Jambi, Forumnusantaranews.com-
Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M hadir langsung sebagai bentuk dukungan kepada Kontingen Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Jambi pada Jambore Daerah Jamda Provinsi Jambi Tahun 2026. Upacara pembukaan digelar di Bumi Perkemahan Abdurrahman Sayoeti Musa, Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, Minggu (21/6/2026).
Upacara mengusung tema “Ceria Berkarya dan Berkarakter Simpatik” ini dipimpin Gubernur Jambi sekaligus Ketua Mabida Kwarda Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H. Jamda IX menjadi momentum pembinaan karakter, kepemimpinan, dan persaudaraan anggota Pramuka se-Provinsi Jambi.
Kontingen Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Jambi akan mengikuti Jamda IX yang berlangsung sampai 25 Juni 2026 di Bumi Perkemahan Abdurrahman Sayoeti Musa Sungai Gelam. Kontingen Kota Jambi berjumlah 51 orang anggota, terdiri dari 20 penggalang putri, 20 penggalang putra, para pendamping, pembina, serta dokter kesehatan.
Usai upacara, Wali Kota Maulana menyampaikan apresiasi kepada para peserta yang mewakili Kota Jambi. Ia berharap seluruh penggalang mengikuti kegiatan dengan semangat tinggi dan menjaga nama baik daerah.
“Alhamdulillah tadi kita sudah mengikuti upacara pembukaan dengan penuh semangat. Kami berpesan kepada adik-adik penggalang yang mengikuti kegiatan ini agar selalu menjaga kekompakan, semangat, serta menjaga nama baik Kwarcab Kota Jambi,” ujarnya.
Menurutnya, Jambore Daerah merupakan momentum penting bagi generasi muda untuk mengembangkan karakter, disiplin, kemandirian, dan jiwa kepemimpinan melalui berbagai kegiatan kepramukaan yang edukatif dan membangun.
Dalam arahannya, Gubernur Al Haris berpesan kepada peserta Jambore agar menjadikan wadah ini untuk mengasah wawasan, keterampilan, kepemimpinan, persaudaraan, dan kemandirian melalui berbagai kegiatan besar dan beragam.
“Saya ucapkan apresiasi dan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Jambore ini,” ujar Al Haris.
Ia menegaskan pentingnya pendidikan Pramuka sebagai jalur pendidikan non formal yang memperkaya nilai moral dan kebangsaan. Kepramukaan membentuk pribadi berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin, serta menjunjung tinggi nilai luhur bangsa.
“Nilai-nilai tersebut mengangkat harkat dan martabat Gerakan Pramuka di tengah masyarakat dan sangat dibutuhkan untuk mendukung kegiatan sosial kemasyarakatan serta pengembangan potensi generasi muda,” tegasnya.
Sebagai generasi penerus, adik-adik harus dibekali sejak dini melalui Gerakan Pramuka agar kelak menjadi manusia berkepribadian, berakhlak mulia, berintegritas, dan memiliki kecakapan hidup.
Gubernur berharap kegiatan ini melahirkan Pramuka yang simpatik, santun, beriman, mandiri, peduli, terampil, dan berintegritas. Ia juga mengingatkan disiplin sejak awal.
“Saya ingatkan pentingnya disiplin bagi adik-adik Pramuka dalam proses belajar. Meskipun upacara telah dimulai, masih terlihat sejumlah peserta berjalan. Disiplin dimulai dari sini. Saya minta semua anggota Pramuka menunjukkan sikap tertib sebagai wujud komitmen terhadap pendidikan dan etika kepramukaan,” harapnya.
Selain upacara pembukaan, kegiatan dirangkai penandatanganan komitmen integritas anti perundungan bullying, anti kekerasan, dan anti diskriminasi di lingkungan kepramukaan. Komitmen ini menjadi bukti keseriusan Gerakan Pramuka menciptakan ruang belajar dan berinteraksi yang aman, nyaman, serta ramah bagi seluruh peserta.
Wali Kota Jambi menyambut baik komitmen tersebut. Ia berharap nilai saling menghormati, menghargai perbedaan, serta menjauhi segala bentuk kekerasan terus ditanamkan kepada generasi muda.
“Dengan persaudaraan dan kebersamaan, kita ingin melahirkan generasi muda berkarakter kuat, berintegritas, dan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat,” pungkas Wali Kota Maulana.
Acara dihadiri unsur Forkopimda Provinsi Jambi, Bupati/Wali Kota selaku Ketua Mabicab se-jajaran Kwarda Jambi, Ketua Kwarcab se-jajaran Kwarda Jambi, para pimpinan kontingen, pembina, pendamping, dan seluruh peserta.(Nic/Tat)
Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M hadir langsung sebagai bentuk dukungan kepada Kontingen Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Jambi pada Jambore Daerah Jamda Provinsi Jambi Tahun 2026. Upacara pembukaan digelar di Bumi Perkemahan Abdurrahman Sayoeti Musa, Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, Minggu (21/6/2026).
