Tolak Zona Merah BPN Jambi Warga Tempuh Jalur DPR RI Perjuangan Tak Kenal Lelah

Jambi, Forumnusantaranews.com-
Perlawanan warga yang tanahnya diblokir Badan Pertanahan Nasional BPN Kota Jambi terus berlanjut.
Kali ini, melalui Forum Warga Tolak Zona Merah Jambi, sejumlah perwakilan warga diagendakan menyampaikan aspirasi langsung ke Badan Aspirasi Masyarakat BAM DPR RI di Jakarta.
“Ya, kami melalui Forum Warga Tolak Zona Merah Jambi akan hearing dengan BAM DPR RI. Rencananya akan dilaksanakan Kamis (9/7/2026) pukul 13.00 WIB,” kata Ketua Divisi Advokasi Forum, Suhatman Pisang, Selasa (7/7/2026).
Menurut Suhatman, materi yang akan disampaikan ke DPR RI sudah disiapkan. Rombongan warga akan berangkat ke Jakarta menggunakan bus pada Selasa siang (7/7/2026).
Keberangkatan dilakukan secara swadaya melalui penggalangan donasi sukarela dari warga.
“Kami sudah siap berangkat, walaupun harus menyumbang untuk keberangkatan ini. Bagi kami ini adalah upaya perjuangan yang tak kenal lelah. Dari perjuangan di pusat diharapkan ada hasil terbaik bagi lebih dari 20 ribu warga terdampak,” ujar Suhatman yang juga lama berkiprah sebagai jurnalis.
“Ini adalah step tangga perjuangan kami yang naik level. Tidak sia-sia kami merintis lobi di pusat, terutama ke DPR RI. Ini merupakan jawaban konkret atas surat dan kedatangan kami ke DPR RI,” tambah Derry Anandia, penggerak aksi Forum Warga Tolak Zona Merah Jambi.
Asep Mulyana, dedengkot aksi Forum, menyebut warga mengumpulkan donasi sukarela untuk membiayai perjalanan ke Jakarta.
Perjuangan ke pusat ini juga mendapat dukungan dari emak-emak dan anggota DPRD Kota Jambi, Joni Ismet.
“Berangkat nanti emak-emak akan membungkuskan nasi dan lauk seadanya sebagai bekal perjalanan. Saya akan gerakkan emak-emak untuk berpartisipasi,” kata Endang Kusumawardhani, aktivis perempuan Tolak Zona Merah Jambi.
Ketua Forum Warga Tolak Zona Merah Jambi, M. Makin, berharap perjuangan melalui jalur parlemen ini dapat memfasilitasi dan menghasilkan keputusan yang berpihak pada rakyat.
“Masih panjang perjalanan perjuangan ini. Kami berharap pihak yang berkompeten menyadari kekeliruan mereka dan memberikan putusan yang berpihak pada rakyat,” tukasnya.
Hingga kini, lebih dari 20 ribu warga di Kota Jambi masih terdampak pemblokiran lahan oleh BPN yang masuk dalam zona merah.(Tat/Nic)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *