Fenomena Menarik: Burung Perkotaan Respons Berbeda terhadap Laki-Laki dan Perempuan
Sebuah studi ekologi yang dilakukan oleh Czech University of Life Sciences Prague, Republik Ceko, mengungkapkan fenomena menarik tentang respons burung perkotaan terhadap laki-laki dan perempuan. Dalam penelitian ini, ditemukan bahwa burung-burung yang masuk dalam pengujian lebih menyukai laki-laki dibandingkan perempuan. Hal ini menunjukkan bahwa hewan-hewan tersebut mampu mengenali perbedaan jenis kelamin manusia.
Analisis terhadap 37 spesies burung perkotaan menemukan bahwa laki-laki dapat mendekati burung-burung tersebut sedikit lebih dekat daripada perempuan. Penemuan ini menunjukkan bahwa burung-burung perkotaan tidak hanya memperhatikan kehadiran manusia, tetapi juga mengambil keputusan berdasarkan jenis kelamin orang yang mendekati mereka.
Yanina Benedetti, penulis utama studi dan ahli ekologi, mengungkapkan rasa kagetnya karena burung-burung bereaksi secara berbeda terhadap perempuan. Ia menjelaskan bahwa banyak studi perilaku mengasumsikan bahwa pengamat manusia bersifat netral, namun hal ini tidak berlaku untuk burung-burung perkotaan dalam studi ini. Studi ini memberikan wawasan penting tentang bagaimana hewan di kota melihat manusia, yang memiliki implikasi bagi ekologi perkotaan dan kesetaraan dalam sains.
Studi Benedetti dan timnya telah dipublikasikan dalam jurnal People and Nature pada Desember 2025. Dari 37 spesies burung perkotaan yang di survei, data dikumpulkan antara April dan Juli 2023. Hasilnya menunjukkan bahwa rata-rata laki-laki dapat mendekati burung sekitar satu meter lebih dekat daripada perempuan.
Daniel Blumstein, profesor di Departemen Ekologi dan Biologi Evolusi Universitas California, Los Angeles (UCLA), yang turut serta dalam penelitian ini, menyatakan bahwa ia sepenuhnya percaya pada hasil pengamatan mereka. Meski demikian, ia belum bisa menjelaskan secara pasti mengapa burung-burung kota bereaksi berbeda tergantung jenis kelamin orang yang mendekati mereka.
Para peneliti mengemukakan beberapa kemungkinan alasan mengapa burung kota lebih cepat menjauh dari perempuan. Mereka menyebutkan bahwa faktor seperti feromon, bentuk tubuh, atau cara berjalan bisa menjadi penyebabnya. Namun, peneliti menegaskan bahwa studi ini masih bersifat pendahuluan dan diperlukan lebih banyak data untuk memastikan bahwa perilaku ini bukan sekadar kebetulan.
Benedetti menyarankan agar studi lanjutan dapat fokus pada faktor-faktor individual, seperti pola pergerakan, isyarat aroma, atau ciri fisik, dengan menguji masing-masing secara terpisah daripada mengelompokkannya berdasarkan jenis kelamin pengamat. Hal ini akan membantu memahami lebih dalam tentang respons burung terhadap manusia dan potensi pengaruh lingkungan terhadap perilaku mereka.
Tinggalkan Balasan