Jambi, Forumnusantaranews.com-
Kepala Bidang Penerangan Agama Islam dan Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kanwil Kemenag Provinsi Jambi, H. Abd. Rahman, mengajak seluruh ASN merenungkan kembali makna tanggung jawab jabatan. Pesan itu disampaikan saat memimpin apel kedisiplinan pegawai, Selasa (28/7/2026) di halaman Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi.
Dalam arahannya, Kabid Penais Zawa menekankan pentingnya kedisiplinan dan integritas dengan mengangkat dua kisah teladan dari masa Rasulullah SAW sebagai pengingat moral bagi aparatur negara.
Kisah pertama yang disampaikan adalah tentang Sahabat Kirkirah, penjaga Baitulmal. Ia gugur sebagai syuhada di medan jihad saat menjaga harta rampasan perang.
Namun Rasulullah SAW menyatakan bahwa Kirkirah tidak masuk surga karena saat gugur ia mengenakan pakaian perang milik Baitulmal tanpa hak.
“Dari kisah ini kita belajar, berhati-hatilah dalam menggunakan fasilitas negara. Sekecil apapun yang bukan hak kita, jangan diambil,” tegas Abd. Rahman.
Kisah kedua adalah tentang Sahabat Ibnu Lutbiyyah, pengumpul zakat yang diutus Rasulullah SAW. Saat melapor, ia memisahkan harta zakat dengan “hadiah” yang diterimanya karena jabatan.
Rasulullah SAW menegurnya keras dan mengingatkan bahwa siapa saja yang menerima sesuatu bukan haknya karena jabatan, kelak di hari kiamat akan memikul beban berat tersebut di hadapan Allah SWT.
Menutup arahannya, H. Abd. Rahman mengutip Surah Al-Ahzab ayat 72 tentang amanah yang pernah ditawarkan kepada langit, bumi, dan gunung, namun semuanya enggan karena merasa tidak sanggup. Manusia lah yang menyanggupinya.
“Selaku ASN, kita tidak dilarang untuk menerima amanah atau jabatan tetapi kita harus menunaikan amanah tersebut dengan sebaik-baiknya, penuh rasa tanggungjawab, jujur dan disiplin supaya kita bisa mempertanggungjawabkannya di dunia dan di akhirat,” tegasnya.
Ia menegaskan, jabatan bukan untuk kemewahan pribadi, melainkan ujian dan tanggung jawab besar. ASN diminta menjaga integritas, menghindari penyalahgunaan wewenang, serta menjauhi gratifikasi dalam bentuk apapun.
Pesan moral yang disampaikan menjadi pengingat keras bagi seluruh ASN di lingkungan Kanwil Kemenag Provinsi Jambi. Disiplin waktu, disiplin kerja, dan disiplin dalam menjaga amanah menjadi tiga fondasi utama pelayanan publik yang bersih dan berwibawa.
Apel kedisiplinan ini diikuti seluruh pejabat dan pegawai di lingkungan Kanwil Kemenag Jambi. Diharapkan semangat yang dibangun dari kisah-kisah teladan ini dapat diimplementasikan dalam tugas sehari-hari, mulai dari pelayanan umat, pengelolaan zakat dan wakaf, hingga administrasi perkantoran.(*)
Kepala Bidang Penerangan Agama Islam dan Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kanwil Kemenag Provinsi Jambi, H. Abd. Rahman, mengajak seluruh ASN merenungkan kembali makna tanggung jawab jabatan. Pesan itu disampaikan saat memimpin apel kedisiplinan pegawai, Selasa (28/7/2026) di halaman Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi.
Dalam arahannya, Kabid Penais Zawa menekankan pentingnya kedisiplinan dan integritas dengan mengangkat dua kisah teladan dari masa Rasulullah SAW sebagai pengingat moral bagi aparatur negara.
Kisah pertama yang disampaikan adalah tentang Sahabat Kirkirah, penjaga Baitulmal. Ia gugur sebagai syuhada di medan jihad saat menjaga harta rampasan perang.
Namun Rasulullah SAW menyatakan bahwa Kirkirah tidak masuk surga karena saat gugur ia mengenakan pakaian perang milik Baitulmal tanpa hak.
“Dari kisah ini kita belajar, berhati-hatilah dalam menggunakan fasilitas negara. Sekecil apapun yang bukan hak kita, jangan diambil,” tegas Abd. Rahman.
Kisah kedua adalah tentang Sahabat Ibnu Lutbiyyah, pengumpul zakat yang diutus Rasulullah SAW. Saat melapor, ia memisahkan harta zakat dengan “hadiah” yang diterimanya karena jabatan.
Rasulullah SAW menegurnya keras dan mengingatkan bahwa siapa saja yang menerima sesuatu bukan haknya karena jabatan, kelak di hari kiamat akan memikul beban berat tersebut di hadapan Allah SWT.
Menutup arahannya, H. Abd. Rahman mengutip Surah Al-Ahzab ayat 72 tentang amanah yang pernah ditawarkan kepada langit, bumi, dan gunung, namun semuanya enggan karena merasa tidak sanggup. Manusia lah yang menyanggupinya.
“Selaku ASN, kita tidak dilarang untuk menerima amanah atau jabatan tetapi kita harus menunaikan amanah tersebut dengan sebaik-baiknya, penuh rasa tanggungjawab, jujur dan disiplin supaya kita bisa mempertanggungjawabkannya di dunia dan di akhirat,” tegasnya.
Ia menegaskan, jabatan bukan untuk kemewahan pribadi, melainkan ujian dan tanggung jawab besar. ASN diminta menjaga integritas, menghindari penyalahgunaan wewenang, serta menjauhi gratifikasi dalam bentuk apapun.
Pesan moral yang disampaikan menjadi pengingat keras bagi seluruh ASN di lingkungan Kanwil Kemenag Provinsi Jambi. Disiplin waktu, disiplin kerja, dan disiplin dalam menjaga amanah menjadi tiga fondasi utama pelayanan publik yang bersih dan berwibawa.
Apel kedisiplinan ini diikuti seluruh pejabat dan pegawai di lingkungan Kanwil Kemenag Jambi. Diharapkan semangat yang dibangun dari kisah-kisah teladan ini dapat diimplementasikan dalam tugas sehari-hari, mulai dari pelayanan umat, pengelolaan zakat dan wakaf, hingga administrasi perkantoran.(*)
Tinggalkan Balasan