Krisis BBM di Banda Akhirnya Teratasi, Pertamina Pastikan Stok Aman Selama 25 Hari
Krisis BBM yang terjadi di wilayah Kepulauan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, akhirnya berhasil teratasi setelah beberapa pekan lamanya masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan pasokan bahan bakar minyak (BBM). Berkat upaya dari PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, kini stok BBM telah tiba dan akan memenuhi kebutuhan masyarakat selama sekitar 25 hari ke depan.
Pengiriman BBM ke wilayah tersebut dilakukan melalui kapal pengangkut yang berangkat dari Ambon pada Minggu, 26 Juli 2026. Kapal tersebut membawa muatan sebanyak 60 kilo liter BBM Pertamax dan 3 kilo liter BBM Dexlite. Diperkirakan, kiriman ini akan tiba di Banda pada hari Senin, 27 Juli 2026.
Menurut Ispiani Abbas, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, pihaknya telah melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait seperti Syahbandar, operator transportasi, Pemerintah Provinsi Maluku, serta Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah. Tujuannya adalah agar proses keberangkatan kapal dapat dilakukan secepatnya setelah kondisi dinilai aman untuk berlayar.
“Setelah semua persyaratan dipenuhi dan mempertimbangkan perkembangan kondisi cuaca di wilayah perairan Maluku, kapal akhirnya diberangkatkan pada Minggu siang,” ujarnya. “Langkah ini dilakukan dengan memprioritaskan aspek keselamatan pelayaran agar distribusi BBM ke Banda Neira dapat berlangsung secara aman dan lancar.”
Dari jumlah BBM yang dikirim, 60 kilo liter Pertamax dan 3 kilo liter Dexlite akan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Kepulauan Banda selama sekitar 25 hari ke depan. Hal ini menunjukkan bahwa Pertamina telah merencanakan dengan matang agar pasokan BBM tetap stabil meskipun wilayah tersebut memiliki karakteristik geografis yang bergantung pada jalur laut.
Upaya Pertamina dalam Menjaga Kestabilan Pasokan BBM
Ispiani Abbas menegaskan bahwa Pertamina sangat memahami perhatian masyarakat terhadap penyaluran BBM di Kecamatan Banda dan Kecamatan Kepulauan Banda. Oleh karena itu, pihaknya terus berupaya menjaga keandalan pasokan energi di wilayah kepulauan tersebut.
Menurutnya, kelancaran penyaluran BBM bergantung pada beberapa faktor, seperti kesiapan armada, aspek keselamatan pelayaran, serta kondisi cuaca yang bisa memengaruhi proses pelayaran. Untuk itu, Pertamina terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait agar setiap pasokan dapat tiba sesuai jadwal dan segera disalurkan kepada masyarakat.
Selain itu, Pertamina juga akan terus melakukan pemantauan berkala terhadap kondisi stok di lembaga penyalur serta menyiapkan langkah-langkah lanjutan guna memastikan keberlanjutan pasokan BBM berikutnya. Hal ini bertujuan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Peringatan Terkait Harga BBM di Tingkat Eceran
Meski pasokan BBM telah tersedia, Abbas juga menyampaikan peringatan terkait kenaikan harga BBM di tingkat eceran di Banda. Ia menegaskan bahwa harga resmi BBM hanya berlaku di lembaga penyalur resmi Pertamina. Sementara itu, harga yang diberlakukan oleh pengecer berada di luar kewenangan Pertamina.
“Pertamina mengimbau masyarakat untuk melakukan pembelian BBM sesuai kebutuhan dan menggunakan energi secara bijak serta memanfaatkan lembaga penyalur resmi, sehingga distribusi dapat berlangsung secara lebih merata,” katanya.

Dengan adanya pasokan BBM yang mencukupi, warga di Kepulauan Banda kini bisa bernapas lega. Namun, penting bagi masyarakat untuk tetap waspada dan memperhatikan informasi resmi dari Pertamina terkait harga dan distribusi BBM. Dengan demikian, masyarakat bisa memperoleh BBM secara adil dan tidak terkena praktik-praktik tidak sehat di pasar bebas.
Tinggalkan Balasan