Camat Menteng Akan Ganti Gerobak Pedagang Nasi Uduk yang Dirusak
Camat Menteng, Nurhelmi Savitri, memastikan bahwa pedagang nasi uduk yang gerobaknya dirusak dalam bentrokan di Jalan Tambak, Jakarta Pusat, akan segera diberi bantuan berupa pengganti gerobak. Hal ini dilakukan agar para pedagang dapat kembali berdagang dan mencari nafkah secepat mungkin.
Gerobak lama yang rusak telah disita oleh pihak kepolisian sebagai barang bukti. Nurhelmi menyatakan bahwa pihaknya menargetkan pengganti gerobak tersebut tiba di tangan pedagang paling lambat pada Selasa pagi besok. Ia menjelaskan bahwa hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa pedagang bisa segera melanjutkan usahanya tanpa terganggu oleh insiden yang terjadi.
“Kerugian ada satu gerobak pedagang nasi uduk yang dirusak dan insyaallah akan segera kami ganti gerobaknya, karena gerobak tersebut ditarik oleh polisi untuk barang bukti,” ujar Nurhelmi saat ditemui di lokasi kejadian, Senin (27/7/2026).
Pedagang nasi uduk yang menjadi korban tersebut diketahui merupakan warga asli kawasan Matraman, bukan pendatang dari luar daerah. Dengan demikian, pemerintah kecamatan berkomitmen untuk memberikan dukungan kepada para pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) yang terkena dampak dari insiden tersebut.
Selain fokus pada bantuan UMKM, Nurhelmi juga menjelaskan dampak bentrokan terhadap dunia pendidikan di sekitar lokasi. Ia mengungkapkan bahwa status lahan kosong yang menjadi titik utama bentrokan belum diketahui secara pasti kepemilikannya. Namun, ia menyebut bahwa lahan tersebut memang tertutup sehingga aktivitas di dalamnya tidak terpantau warga luar.
“Oh itu kayaknya lahan kosong, cuma saya juga kurang paham. Kan itu agak tertutup juga, ya? Kadang-kadang kita nggak tahu di dalamnya ada apa,” tuturnya.
Untuk mencegah insiden serupa terulang, Nurhelmi akan segera mengumpulkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama hingga organisasi kepemudaan. Ia menyatakan bahwa kolaborasi antara berbagai pihak akan menjadi kunci dalam menjaga kedamaian dan keamanan di wilayah tersebut.
“Kami akan mengumpulkan tokoh masyarakat, RT, RW, tokoh pemuda, tokoh agama juga Karang Taruna, Pak Ustaz dari Masjid Jami’ Matraman, kemudian juga tokoh agama lainnya lagi, kita akan berkumpul ya, kemudian akan berkolaborasi,” pungkasnya.
Gerobak Nasi Uduk Disita Sebagai Barang Bukti
Gerobak nasi uduk yang menjadi saksi bisu sekaligus pemicu awal bentrokan berdarah di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, kini sudah tidak terlihat di lokasi kejadian di Jalan Matraman Dalam, Senin (27/7/2026). Gerobak kayu bertuliskan “Nasi Uduk Teteh Kuningan” tersebut telah dievakuasi oleh pihak kepolisian untuk dijadikan barang bukti terkait kasus pengerusakan yang mengawali rentetan konflik antar dua kelompok warga tersebut.
Sebelumnya, gerobak tersebut tampak hancur dan dipasangi garis polisi tepat di pinggir jalan. Namun, pada Senin siang, area tempat gerobak tersebut mangkal terpantau sudah kosong dan bersih dari garis kuning kepolisian.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Reynold Hutagalung, mengonfirmasi pengerusakan gerobak UMKM tersebut merupakan klaster pertama dalam penyidikan kasus ini. “Kepada warga yang juga menjadi korban dalam hal ini berawal adanya pengrusakan barang yaitu gerobak jualan UMKM-nya, kami lakukan pemeriksaan secara intensif kepada para pelaku,” ujar Reynold.
Berdasarkan kronologi kepolisian, gerobak tersebut dirusak oleh sekelompok orang setelah sebelumnya terjadi perselisihan akibat suara bising knalpot motor yang menggeber di depan lapak jualan tersebut.
“Kelompok yang diserang ini datang mau beli sarapan. Kemudian mungkin tidak dilayani dengan baik atau tidak berkenan sehingga menggeber kendaraannya. Setelah itu dia pergi, lalu datang lagi membawa teman-temannya merusak gerobak penjual nasi uduk,” jelas Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra dalam keterangan sebelumnya.
Meski gerobak yang menjadi pusat perhatian warga tersebut sudah diamankan sebagai barang bukti penegakan hukum, pengamanan di lokasi awal pemicu bentrok tetap diperketat.
Tinggalkan Balasan