Upacara mengusung tema “Ceria Berkarya dan Berkarakter Simpatik” ini dipimpin Gubernur Jambi sekaligus Ketua Mabida Kwarda Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H. Jamda IX menjadi momentum pembinaan karakter, kepemimpinan, dan persaudaraan anggota Pramuka se-Provinsi Jambi.
Kontingen Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Jambi akan mengikuti Jamda IX yang berlangsung sampai 25 Juni 2026 di Bumi Perkemahan Abdurrahman Sayoeti Musa Sungai Gelam. Kontingen Kota Jambi berjumlah 51 orang anggota, terdiri dari 20 penggalang putri, 20 penggalang putra, para pendamping, pembina, serta dokter kesehatan.
Usai upacara, Wali Kota Maulana menyampaikan apresiasi kepada para peserta yang mewakili Kota Jambi. Ia berharap seluruh penggalang mengikuti kegiatan dengan semangat tinggi dan menjaga nama baik daerah.
“Alhamdulillah tadi kita sudah mengikuti upacara pembukaan dengan penuh semangat. Kami berpesan kepada adik-adik penggalang yang mengikuti kegiatan ini agar selalu menjaga kekompakan, semangat, serta menjaga nama baik Kwarcab Kota Jambi,” ujarnya.
Menurutnya, Jambore Daerah merupakan momentum penting bagi generasi muda untuk mengembangkan karakter, disiplin, kemandirian, dan jiwa kepemimpinan melalui berbagai kegiatan kepramukaan yang edukatif dan membangun.
Dalam arahannya, Gubernur Al Haris berpesan kepada peserta Jambore agar menjadikan wadah ini untuk mengasah wawasan, keterampilan, kepemimpinan, persaudaraan, dan kemandirian melalui berbagai kegiatan besar dan beragam.
“Saya ucapkan apresiasi dan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Jambore ini,” ujar Al Haris.
Ia menegaskan pentingnya pendidikan Pramuka sebagai jalur pendidikan non formal yang memperkaya nilai moral dan kebangsaan. Kepramukaan membentuk pribadi berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin, serta menjunjung tinggi nilai luhur bangsa.
“Nilai-nilai tersebut mengangkat harkat dan martabat Gerakan Pramuka di tengah masyarakat dan sangat dibutuhkan untuk mendukung kegiatan sosial kemasyarakatan serta pengembangan potensi generasi muda,” tegasnya.
Sebagai generasi penerus, adik-adik harus dibekali sejak dini melalui Gerakan Pramuka agar kelak menjadi manusia berkepribadian, berakhlak mulia, berintegritas, dan memiliki kecakapan hidup.
Gubernur berharap kegiatan ini melahirkan Pramuka yang simpatik, santun, beriman, mandiri, peduli, terampil, dan berintegritas. Ia juga mengingatkan disiplin sejak awal.
“Saya ingatkan pentingnya disiplin bagi adik-adik Pramuka dalam proses belajar. Meskipun upacara telah dimulai, masih terlihat sejumlah peserta berjalan. Disiplin dimulai dari sini. Saya minta semua anggota Pramuka menunjukkan sikap tertib sebagai wujud komitmen terhadap pendidikan dan etika kepramukaan,” harapnya.
Selain upacara pembukaan, kegiatan dirangkai penandatanganan komitmen integritas anti perundungan bullying, anti kekerasan, dan anti diskriminasi di lingkungan kepramukaan. Komitmen ini menjadi bukti keseriusan Gerakan Pramuka menciptakan ruang belajar dan berinteraksi yang aman, nyaman, serta ramah bagi seluruh peserta.
Wali Kota Jambi menyambut baik komitmen tersebut. Ia berharap nilai saling menghormati, menghargai perbedaan, serta menjauhi segala bentuk kekerasan terus ditanamkan kepada generasi muda.
“Dengan persaudaraan dan kebersamaan, kita ingin melahirkan generasi muda berkarakter kuat, berintegritas, dan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat,” pungkas Wali Kota Maulana.
Acara dihadiri unsur Forkopimda Provinsi Jambi, Bupati/Wali Kota selaku Ketua Mabicab se-jajaran Kwarda Jambi, Ketua Kwarcab se-jajaran Kwarda Jambi, para pimpinan kontingen, pembina, pendamping, dan seluruh peserta.(Nic/Tat)
Tinggalkan Balasan