Kekalahan JDT di Semifinal ASEAN Club Championship 2025/26
Johor Darul Ta’zim (JDT) harus menerima kekalahan dari Buriram United dalam pertandingan leg pertama semifinal ASEAN Club Championship 2025/26. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Sultan Ibrahim, Rabu (6/5/2026), berakhir dengan skor 1-3 untuk kemenangan Buriram United.
Keperkasaan JDT terlihat hanya pada kompetisi domestik. Klub asal Malaysia ini telah menjadi juara Liga Malaysia selama 12 musim berturut-turut. Selain itu, JDT juga sedang mencatatkan tren kemenangan yang luar biasa, yaitu 106 kali kemenangan beruntun di Liga Malaysia.
Namun, performa mereka di tingkat internasional masih jauh dari harapan. Di AFC Champions League Elite, JDT tersingkir di babak perempat final oleh klub Arab Saudi, Al Ahli. Sementara di ASEAN Club Championship, tim yang dilatih oleh Xisco Munoz ini kini berada di babak semifinal setelah menghadapi Buriram United, klub penguasa Liga Thailand selama lima musim terakhir.
Pertemuan antara dua raja sepak bola Asia Tenggara ini menunjukkan bahwa JDT masih perlu belajar banyak dari Buriram United. Dalam leg pertama, Buriram unggul dua gol pada babak pertama melalui gol Guilherme Bissoli dan Causic. Skor 0-2 bertahan hingga babak kedua.
JDT berhasil memperkecil ketertinggalan pada masa injury time babak kedua melalui Ager Aketxe, mantan pemain Athletic Bilbao. Skor menjadi 1-2. Namun, Buriram kembali memperlebar keunggulan pada detik akhir pertandingan melalui gol Guilherme Bissoli. Skor akhir 1-3 untuk kemenangan Buriram United.
Pemain Timnas Indonesia, Sandy Walsh, tidak masuk dalam skuad JDT dalam pertandingan tersebut. Kemenangan ini memberikan bekal percaya diri bagi Buriram United menjelang leg kedua yang akan digelar di Buriram Stadium pada Rabu (13/5/2026).
Pelatih JDT, Xisco Munoz, menyampaikan permintaan maaf atas kekalahan yang terjadi di kandang sendiri. Ia mengakui bahwa Buriram United lebih kuat dan memiliki perbedaan dalam permainan.
“Kami sedih dengan hasil ini dan kami memohon maaf kepada penyokong,” ujarnya. “Karena memang benar, mereka lebih kuat daripada kita, ini adalah perbedaan dalam permainan.”
Mantan pelatih Watford ini juga mengapresiasi usaha Buriram United. “Apa yang luar biasa adalah mereka mencoba tiga kali (peluang) dan mereka menjaringkan tiga gol,” tambahnya.
Kekalahan ini menunjukkan bahwa Liga Malaysia perlu menjadi lebih kompetitif agar JDT dapat bersaing secara optimal di level Asia Tenggara. Performa JDT di kompetisi regional masih belum mampu menunjukkan potensi maksimalnya. Untuk itu, diperlukan evaluasi dan perbaikan strategi agar JDT dapat lebih siap menghadapi tantangan di kancah internasional.
Tinggalkan Balasan