berkomitmen untuk menyelaraskan program sarana prasarana kebencanaan dengan kebijakan anggaran yang dikawal oleh DPRD.

Perwakilan BPBD Kabupaten Semarang, Muhammad Farkhan, S.E., menambahkan bahwa untuk memaksimalkan fungsi Destana, diperlukan sinergi kuat dari jajaran pemerintah kecamatan hingga pemerintahan desa. Ia mengharapkan pemerintah kecamatan dan desa aktif membantu BPBD dalam memantau wilayah serta menggalakkan sosialisasi mandiri, baik melalui pelatihan maupun simulasi mitigasi bencana secara berkala.

Kesadaran Masyarakat untuk Penghematan Air dan Pencegahan Kebakaran

Kegiatan sosialisasi yang berlangsung interaktif ini dihadiri oleh Camat Tengaran, Kepala Desa Butuh, serta puluhan tokoh masyarakat setempat. Di akhir paparannya, Ida Nurul Farida mengingatkan warga untuk mulai menghemat penggunaan air bersih dari rumah masing-masing dan menghindari aktivitas pembakaran lahan atau sampah secara sembarangan yang dapat memicu kebakaran besar di musim kemarau.

Ia menegaskan bahwa mitigasi dini harus segera dilakukan secara kolektif. Jangan menunggu krisis meluas baru mencari solusi. Dengan kesadaran dan tindakan bersama, masyarakat bisa lebih siap menghadapi tantangan yang ditimbulkan oleh El Nino.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *