Tanjabbar, Forumnusantaranews.com-
Merespons laporan warga, Bupati Tanjung Jabung Barat Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., bergerak cepat meninjau fasilitas dermaga apung yang runtuh dan mengalami kerusakan berat di Desa Tanjung Senjulang, Kecamatan Bram Itam, Senin (6/7/2026).
Langkah taktis ini diambil sebagai bentuk kepedulian dan jawaban kilat pemerintah daerah terhadap hancurnya sarana penyeberangan vital yang menjadi urat nadi ekonomi dan transportasi air masyarakat.
Dermaga apung yang telah berdiri selama delapan tahun itu mengalami kerusakan parah pada bagian fondasi akibat termakan usia dan tingginya beban operasional harian.
Dari pengamatan langsung, korosi hebat mengikis material besi di berbagai sudut. Saat pasang laut, area muka jembatan penyeberangan bahkan terendam air dan memicu risiko keselamatan bagi penumpang kapal pompong.
Meski begitu, Bupati memastikan bagian utama bangunan pelindung atau halte masih memiliki ketahanan yang memadai.
“Kami sudah meninjau langsung ke lokasi. Secara struktur halte masih baik, namun kita akan segera melakukan perbaikan. Saat ini kami menunggu kondisi air sedikit surut, sehingga diperkirakan dalam dua hingga tiga hari ke depan pekerjaan sudah bisa dimulai,” ujar Bupati Anwar Sadat.
Untuk mempercepat normalisasi akses publik, Bupati langsung mengonsolidasikan langkah dengan instansi teknis terkait, yakni Dinas Perhubungan dan Dinas PUPR.
Fokus rehabilitasi akan diarahkan pada penguatan struktur penopang yang rusak. Tim teknis dijadwalkan mulai bekerja dalam beberapa hari ke depan.
Selain perbaikan fisik, Bupati juga mendorong reformasi sistem pengawasan. Ke depan, wewenang operasional jangka panjang dermaga akan dilimpahkan kepada aparatur tingkat desa.
“Harapan kami, halte dermaga ini nantinya dapat dikelola secara mandiri oleh desa. Pembiayaan perawatannya bisa bersumber dari desa maupun dari kontribusi para penambang atau pengguna jasa transportasi, sehingga fasilitas ini tetap terawat dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” tambahnya.
Menjelang dimulainya konstruksi, warga sekitar aliran sungai diminta tetap waspada dan berhati-hati saat beraktivitas di sekitar lokasi reruntuhan.
Dalam peninjauan mendadak itu, Bupati didampingi Kadis Dishub, PUPR, Perkim, Damkar, unsur pimpinan Kecamatan Bram Itam, hingga tokoh masyarakat desa.(Tat/Nic)
Merespons laporan warga, Bupati Tanjung Jabung Barat Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., bergerak cepat meninjau fasilitas dermaga apung yang runtuh dan mengalami kerusakan berat di Desa Tanjung Senjulang, Kecamatan Bram Itam, Senin (6/7/2026).
Langkah taktis ini diambil sebagai bentuk kepedulian dan jawaban kilat pemerintah daerah terhadap hancurnya sarana penyeberangan vital yang menjadi urat nadi ekonomi dan transportasi air masyarakat.
Dermaga apung yang telah berdiri selama delapan tahun itu mengalami kerusakan parah pada bagian fondasi akibat termakan usia dan tingginya beban operasional harian.
Dari pengamatan langsung, korosi hebat mengikis material besi di berbagai sudut. Saat pasang laut, area muka jembatan penyeberangan bahkan terendam air dan memicu risiko keselamatan bagi penumpang kapal pompong.
Meski begitu, Bupati memastikan bagian utama bangunan pelindung atau halte masih memiliki ketahanan yang memadai.
“Kami sudah meninjau langsung ke lokasi. Secara struktur halte masih baik, namun kita akan segera melakukan perbaikan. Saat ini kami menunggu kondisi air sedikit surut, sehingga diperkirakan dalam dua hingga tiga hari ke depan pekerjaan sudah bisa dimulai,” ujar Bupati Anwar Sadat.
Untuk mempercepat normalisasi akses publik, Bupati langsung mengonsolidasikan langkah dengan instansi teknis terkait, yakni Dinas Perhubungan dan Dinas PUPR.
Fokus rehabilitasi akan diarahkan pada penguatan struktur penopang yang rusak. Tim teknis dijadwalkan mulai bekerja dalam beberapa hari ke depan.
Selain perbaikan fisik, Bupati juga mendorong reformasi sistem pengawasan. Ke depan, wewenang operasional jangka panjang dermaga akan dilimpahkan kepada aparatur tingkat desa.
“Harapan kami, halte dermaga ini nantinya dapat dikelola secara mandiri oleh desa. Pembiayaan perawatannya bisa bersumber dari desa maupun dari kontribusi para penambang atau pengguna jasa transportasi, sehingga fasilitas ini tetap terawat dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” tambahnya.
Menjelang dimulainya konstruksi, warga sekitar aliran sungai diminta tetap waspada dan berhati-hati saat beraktivitas di sekitar lokasi reruntuhan.
Dalam peninjauan mendadak itu, Bupati didampingi Kadis Dishub, PUPR, Perkim, Damkar, unsur pimpinan Kecamatan Bram Itam, hingga tokoh masyarakat desa.(Tat/Nic)
Tinggalkan Balasan